Maria Lumowa Tolak Diperiksa, Ada Apa? Pemulangan Maria Pauline Lumowa dari Serbia. (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Pelaku pembobolan kas BNI senilai Rp1.7 triliun, Maria Pauline Lumowa menolak diperiksa oleh polisi. Hal itu lantaran hingga kini yang bersangkutan belum dapat pengacara.

"Pada intinya tersangka meminta pendampingan dari penasihat hukum yang akan disediakan oleh Kedubes Belanda, tetapi karena belum ada jadi penyidikan dihentikan hingga tersangka mendapat bantuan hukum, kami hormati hak tersangka," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setyono di Kompleks Mabes Polri, Senin (13/7).

Baca Juga

Maria Lumowa Emoh Didampingi Pengacara Lokal, Polri 'Colek' Kedubes Belanda

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu balasan surat dari Kedubes Belanda untuk dapat mendampingi proses hukum warganya itu. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan tracing atas aset Maria. Tak menutup kemungkinan penyidik akan meminta bantuan Tim Pemburu Koruptor untuk menelusurinya.

"Kami masih menunggu jawaban resmi dari surat yang telah kami kirimkan. Itu (meminta bantuan) teknis ya. Kami pastikan akan menelusuri digunakan untuk apa saja uang Rp1,7 triliun itu," kata Awi.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) bersama buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa (kiri depan) di dalam pesawat dalam perjalanan dari Serbia menuju Indonesia, Rabu (8/7/2020). ANTARA/HO-Kementerian Hukum dan HAM/pri.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) bersama buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa (kiri depan) di dalam pesawat dalam perjalanan dari Serbia menuju Indonesia, Rabu (8/7/2020). ANTARA/HO-Kementerian Hukum dan HAM/pri.

Maria Pauline Lumowa akhirnya ditangkap setelah 17 tahun lebih menjadi buron. Dia merupakan salah satu tersangka kasus pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Baca Juga

Ikut Tangkap Maria Lumowa, Disebut Cara Yasonna Amankan Jabatan Menteri

Kasus berawal pada periode Oktober 2002 ketika Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai US$136 juta dan 56 juta Euro, atau setara Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Sejak Desember 2003, Maria menjadi buronan atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Baca Juga

Pemerintah Akan Bekukan Aset Maria Pauline Lumowa di Luar Negeri

Pada 2010 dan 2014, pemerintah Indonesia sempat mengajukan ekstradisi ke pemerintah Belanda mengingat Maria sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, tidak diterima dan ditawarkan agar proses hukumnya dilakukan di Belanda saja. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri KP Edhy Prabowo Positif COVID-19
Indonesia
Menteri KP Edhy Prabowo Positif COVID-19

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, terkonfirmasi positif COVID-19

Sederet Program Penanganan Banjir dari Uang Pinjaman Pemerintah Pusat Rp 5,2 Triliun
Indonesia
Sederet Program Penanganan Banjir dari Uang Pinjaman Pemerintah Pusat Rp 5,2 Triliun

Pogram lainnya ialah peningkatan kapasitas sungai dan drainase

Haris Azhar Minta KPK Bongkar Rute Pelarian Nurhadi
Indonesia
Haris Azhar Minta KPK Bongkar Rute Pelarian Nurhadi

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT

Jelang Hari Kemerdekaan, 15 Terduga Teroris JAD Ditangkap
Indonesia
Jelang Hari Kemerdekaan, 15 Terduga Teroris JAD Ditangkap

Mereka ditangkap pada Rabu (12/8) di sejumlah lokasi berbeda, antara lain di Bekasi, Cirebon, Jakarta, Bogor dan Tangerang Selatan.

Keluarga Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air Datangi Bandara Supadio
Indonesia
Keluarga Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air Datangi Bandara Supadio

Pesawat Sriwijaya tujuan Pontianak ini, membawa 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa,7 anak-anak, 3 bayi.

Usai Temui Rizieq, PKS Tegaskan Siap Bersinergi Wujudkan Revolusi Akhlak Bangsa
Indonesia
Usai Temui Rizieq, PKS Tegaskan Siap Bersinergi Wujudkan Revolusi Akhlak Bangsa

Indonesia akan kuat jika dibarengi dengan akhlak yang juga kuat

Gunung Merapi Keluarkan Guguran, Warga Desa Balerante Tetap Nekat Beraktivitas
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan Guguran, Warga Desa Balerante Tetap Nekat Beraktivitas

Desa Belerante berjarak 5 km dari puncak merapi merekam adanya guguran sebanyak satu kali dan terdengar gemuruh pada Kamis (19/11) pagi.

Pusat Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Kerja, Ini Reaksi Anak Buah Anies
Indonesia
Pusat Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Kerja, Ini Reaksi Anak Buah Anies

Gugus Tugas COVID-19 membatasi warga di bawah usia 45 yang boleh beraktivitas normal hanya di 11 bidang usaha.

PA 212 Cs Demo, Polda Metro Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara
Indonesia
PA 212 Cs Demo, Polda Metro Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Adapun rencana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi adanya demonstrasi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Sebelum Naik Pesawat di Bandara Soetta, Lion Air Minta Penumpang Rapid Test
Indonesia
Sebelum Naik Pesawat di Bandara Soetta, Lion Air Minta Penumpang Rapid Test

Dengan demikian, penumpang akan mendapatkan nilai lebih, efektif, dan efisien