Mantan Ketua DPR Diperiksa KPK untuk Setya Novanto ILUSTRASI (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua DPR Marzuki Alie.

"Benar, yang bersangkutan (Marzuki Alie) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto) terkait kasus pengadaan e-KTP," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/8).

Selain Marzukie, penyidik juga memanggil empat saksi lainnya untuk mendalami peran dari Novanto. Mereka adalah mantan anggota DPR RI Numan Abdul Hakim, Ketua Tim Teknis Pengadaan e-KTP Husni Fahmi, Direktur Utama PT Noah Arkindo Hoan Dedei, dan pihak swasta yang bernama Junaidi Adinata.

"Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN," jelas Febri.

Dalam surat tuntutan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut Marzuki Alie disebut menerima uang e-KTP dari Andi Narogong, uang itu diberikan dengan kode 'MA' sejumlah Rp 20 miliar.

Selain itu, terdakwa Irman dalam sidang e-KTP mengatakan Marzuki Alie sempat marah kepada pengusaha Narogong. Irman menyebut hal ini terjadi karena Marzuki Alie tidak mendapat jatah yang sesuai dari proyek e-KTP.

Sementara, nama Husni Fahmi dalam surat dakwaan disebut menerima uang sejumlah USD 150 ribu dan Rp 30 juta. Husni juga disebut berperan sebagai orang yang membagi-bagikan uang dari Sugiharto kepada beberapa tim teknis.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto sudah divonis masing-masing tujuh dan lima tahun penjara. Keduanya terbukti bersalah melakukan korupsi e-KTP secara bersama-sama. (Pon)

Baca juga berita terkait di: Novanto dan Irvanto, Paman dan Keponakan Sama-sama Diperiksa KPK


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

YOU MAY ALSO LIKE