Maria Lumowa Segera Diperiksa Soal Pembobolan Bank Senilai Rp1,7 Triliun Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (ANTARA/ HO-Polri)

MerahPutih.com - Tersangka pembobolan kas PT Bank Negara Indonesia (Tbk) Maria Pauline Lumowa rencananya akan diperiksa Selasa (21/7) besok. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 14 saksi.

"Insyaallah besok akan dilakukan pemeriksaan MPL (Maria Pauline Lumowa)," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono di kompleks Mabes Polri, Senin (20/7).

Baca Juga:

Pemerintah Belanda Ogah Bantu Pembobol BNI Maria Lumowa

Pemeriksaan dilakukan usai Maria memilih pengacara dari lis yang diberikan oleh Kedutaan Besar Belanda.

Kini, penyidik lebih dulu memberi kesempatan pada pengacara Maria mempelajari perkara yang menjerat kliennya sebelum menjalani pemeriksaan besok.

"Dapat diketahui bahwa pada Minggu 19 Juli, MPL telah menunjuk pengacara dari lis beberapa waktu yang lalu diajukan oleh Kedubes Belanda dan kemarin telah dilakukan tanda tangan kontrak," ucapnya.

Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020)(ANTARA/Aditya Pradana Putra/nz/aa)
Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/nz/aa)

Kasus berawal pada periode Oktober 2002 ketika BNI mengucurkan pinjaman senilai USD136 juta dan EUR56 juta, atau setara Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Pada Juni 2003, BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Baca Juga:

Ahli Pidana Korupsi UI Diperiksa Polisi Terkait Kasus Maria Lumowa

Sejak Desember 2003, Maria menjadi buronan atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Pada 2010 dan 2014, Pemerintah Indonesia sempat mengajukan ekstradisi ke pemerintah Belanda mengingat Maria sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, tidak diterima dan ditawarkan agar proses hukumnya dilakukan di Belanda. (Knu)

Baca Juga:

Maria Lumowa Tolak Diperiksa, Ada Apa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pangdam Pastikan Wisma Atlet Siapkan Ribuan Kamar untuk Pasien OTG di Jakarta
Indonesia
Pangdam Pastikan Wisma Atlet Siapkan Ribuan Kamar untuk Pasien OTG di Jakarta

Angka penularan COVID-19 di DKI Jakarta sangat tinggi dengan ribuan orang terpapar setiap harinya.

Gegara Demo Setahun Jokowi, Stasiun Gambir Tak Layani Penumpang
Indonesia
Gegara Demo Setahun Jokowi, Stasiun Gambir Tak Layani Penumpang

Diperkirakan massa aksi yang akan mengikuti kegiatan itu berkisar sejumlah 3.000 sampai 5.000 orang.

BW Duga Firli Bahuri Bohong Soal Minta BAP Kasus Walkot Tanjungbalai
Indonesia
BW Duga Firli Bahuri Bohong Soal Minta BAP Kasus Walkot Tanjungbalai

Bambang Widjojanto menduga Ketua KPK Firli Bahuri berbohong soal permintaan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi kasus suap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Ganji Genap di Bogor Bakal dilanjutkan
Indonesia
Ganji Genap di Bogor Bakal dilanjutkan

Minggu (14/2), masih ada pelaksanaan aturan ganjil genap bagi kendaraan bermotor di Kota Bogor. Setelah itu, akan dievaluasi dan dikaji lagi.

Strategi Negara Ekonomi Teratas dan Indonesia Kendalikan Keterpurukan Ekonomi
Indonesia
Strategi Negara Ekonomi Teratas dan Indonesia Kendalikan Keterpurukan Ekonomi

Indonesia fokus pada dua instrumen yaitu fiskal dan moneter sebagai langkah untuk melawan dampak pandemi ini.

Dirlantas Polda Metro Sidak ke Stasiun Tanah Abang
Indonesia
Dirlantas Polda Metro Sidak ke Stasiun Tanah Abang

Dirlantas Polda Metro Jaya mengecek langsung pelaksanaan protokol kesehatan karena sering terjadi kepadatan.

23 Maret, PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Anak Buah Moeldoko Terhadap AHY Cs
Indonesia
23 Maret, PN Jakpus Gelar Sidang Gugatan Anak Buah Moeldoko Terhadap AHY Cs

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengumumkan sidang perkara gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah politikus, salah satunya, Marzuki Alie, terhadap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 23 Maret 2021.

Eks Dirut BTN Resmi Jadi Tersangka Gratifikasi
Indonesia
Eks Dirut BTN Resmi Jadi Tersangka Gratifikasi

Kejagung menemukan pegawai PT Pelangi Putera Mandiri pernah melakukan pengiriman dana kepada menantu Maryono

Jelang Sidang Lanjutan, Rizieq Bakal Dibeking Puluhan Pengacara
Indonesia
Jelang Sidang Lanjutan, Rizieq Bakal Dibeking Puluhan Pengacara

Sebanyak 34 tim pengacara terdakwa Rizieq Shihab bakal menghadiri ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (23/3) besok.