Teknologi
Mark Zuckerberg Berpotensi Melepas WhatsApp WhatsApp berpotensi akan dilepas oleh Mark Zuckerberg (Foto: pixabay/antonbe)

PADA 2012 WhatsApp dibeli oleh Facebook senilai USD 19 miliar (Rp 283,7 triliun). Pembelian tersebut tentunya atas keinginan Mark Zuckerberg. Tapi, ada sebuah analisis yang menilai bahwa bukan tidak mungkin WhatsApp akan dilepas oleh Zuckerberg dan dijual ke pihak lain.

Menurut kolumnis Bloomberg Parmy Olso, faktor utama Zuckerberg berpotensi melepas WhatsApp lantaran belum menghasilkan uang. Berbeda dengan Instagram yang memiliki kontribusi besar bagi pendapatan Facebook, dengan biaya akuisisi hanya USD 1 miliar (Rp 14,9 triliun).

Baca Juga:

WhatsApp akan Hadirkan Fitur Anti Retas

FTC memaksa Meta melepas WhatsApp dan Instagram (Foto: pixabay/victoria_borodinova)

WhatsApp sebenarnya pernah memiliki visi Mark Zuckerberg, yakni komunikasi masa depan akan berlangsung melalui aplikasi tersebut. Tapi, Zuckerberg berubah pikiran sejak mengetengahkan ide dunia virtual metaverse. Karena, di metaverse, WhatsApp kemungkinan tidak begitu berperan.

Ditambah lagi Mark Zuckerberg terus dihantui ancaman untuk memecah perusahaanya, karena dinilai terlalu berkuasa mengendalikan jagat media sosial. Seperti halnya dari Federal Trade Commision (FTC). Ada kemungkinan, media sosial yang dikorbankan ialah WhatsApp dengan cara dijual.

"Untuk menangani upaya FTC yang memaksa Meta melepas WhatsApp dan Instagram sebagai bagian dari gugatan hukum terhadap perusahaan, pengacara Meta mungkin mendorong kesepakatan termasuk melepas satu saja. Apabila seperti itu, Zuckerberg mungkin memilih untuk menjual WhatsApp," jelas Parmy seperti yang dikutip dari laman Bloomberg.

Baca Juga:

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Bisa Sembunyikan Last Seen dari Kontak Tertentu

Apabila WhastApp akan dijual, kemungkinan ke perusahaan seperti Microsoft (Foto: pixabay/mih83)

Mungkin banyak yang mempertanyakan kepada siapa WhatsApp akan dijual. Mengenai hal itu, Parmy berpendapat bahwa ada kemungkinan WhatsApp akan dilepas untuk Microsoft.

"Meta bisa saja menjualnya ke konsorsium atau perusahaan seperti Microsoft, yang sebelumnya pernah tertarik membelinya dan sudah melakukan akuisisi besar dalam beberapa tahun terakhir," tambah Parmy.

Meski begitu, tentu potensi penjualan WhatsApp masih akan banyak spekulasi, dan belum ada tanda-tanda yang kuat soal penjualan tersebut. Mengingat WhatsApp sangat populer, tentunya Mark Zuckerberg akan terus mempertahankannya sebagai bagian dari Meta. (ryn)

Baca Juga:

Mantan Petinggi Menyesal Sudah Jual WhatsApp ke Mark Zuckerberg

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wuling Permudah Konsumen Mobil Listrik untuk Mengisi Daya Baterai
Fun
Wuling Permudah Konsumen Mobil Listrik untuk Mengisi Daya Baterai

Wuling bekerja sama dengan PLN untuk memudahkan konsumen mengisi daya baterai.

E3 2022 Resmi Dibatalkan
ShowBiz
E3 2022 Resmi Dibatalkan

Event E3 benar-benar tidak diselenggarakan di 2022.

Uniqlo Rilis 3 Desain Baru untuk Peace for All
Fashion
Uniqlo Rilis 3 Desain Baru untuk Peace for All

Menghadirkan berbagai grafik istimewa dari sejumlah kolaborator yang memiliki hubungan erat dengan Uniqlo seperti Peanuts dan Lisa Larson.

Jakarta Fashion Trend 2023 Perkuat Kolaborasi Industri Fesyen, Kosmetik, dan Jamu
Fashion
Jakarta Fashion Trend 2023 Perkuat Kolaborasi Industri Fesyen, Kosmetik, dan Jamu

Gambaran upaya kreatif para pelaku fesyen bekerjasama dengan pelaku industri kosmetik dan jamu.

Memperkenalkan Gim Terbaru, Capcom Showcase 2022 Siap Digelar
Fun
Memperkenalkan Gim Terbaru, Capcom Showcase 2022 Siap Digelar

Event daring ini akan memperkenalkan game-game terbaru Capcom.

Penampilan Teraneh di MTV VMA
ShowBiz
Penampilan Teraneh di MTV VMA

Selalu ada yang menarik perhatian.

Teaser Perdana 'Sri Asih' Menjawab Rasa Penasaran Penggemar Bumilangit
ShowBiz
Potensi Pasar Kripto Indonesia di Tengah Bear Market
Fun
Potensi Pasar Kripto Indonesia di Tengah Bear Market

Keterbukaan pemerintah menjadi momentum baik bagi pasar kripto Indonesia.

Resolusi Kurus di 2023, Mulai Kurangi Lemak di Perut
Fun
Resolusi Kurus di 2023, Mulai Kurangi Lemak di Perut

Waktunya untuk mengurangi lemak di perut.

The Rolling Stones Resmi Bergabung di TikTok
ShowBiz
The Rolling Stones Resmi Bergabung di TikTok

Para kreator dari seluruh dunia bisa mengakses katalog musik lengkap mereka di platform tersebut.