Manusia Bermental Baja Asli Indonesia Yang Tak Terpikirkan Olehmu Yayan Ruhiyan salah satu sosok bermental baja Indonesia (FOTO: ISTIMEWA)

SIAPAKAH sosok yang terlintas di pikiranmu ketika membicarakan 'manusia bermental baja' asal Indonesia? Sebagian mungkin langsung menyebut Yayan Ruhiyat yang membuat Keanu Reeves kelabakan. Ada pula diantara kalian yang terpesona dengan akting memesona Joe Taslim atau Iko Uwais. Keberanian tiga aktor laga Indonesia tersebut memang tak perlu diragukan lagi. Mental baja yang mereka miliki muncul berkat bekal ilmu bela diri yang mereka miliki. Lantas bagaimana jika ada orang-orang bermental baja meski tak memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni?

Beberapa orang Indonesia membuat mata dunia terpukau karena mental baja yang mereka miliki. Hebatnya lagi, mereka rela mempertaruhkan nyawa demi membawa pulang uang untuk keluarga tercinta. Siapa sajakah manusia bermental baja? Berikut orang-orang bermental baja Indonesia yang tak terpikirkan olehmu.

1. Tukang Sate di Antara Teror Bom Sarinah

Tukang sate sarinah
Tukang sate (FOTO: ISTIMEWA)

Terorisme menjadi catatan kelam bangsa Indonesia di tahun 2015. Aksi tembak tembakan antara pihak kepolisian dan teroris serta ledakan bom tentu saja membuat banyak orang ketakutan dan merasa terancam. Namun tidak demikian dengan Pak Jamal. Penjual sate di daerah Sarinah tersebut tak gentar meski lokasinya hanya berjarak 100 meter dari lokasi ledakan. Dengan santainya ia terus mengipas sate-satenya di tengah desingan senjata. Aksi beraninya tersebut tentu saja membuat banyak orang kagum dan viral di jagat maya. Dirinya bahkan menjadi headline di berbagai surat kabar dunia mulai dari BBC yang berbasis di London, Australia The Sidney Morning Herald, hingga Malaysia Digest. Kendati namanya terkenal hingga seantero dunia, Pak Jamal mengaku tak mengetahui bahwa dirinya viral. "Kaget saya tiba-tiba banyak yang beli minta foto bareng, terus katanya saya terkenal masuk TV," ujar pria paruh baya yang berdomisili di Tanah Abang tersebut. Ketenaran tak membuatnya jumawa. Ia hanya berharap banyaknya orang yang mengenal ia membuat dagangannya laris.

2. Tukang Sepatu di Kerusuhan Jakarta

Tukang Sepatu
Tukang sepatu (Sumber: Twitter/@davidlipson)

Kerusuhan masif yang terjadi pada Rabu (22/5) sukses melumpuhkan perekonomian Jakarta sesaat. Beberapa perusahaan meliburkan pegawainya. Demikian pula para ASN yang bertugas di sekitar lokasi kerusuhan. Sebagai seorang pedagang, seorang pria tak ingin perekonomiannya tersendat begitu saja. Ia tetap pada pendiriannya dan gigih menjajakan sepatu miliknya. Uniknya lagi, ia menjual sepatu justru di titik kerusuhan yakni Sarinah. Keberaniannya berjualan di lokasi kerusuhan membuat seorang jurnalis Australia, David Lipson. Pria yang bekerja sebagai koresponden South East Asia di ABC Australia tersebut mengunggah foto pria yang menggelar dagangannya di tengah kericuhan. "Pria legendaris ini mencoba menjual sepasang sepatu di tengah kerusuhan. Mister! Cuma 100ribu," demikian cuitan Lipson. Warganet pun ramai membalas cuitan tersebut. "Murah lah... Nyalinya lebih mahal dari itu," balas salah satu warganet ketika Lipson menanyakan apakah harga sepatu tersebut mahal.

3. Tukang Ojek Pengantar Paspampres

Ojol
Aplikasi Tukang ojek pemberani (Sumber: Instagram/@keluhkesahojol.id)

'Meledaknya' kerusuhan yang terjadi pada Rabu (22/5) tentu saja membuat para ojek daring was-was. Bagaimana tidak? Sebagai tokoh yang berada di jalanan mereka menjadi saksi betapa ricuhnya suasana hari itu. Beberapa driver pun ogah mengambil penumpang jika harus melewati daerah kerusuhan. Hal berbeda dilakukan oleh seorang ojek online bernama Wahyu Pratama. Bukan hanya harus mengantar customer melewati daerah sekitar kerusuhan, ia justru harus mengantar seorang Paspampres ke Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden. Wow! Bisakah kau bayangkan seberapa besar nyalinya?

Ia pun membagikan kisahnya. "Baru kali ini dapat pengalaman mantep selama ngojol, Pagi pagi dapet customer PASPAMPRES dari Epicentrum ke MAKO PASPAMPRES Tanah abang," demikian judul unggahannya. Dirinya mengatakan bahwa pasukan pengamanan presiden tersebut tak hanya memintanya ngebut tetapi juga menerobos lampu merah. Ketika melewati situasi tidak kondusif tersebut, ia sempat dihadang aparat penjaga bersenjata. "Ane hampir ditembak karena dikira teroris tetapi beliau tetap saja ngotot suruh terabas benteng pertahanan. Beliau bilang, 'minggir beri jalan, Ada tugas yang lebih penting dari kalian, minggir!' Saking tegasnya ampe merinding min gua. Ga berani ngomong disuruh manut aja," demikian bebernya.

Berkat keberaniannya tersebut, ia mendapatkan upah tiga kali lipat dari nominal yang tertulis di aplikasi. "Tapi ya gitu nyawa ane mau melayang, mau ditembak Brimob," tukas ojek daring pemberani tersebut.(avia)

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH