Mantap, Buwas Libatkan Satgultor Perangi Bandar Narkoba Latihan gabungan yang melibatkan tiga matra; Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD (kiri), Denjaka TNI AL (tengah) dan Satuan Bravo '90 Paskhas TNI AU (kanan) di Halim Perdanakusumah, Jakarta. (ANTARA/Widodo

MerahPutih.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) melibatkan unsur TNI dalam memerangi peredaran narkotika. Penanganan narkoba bukan saja menjadi tanggung jawab polisi maupun BNN melainkan semua lapisan masyarakat termasuk TNI.

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso mengatakan peredaran narkoba sudah sangat meresahkan. Hal ini didasari jumlah pengguna berdasarkan data BNN mencapai 6,4 juta jiwa di 2016.

"Saya terpikir tugas berperang adalah TNI, kenapa tidak dilibatkan TNI masuk BNN untuk memerangi para bandar narkoba yang merusak generasi bangsa kita," ucap Buwas, panggilan akrab Budi Waseso, saat orasi ilmiah di tribun Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/10).

Menurutnya, TNI selama ini dilatih untuk berperang, namun nyatanya hanya sebatas latihan dan tidak pernah perang sungguhan. Ternyata, Panglima TNI mendukung rencana itu.

Salah satu pasukan andalan TNI, kata Buwas, adalah Gultor, prajurit terlatih dan dilatih, sehingga ada masukan melibatkan mereka memerangi bandar narkoba.

"Prajurit terlatih ini seharusnya melawan para bandar besar, bukan sebagai penegak hukum tapi bagaimana penyelamatan negara, sebab sudah banyak cara dilakukan tapi tidak maksimal. Musuh negara adalah bandar, bandar musuh negara dihadapi TNI," papar Buwas.

Jenderal bintang tiga ini menegaskan, pihaknya akan bertanggungjawab apabila nantinya TNI menembak mati para bandar dan pemasok narkoba ke Indonesia.

"Kita bertanggungjawab bila TNI menembak mati bandar, biar polisi yang atur. Kita menghargai cara di Filipina tapi, negara kita negara hukum dan punya banyak aturan, tapi malah melemahkan kita. Tujuan TNI berada di BNN, kita inginkan menghilangkan pangsa pasar mereka," tegasnya. (*)

Sumber: Antara



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH