Maraknya Penolakan Jenazah COVID-19, Mendes: Coba Bayangkan Itu Diri Kita Pasien terpapar corona meninggal. (ANTARA/Istimewa)

MerahPutih.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menerbitkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Corona dan Penegasan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Turunan dari surat edaran tersebut kemudian dibuatlah Protokol Desa Tanggap COVID-19 dengan membentuk Relawan Desa Lawan COVID-19 yang dipimpin langsung oleh kepala desa beserta perangkat desa lainnya.

Baca Juga:

Pemkab Boyolali Resmikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Bangunan Rusunawa

Abdul mengatakan, Relawan Desa Lawan COVID-19 memiliki tugas untuk lakukan pencegahan dengan cara edukasi melalui sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat, termasuk pemakaman jenazah pasien virus corona.

"Sosialisasi ini penting agar ada kesamaan pemahaman di desa terkait COVID-19 dan bagaimana cara pencegahannya," ujar Abdul dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (6/4).

Kakak Muhaimin Iskandar ini menyebut, siapa pun yang wafat karena COVID-19 dan sudah diproses sedemikian rupa di Rumah Sakit Rujukan dengan standar WHO maka aman untuk dimakamkan di mana pun.

"Coba kita bayangkan kalau diri kita mengalamai seperti itu, betapa sedihnya. Oleh karena itu, pahamkan kepada masyarakat jika warga yang wafat karena COVID-19, aman dan tidak akan menular," sambung pria yang akrab disapa Gus Menteri.

enteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar berbicara dalam sebuah kegiatan, Jakarta, Senin (6/4/2020). (ANTARA/Humas Kemendes PDTT)
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar berbicara dalam sebuah kegiatan, Jakarta, Senin (6/4/2020). (ANTARA/Humas Kemendes PDTT)

Menurutnya, yang penting proses pemakamanan sesuai standar WHO. Salah satunya tidak boleh berkerumun makanya sosialisasi penting.

Ia mengajak masyarakat untuk membayangkan bila mengalami langsung keadaan tersebut.

Tak hanya itu, pria kelahiran Jombang ini meminta relawan untuk turut menyosialisasikan imbauan agar tidak berkerumun.

Relawan Desa Lawan COVID-19 merupakan satuan yang dibentuk berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Baca Juga:

Jokowi Minta Percepatan Tes COVID-19

Pembentukan Relawan Desa Lawan COVID-19 dilaporkan kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi cq. Gugus Tugas Kawal Desa Lawan COVID-19 (Sekretaris Jenderal) melalui e-mail gugustugaskdlc19@kemendesa.go.id.

SE menjadi dasar bagi perubahan APBDes untuk menggeser pembelanjaan bidang dan sub bidang lain menjadi bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak desa, dan bidang pelaksanaan pembangunan desa untuk kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Pada desa-desa yang masuk dalam wilayah Keadaan Luar Biasa (KLB) COVID-19 maka APBDes dapat langsung diubah untuk memenuhi kebutuhan tanggap COVID-19 di Desa. Kriteria KLB diatur dalam Peraturan Bupati atau Walikota mengenai pengelolaan keuangan desa. (Knu)

Baca Juga:

Seorang Remaja Isolasi Diri Setelah Seluruh Anggota Keluarganya Positif COVID-19


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH