Marak Informasi Sensasi dan Hoaks, ASN Dituntut Jadi Corong Membumikan Pancasila Ilustrasi: PNS Kota Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)

Merahputih.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk menjadi corong dalam membumikan nilai Pancasila. Hal itu diperlukan karena konten arus utama masyarakat saat ini telah terjebak pada narasi bohong, sensasi dan hoaks.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo menilai hal Ini terjadi karena konten-konten tersebutlah yang dianggap menarik dan memiliki nilai tukar dan nilai kemenarikan yang tinggi oleh media. Seperti berita soal hoaks soal kesehatan di era pandemi hingga ujaran kebencian berbau SARA.

Baca Juga:

Ratusan ASN-TKPK Penyintas COVID-19, Solo Dorong Donor Konvalesen Massal

"Lingkaran setan inilah yang membuat narasi negatif, hoaks dan berita bohong sulit ditanggulangi di Indonesia," kata Benny kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (23/9).

Benny menyebut, diperlukan kemampuan dari pihak yang berwenang untuk memberikan kontra narasi. Tentu saja yang dapat meredam konten bernuasa negatif.

Dalam hal ini, ASN dianggap tepat karena mereka adalah abdi negara yang bertugas melayani seluruh lapisan masyarakat.

"Narasi ini, kalau dibiarkan bisa berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Benny.

Apel PNS. (Foto: Antara)
Ilustrasi ASN (Antaranews)

Ia menuturkan, publik harus dapat dipengaruhi dengan narasi yang baik. "Sehingga tidak lagi terjebak pada berita hoaks, narasi bohong dan konten yang tidak pantas di alam maya," ujarnya.

Benny berujar, Aparat pemerintah sebagai publik speaker harus dapat menyadarkan bahwa Bangsa Indonesia tentang Pancasila.

Baca Juga:

Pemkot Potong Tunjangan ASN 30 Persen, Gibran: Gaji Saya Buat Bantu Warga Miskin

Yaitu membiasakan untuk memiliki kerangka berfikir yang berlandaskan pada nilai - nilai Pancasila.

"Tujuannya agar muncul sikap membangun Kesadaran bahwa Nilai Pancasila merupakan Ideologi Bangsa Indonesia," tegasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri Surati Interpol Brasil dan Singapura Terkait Desainer Pesan Organ Manusia
Indonesia
Polri Surati Interpol Brasil dan Singapura Terkait Desainer Pesan Organ Manusia

"Interpol Polri kemarin telah melayangkan surat kepada Interpol Brazil dan juga ditembuskan ke Interpol Singapura, terkait adanya permintaan konfirmasi tentang informasi penggerebekan Polisi Federal Brasil terkait adanya perdagangan organ manusia di Brasil," ucap Ramadhan

Benda Mirip Bom Ditemukan Dekat Kantor Gibran, Polisi: Bukan Aksi Teror Pelaksanaan G20
Indonesia
Benda Mirip Bom Ditemukan Dekat Kantor Gibran, Polisi: Bukan Aksi Teror Pelaksanaan G20

Warga yang menempati benda mencurigakan tersebut langsung dilaporkan petugas Denpom IV/4 Surakarta, atau Kantor Polisi Militer (PM) yang lokasinya berdampingan lokasi.

Menko PMK Muhadjir: Geser Hari Libur Bentuk Keseriusan Tangani COVID-19
Indonesia
Menko PMK Muhadjir: Geser Hari Libur Bentuk Keseriusan Tangani COVID-19

Muhadjir Effendy mengemukakan bahwa kebijakan menggeser hari libur nasional adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya menangani pandemi COVID-19 di tanah air.

Survei: Elektabilitas PSI Tembus 6,1 Persen, PAN dan PPP Terancam Gagal ke Senayan
Indonesia
Survei: Elektabilitas PSI Tembus 6,1 Persen, PAN dan PPP Terancam Gagal ke Senayan

"PDIP, Gerindra, dan Golkar kembali menguasai tiga besar elektabilitas, sedangkan PSI menembus angka 6,1 persen," tutur Reza

Penularan COVID-19 Masih Terjadi, Menkes Wanti-wanti Gelombang Ketiga
Indonesia
Penularan COVID-19 Masih Terjadi, Menkes Wanti-wanti Gelombang Ketiga

Pemerintah kembali memutakhirkan data kasus terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Legislator PKS Nilai Kewajiban Tes PCR untuk Moda Transportasi Bebani Belanja Keluarga
Indonesia
Legislator PKS Nilai Kewajiban Tes PCR untuk Moda Transportasi Bebani Belanja Keluarga

Penambahan beban ini, akan berdampak bagi mereka yang bepergian lebih dari tiga hari

Pemilu 2024 Diusulkan Pakai E-Voting, Ketua Komisi II: Rawan Praktik Manipulasi
Indonesia
Pemilu 2024 Diusulkan Pakai E-Voting, Ketua Komisi II: Rawan Praktik Manipulasi

"Menurut saya kita harus hati-hati betul karena juga di beberapa negara berkembang, e-voting ini juga sudah mulai terkoreksi karena juga rawan praktik manipulasi karena banyaknya hacker dan sebagainya," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).

Strategi Besar Ekonomi dan Bisnis Ala Jokowi
Indonesia
Strategi Besar Ekonomi dan Bisnis Ala Jokowi

"Kita memiliki kekuatan besar ke depan, yakni produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau yang akan kita bangun tahun ini,” ujar Jokowi.

Klaim Isoman, Azis Syamsudddin Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan KPK
Indonesia
Klaim Isoman, Azis Syamsudddin Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan KPK

Diketahui, nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju

Geng Motor Aniaya Polisi di Jaksel  Akhirnya Tertangkap
Indonesia
Geng Motor Aniaya Polisi di Jaksel Akhirnya Tertangkap

Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang anggota Polsek Cilandak.