Manuver Politik Surya Paloh Bentuk Sakit Hati kepada Jokowi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usia membesuk Wiranto di Jakarta. (Antara/Boyke Ledy Watra)

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh melakukan manuver politik dengan bersilaturahmi dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman beberapa waktu lalu.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai manuver politik yang dilakukan Surya Paloh dapat dipahami sebagai akumulasi kekecewaan terhadap berbagai keputusan Presiden Jokowi belakangan ini.

Baca Juga

PDIP Punya Dendam Lama dengan Nasdem

"Ini boleh jadi bentuk sakit hati, dari lepasnya jabatan jaksa agung yang dulu diduduki kadernya, masuknya Gerindra ke kabinet, dan berbagai peristiwa gimmick politik yang turut melibatkan Jokowi dan Megawati Soekarnoputri," kata Pangi di Jakarta, Minggu (10/11)

Analis politik Pangi Syarwi Chaniago. ANTARA/Dokumen pribadi
Analis politik Pangi Syarwi Chaniago. ANTARA/Dokumen pribadi

Dia mengatakan manuver yang dilakukan Nasdem sudah tidak sehat. Dia melihat apa yang dilakukan Nasdem telah menyebabkan gangguan di internal koalisi partai pendukung Jokowi.

Pangi menekankan, memang masih terlampau dini untuk memastikan bahwa Nasdem tidak akan loyal lagi kepada pemerintahan Jokowi ke depan. Namun berdasarkan sinyal politik yang terlihat, dia mengatakan tampak Nasdem tengah melakukan manuver politik.

Baca Juga

Dilirik Nasdem di Pilpres 2024, Ini Komentar Ridwan Kamil

Selain itu, sebagaimana dilansir Antara, Pangi juga menilai Nasdem memberikan panggung kepada Anies Baswedan dalam pembukaan Kongres Nasdem merupakan bentuk kekecewaan terhadap Presiden Jokowi dan koalisi.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) menghadiri pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11/2019). ANTARA FOTO/
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) menghadiri pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11/2019). ANTARA FOTO/

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu memandang kehadiran Anies di Kongres Nasdem, dapat dilihat sebagai bangunan komunikasi politik hingga Pilpres 2024.

Baca Juga

PDIP Dianggap Tengah 'Mengunci' Ruang Gerak Nasdem

"Pada tahun 2022 saya duga sudah dimulai arah ke Pilpres 2024. Mungkin bagi Nasdem Anies sedang di atas daun. Wajar kalau Anies menjadi masa depan bagi Surya Paloh, dan menganggap Pak Jokowi sudah selesai," pungkasnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH