Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19 Mantan Presiden India Mukherjee dan PM Narendra Modi. (Foto: TwitterPM Modi).

MerahPutih.com - Mantan presiden India Pranab Mukherjee, meninggal dunia pada Senin setelah beberapa minggu dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Ia meninggal pada usia 84 tahun.

Pejabat Rumah Sakit Angkatan Darat (Penelitian dan Rujukan) New Delhi mengatakan, pada Senin bahwa Mukherjee mengalami syok septik setelah terserang infeksi paru-paru. Kondisi medisnya sudah menurun sejak Minggu.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Mukherjee adalah politisi veteran yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan keuangan pada pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh partai Kongres.

Baca Juga:

India Terapkan Protokol Baru untuk Pariwisata

"Dia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada lintasan pembangunan bangsa kita," cuit Perdana Menteri India Narendra Modi.

Modi di Twitter mengunggah foto dirinya sedang menyentuh kaki Mukherjee sebagai penghormatan.

"Seorang sarjana yang lebih hebat, seorang negarawan yang tinggi, dia dikagumi di seluruh spektrum politik dan oleh semua lapisan masyarakat."

India yang merupakan negara terpadat kedua di dunia, mencatat lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi secara global sejak 7 Agustus, menyalip jumlah kasus di Amerika Serikat dan Brazil.

Pemerintah India mengkonfirmasi 78.512 kasus baru virus corona pada Senin, sedikit menurun dari rekor yang dilaporkan sehari sebelumnya ketika negara tersebut mencatat lonjakan infeksi harian tertinggi di dunia.

Pada Minggu India mencatat 78.761 kasus baru COVID-19, yang melampaui rekor sebelumnya 77.299 kasus di Amerika Serikat pada 16 Juli, menurut hitungan Reuters.

Dengan total 3,62 juta kasus COVID-19, India dengan cepat mengejar dua negara tersebut dalam jumlah kumulatif kasus. Namun, tingkat kematian akibat COVID-19 di India relatif lebih rendah. Korban meninggal COVID-19 di India tercatat 971 dalam 24 jam terakhir, sehingga menambah total menjadi 64.469 korban.

Baca Juga:

UNDP, WHO dan IOM Sediakan ventilator untuk Pasien COVID-19 di Indonesia

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Staf Kedubes Jerman Sowan ke Markas FPI, TB Hasanuddin Sindir Etika Berdiplomasi
Indonesia
Staf Kedubes Jerman Sowan ke Markas FPI, TB Hasanuddin Sindir Etika Berdiplomasi

Menurut bekas Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, seharusnya Jerman menghormati dan memiliki etika dalam berdiplomasi.

Komjak Diingatkan Tak Bangun Opini di Kasus Jaksa Pinangki
Indonesia
Komjak Diingatkan Tak Bangun Opini di Kasus Jaksa Pinangki

Tindakan Komjak dapat mengganggu jalannya proses hukum yang dilakukan Kejagung

KRL Kembali Angkut dan Turunkan Penumpang di Stasiun Tanah Abang
Indonesia
KRL Kembali Angkut dan Turunkan Penumpang di Stasiun Tanah Abang

Selama 15 hari pembatasan, Stasiun Tanah Abang hanya melayani rata-rata 17.457 pengguna per hari

Anak Jokowi dan 128 Cakada PDIP Lulus Sekolah Partai Gelombang I
Indonesia
Anak Jokowi dan 128 Cakada PDIP Lulus Sekolah Partai Gelombang I

4 sampai 6 September mendatang, 129 kepala daerah yang menjadi peserta, akan mendaftar ke KPUD

Update COVID-19 Senin (3/8): 113.134 Positif, 70.237 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (3/8): 113.134 Positif, 70.237 Sembuh

Pada hari ini ada 14.728 spesimen terkait Corona yang diperiksa

DPR Batasi Peserta Uji Kelayakan Calon Kapolri
Indonesia
DPR Batasi Peserta Uji Kelayakan Calon Kapolri

Komisi III DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (20/1) besok.

Emas jadi Primadona Warga Yogyakarta Berinvestasi dimasa Pandemi
Indonesia
Emas jadi Primadona Warga Yogyakarta Berinvestasi dimasa Pandemi

Produk emas masih menjadi andalan karena pergerakan harga emas yang paling stabil dan mudah diprediksi tren pergerakannya

DPD Partai Demokrat se-Indonesia Sepakat AHY Pecat Kader Pengkhianat
Indonesia
DPD Partai Demokrat se-Indonesia Sepakat AHY Pecat Kader Pengkhianat

Seluruh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat se-Indonesia sepakat dengan keputusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono untuk memecat kader yang berkhianat terhadap partai berlambang Mercy tersebut.

Belasan Terduga Teroris Kelompok JAD Merauke Diterbangkan ke Jakarta
Indonesia
Belasan Terduga Teroris Kelompok JAD Merauke Diterbangkan ke Jakarta

Densus 88 bersama Polda Papua juga mengamankan sejumlah barang bukti