Mantan Pebulutangkis Debby Susanto Bantah Terima Apartement dari Edhy Prabowo Mantan pebulutangkis Debby Susanto. Foto: PBSI

MerahPutih.com - Mantan pebulutangkis Debby Susanto angkat suara terkait namanya yang disebut menerima apartement dari bekas Menteri Perikanan dan Kelautan, Edhy Prabowo terkait kasus ekspor benih lobster.

Klarifikasi peraih gelar All England 2016 ini disampaikan melalui akun Instagram miliknya, @debbysusanto, Kamis (4/2). Dalam video tersebut, Debby dengan tegas membantah kenal dengan Edhy Prabowo.

Baca Juga

KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Duit yang Diamankan di Rumah Dinas Menteri

"Selamat siang semuanya, lewat video ini saya mau mengklarifikasi terkait berita yang menyangkutpautkan nama saya Debby Susanto sebagai penerima unit apartemen dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Edhy Prabowo dalam kasus korupsi ekspor benih lobster," kata Debby.

Adapaun hal-hal yang ingin diklarifikasinya sebagai berikut. Pertama, ia mengatakan tidak pernah kenal bahkan tidak pernah bertemu secara langsung dengan Edhy Prabowo.

Kedua, Debby mengatakan tidak pernah menerima apapun dari Edhy Prabowo termasuk unit apartemen yang disebutkan tersebut.

"Ketiga, disebutkan bahwa saya menerima unit apartemen tersebut di tahun 2010 pada saat saya keluar dari PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan saat itu saya ada di ranking 96 dunia," jelas Debby dikutip Antara.

Ia menekankan pada 2010 masih aktif sebagai atlet PBSI, sebagai pemain ganda campuran berpasangan dengan Muhammad Rijal yang saat itu menempati peringkat 20 dunia.

"Pada tahun 2019 saya baru mengundurkan diri dari PBSI. Kalau di situ kan ditekankan pada tahun 2010 baru keluar dari PBSI. Sedangkan saya tahun 2019 baru mengundurkan diri dari PBSI," kata mantan pasangan Praveen Jordan ini

Keempat, ia menyatakan hal tersebut merupakan pencemaran nama baik, termasuk bagi keluarganya.

"Saya sendiri belum tahu kenapa bisa nama saya ikut terbawa dalam dalam kasus ini. Sampai saat ini, kita juga masih memastikan dari mana sumber awal yang menyebutkan nama saya bisa terbawa. Saya ingin teman-teman media membersihkan nama saya dari kasus ini. Selain tidak ada hubungannya saya dengan kasus ini, saya merasa ini sangat mengganggu privasi saya dan juga keluarga saya," katanya.

Sebelumnya, Edhy Prabowo menjelaskan kedekatannya dengan pebulu tangkis putri Indonesia yang dikaitkan dengan kasus suap tersebut.

"Saya banyak dekat dengan pebulu tangkis laki-laki maupun perempuan, ya semuanya kita sama ratakan. Hanya saja kalau ada dianggap mengirim uang ke sana itu kan saya sering beli kok, beli raket, beli kok badminton, beli alat-alat segala macamnya. Itu kan tinggal dilihat saja," kata Edhy usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/2).

Namun, ia mengaku pada 2010 pernah menyewakan unit apartemen untuk dua pebulu tangkis putri Keysa dan Debby.

"Katanya saya memberikan apartemen, kalau Keysa sama Debby saya sudah sewakan apartemen di Kalibata City sudah lama sejak 2010 begitu saya kenal dia tetapi sampai sekarang tidak ada hubungan khusus, bisa dibuktikan tanya sendiri sama yang bersangkutan," tuturnya. (*)

Baca Juga

Edhy Prabowo Bantah Beli Wine dari Uang Korupsi Benur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak Mantu Jokowi Ikut Bertarung, Sorotan Media ke Pilkada Solo dan Medan
Indonesia
Anak Mantu Jokowi Ikut Bertarung, Sorotan Media ke Pilkada Solo dan Medan

Ramainya pemberitaan menyangkut pilkada di Surakarta dan Medan juga menunjukkan adanya atensi masyarakat dari berbagai wilayah tersebut,

Jaringan Internet Minim, Bawaslu Ragukan Penggunaan Sirekap di Pilkada
Indonesia
Jaringan Internet Minim, Bawaslu Ragukan Penggunaan Sirekap di Pilkada

KPU, menurut Abhan, harus mempertimbangkan pasal sanksi pidana dalam kesalahan-kesalahan teknis yang berakibat pada perubahan hasil yang berdampak pidana karena Sirekap rawan manipulasi data.

Ini 6 Titik Penyekatan Pemudik di Kota Bogor
Indonesia
Ini 6 Titik Penyekatan Pemudik di Kota Bogor

Pada operasi kewaspadaan mudik lebaran ini, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor menurunkan sekitar 15.000 petugas gabungan.

Anggota Polri Dilarang Pergi ke Tempat Hiburan dan Minum Miras
Indonesia
Anggota Polri Dilarang Pergi ke Tempat Hiburan dan Minum Miras

Pelarangan tersebut buntut aksi Bripka CS, anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat yang menembak tiga orang di kafe di Cengkareng dalam kondisi mabuk

Komisi II Agendakan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020 Pekan Depan
Indonesia
Komisi II Agendakan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020 Pekan Depan

Selain itu, berbagai persoalan dalam pelaksanaan pilkada akan dibahas

Paksa Bawa Pulang Jenazah Dalam Perda Penanganan COVID-19 Disanksi Denda Rp7,5 Juta
Indonesia
Paksa Bawa Pulang Jenazah Dalam Perda Penanganan COVID-19 Disanksi Denda Rp7,5 Juta

warga akan dikenakan sanksi denda administratif maksimal Rp7.500.000 bila masyarakat memaksa membawa pulang jenazah dengan kekerasan pasien COVID-19.

Orang Dewasa Divaksin, Anak Terlindungi
Indonesia
Orang Dewasa Divaksin, Anak Terlindungi

Pandemi COVID-19 di Indonesia telah berlangsung satu tahun. Kini, kita menyambut vaksin yang telah lama ditunggu untuk menjadi salah satu solusi mengakhiri pandemi.

Anies Buka Lowongan untuk Pelacak Kontak COVID-19
Indonesia
Anies Buka Lowongan untuk Pelacak Kontak COVID-19

Pemprov DKI Jakarta kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu dalam penanganan COVID-19.

Hasrat Seksual sampai Urusan Ranjang Suami-Istri Jadi Poin Krusial RUU PKS
Indonesia
Hasrat Seksual sampai Urusan Ranjang Suami-Istri Jadi Poin Krusial RUU PKS

"Di satu sisi fakta kekerasan seksual yang terus meningkat dan di sisi lain punya beberapa adab yang tidak bisa 'gebyah uyah' (menyamaratakan)," kata Wakil Ketua Badan Legislasi Willy.

Puan Putuskan Kemendikbud-Ristek Tetap Mitra Komisi X, Kemenperin Pindah ke Komisi VII
Indonesia
Puan Putuskan Kemendikbud-Ristek Tetap Mitra Komisi X, Kemenperin Pindah ke Komisi VII

DPR juga menetapkan perpanjangan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Bencana