Marak Bully Pengeroyokan di Sekolah, Anies Bakal Bentuk Gugusan Pencegahan Kekerasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kantornya (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Kasus perundungan disertai penganiayaan di lingkungan sekolah tengah menjadi sorotan di masyakarat. Salah satunya kasus penganiayaan terhadap AY (14) oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Maraknya perkara perundungan di dunia pendidikan membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal membentuk Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Gugusan Pencegahan Kekerasan di sekolah. Gugus tersebut terdiri dari orang tua, murid, guru, tokoh pendidikan, dan pemerintah.

Gugusan ini jadi penting sebagai bentuk pencegahan untuk meminimalisasi terjadinya praktik perundungan disertai kekerasan di sekolah.

Adapun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menerbitkan peraturan atau Permendikbud No 82 tahun 2015. Di mana dalam Permendikbud itu mengharuskan setiap sekolah membentuk gugusan pencegahan kekerasan.

"Peraturan Gubernur, mengenai pembentukan Gugus Pencegahan Kekerasan di sekolah sedang di pro susun sebetulnya. Sudah ada peraturan menterinya, Menteri Pendidikan, yang terkait dengan itu," kata Anies di Jakarta, Kamis (11/4).

Ilustrasi (Foto: learnsafe)

Anies menuturkan dengan adanya Permendikbud itu setiap dunia pendidikan harus memiliki Gugusan Pencegahan Kekerasan.

"Di setiap kota kabupaten harus memiliki tim pencegahan kekerasan di tiap kota. Jadi setiap kota harus punya, itu sudah peraturannya. Kemudian di tingkat sekolah juga ada," tutur dia.

Selama ini, kata dia, sebelum ada peraturan Permendikbud itu masalahan kekerasan di sekolah diselesaikan oleh adat, di diamkan dan bahkan dibawah keranah hukum sebagai tindak pidana.

"Tapi tidak dianggap sebagai masalah pendidikan," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH