Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara (baju hitam) saat menyerahkan bansos sembako kepada warga terdampak COVID-19. (ANTARA/HO.Humas Kemensos)

MerahPutih.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara buka suara soal dugaan keterlibatan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dalam kasus dugaan suap pengadaan bansos COVID-19.

Menurut Juliari, informasi keterlibatan Gibran dalam kasus tersebut tidak benar. Hal itu disampaikan Juliari usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bansos.

Baca Juga

Respons KPK soal Gibran dan Sritex di Kasus Suap Bansos Mensos Juliari

"Berita tidak benar. Itu tidak benar (Gibran terlibat dugaan korupsi bansos)," ujar Juliari, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/12) malam.

Meski demikian, Bendahara Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu tak memberi keterangan lebih jauh perihal bantahan keterlibatan Gibran. Juliari langsung masuk ke mobil tahanan KPK untuk kembali ke Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Nama Gibran dan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mencuat dalam pemberitaan investigasi Majalah Tempo. Gibran disebut merekomendasikan Sritex untuk pengadaan tas kain bansos. Padahal, semula, proyek ini dijanjikan kepada perusahaan kecil dan menengah.

Menteri Sosial Juliari P Batubara (kiri), meninggalkan ruang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara (kiri), meninggalkan ruang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Sementara itu, Gibran dengan tegas membantah terlibat kasus korupsi bansos COVID-19. Ia pun merasa dirugikan karena namanya jadi tercoreng.

"Saya tegaskan itu (korupsi Bansos) nggak bener. Saya tidak pernah merekomendasikan atau memerintahkan, ikut campur dalam urusan Bansos COVID-19," ujar Gibran usai blusukan di Kampung Banyuagung, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (21/12).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima suap.

KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Pon)

Baca Juga

Nama Gibran Diduga Terseret Skandal Korupsi Bansos, FX Rudy: Saya Tidak Tahu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BTS Meals Bikin Ojol dan Layanan Makanan Online Serbu dan Berkerumun di McDonald’s
Indonesia
BTS Meals Bikin Ojol dan Layanan Makanan Online Serbu dan Berkerumun di McDonald’s

terlihat banyak cabang McD yang tutup dan tidak dapat melakukan pemesanan lewat aplikasi seperti GrabFood dan Gofood atau layanan sejenisnya. Misalnya seperti di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dari 11 cabang terdekat seluruh McD terlihat tutup di aplikasi GrabFood.

DPRD DIY Dukung Wacana Sri Sultan Berlakukan Lockdown Total
Indonesia
DPRD DIY Dukung Wacana Sri Sultan Berlakukan Lockdown Total

DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung wacana Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait penerapan lockdown total di wilayah DIY.

Di Tengah Pandemi, Warga Taman Mangu Indah Gelar Ramadan Fest 2021
Indonesia
Di Tengah Pandemi, Warga Taman Mangu Indah Gelar Ramadan Fest 2021

Warga RW 06 Taman Mangu Indah, Tangerang Selatan ini berinisiatif menggelar Ramadhan Fest 2021.

Ratusan Personel Kepolisian Amankan Pelantikan Virtual Gibran Rakabuming
Indonesia
Ratusan Personel Kepolisian Amankan Pelantikan Virtual Gibran Rakabuming

Sebanyak 375 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP akan diterjunkan dalam pengamanan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, Jumat (26/2).

Densus 88 Sita Ratusan Kotak Amal di Sumut Diduga untuk Pendanaan Kelompok Teroris
Indonesia
Densus 88 Sita Ratusan Kotak Amal di Sumut Diduga untuk Pendanaan Kelompok Teroris

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyita ratusan kotak amal dari terduga teroris di Sumatera Utara.

[HOAKS atau FAKTA]: Bumbu Mie Goreng Mengandung Babi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bumbu Mie Goreng Mengandung Babi

Beredar pesan berantai melalui WhatsApp dari Pondok Wali Barokah, Burengan, Kediri bahwa sejumlah bumbu penyedap makanan mengandung daging babi.

Kasus Dodi Alex Noerdin, KPK Usut Keterlibatan DPRD Musi Banyuasin
Indonesia
Kasus Dodi Alex Noerdin, KPK Usut Keterlibatan DPRD Musi Banyuasin

KPK bakal terus mengusut dan mengembangkan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.

Dokter Richard Jadi Tersangka Gegara Posting Pakai Akun yang Disita Polisi
Indonesia
Jelang Libur Akhir Tahun, Vaksinasi Lansia Bakal Digencarkan
Indonesia
Jelang Libur Akhir Tahun, Vaksinasi Lansia Bakal Digencarkan

Peningkatan kasus COVID-19 sering terjadi setelah adanya acara keagamaan dan libur Panjang. Karena itu, pemerintah mulai menentukan strategi persiapan.