Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Ajukan PK Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK). Atut divonis 7 tahun penjara dalam tingkat kasasi dalam kasus suap terhadap eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Tim kuasa hukum Atut, TB Sukatma menilai terdapat kekhilafan hakim dalam vonis terhadap Atut. Apalagi, pada tingkat kasasi, hukuman Atut diperberat dari empat tahun menjadi tujuh tahun penjara.

Baca Juga

Ratu Atut Bantah Terlibat Korupsi Alkes Banten

"Yang pasti gini, saya nggak hafal satu persatu tapi itu banyak. Banyak novum yang kita ajukan dan novum itu memiliki nilai yang sangat signifikan," kata Sukatma saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/1).

Sukatma mengatakan, pihaknya menyerahkan novum atau bukti baru untuk mengajukan upaya PK. Dia juga akan membawa saksi dan ahli ke dalam persidangan.

"Novum itu novum tertulis dan nanti ada saksi juga yang kita ajukan termasuk ahli juga, termasuk dalam bentuk dokumen. Itu memang menunjukkan signifikan, bahwa ternyata Ibu nggak terlibat dalam perkara sebagaimana ditingkat putusan tingkat kasasi, terus juga putusan di bawahnya Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri," beber Sukatma.

Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di rumah sakit rujukan Pemprov Banten Ratu Atut Chosiyah (tengah) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di rumah sakit rujukan Pemprov Banten Ratu Atut Chosiyah (tengah) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sukatma menilai, putusan pada tingkat pertama hingga kasasi terdapat kekeliruan hakim. Hal ini yang mendasari Atut mengajukan upaya PK.

"Putusan-putusan itu mengandung kekeliruan, yang menghukum Ibu," tutup Sukatma.

Untuk diketahui, Ratu Atut Chosiyah terbukti menyuap Akil Mochtar sebesar Rp 1 miliar untuk memenangkan gugatan salah satu pasangan calon bupati dalam Pilkada Lebak. Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Atut dengan hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 5 bulan kurungan.

Pada tingkat kasasi, hukuman Atut diperberat menjadi 7 tahun penjara. Atut kemudian menjalani masa pidana dalam kasus tersebut. (Pon)

Baca Juga

Bekas Gubernur Jambi Zumi Zola Ajukan Peninjauan Kembali

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Kritik Pemerintah Tiongkok, Jack Ma Menghilang
Indonesia
Usai Kritik Pemerintah Tiongkok, Jack Ma Menghilang

Tiongkok punya sejarah membungkam miliarder pengkritik

Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas, Tim SAR Fokus di Bawah Permukaan Laut
Indonesia
Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas, Tim SAR Fokus di Bawah Permukaan Laut

Tim SAR terus melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan utara Jakarta.

KPK Kecam Unnes atas Sanksi Mahasiswa Pelapor Dugaan Korupsi Rektor
Indonesia
KPK Kecam Unnes atas Sanksi Mahasiswa Pelapor Dugaan Korupsi Rektor

KPK merespons soal adanya informasi seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang dijatuhi sanksi oleh pihak kampus karena melaporkan dugaan korupsi rektor.

Menhub Bakal Longgarkan Transportasi Massal, KRL Ikut PSBB
Indonesia
Menhub Bakal Longgarkan Transportasi Massal, KRL Ikut PSBB

PT KCI melaksanakan cek suhu tubuh bagi seluruh pengguna maupun petugas di stasiun.

Positif Corona, Sekda DKI Saefullah Digantikan Sri Haryati
Indonesia
Positif Corona, Sekda DKI Saefullah Digantikan Sri Haryati

Saefullah saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit (RS) karena terkonfirmasi terpapar virus corona.

Penyaluran Bantuan Tunai Tahap Pertama di Jakpus Selesai Februari 2021
Indonesia
Penyaluran Bantuan Tunai Tahap Pertama di Jakpus Selesai Februari 2021

Dilaksanakan di tiap sekolah yang memiliki lahan luas

[HOAKS atau FAKTA]: Pandemi COVID-19, Seharusnya yang Dibebaskan Narapidana Pencuri Ayam, Bukan Terpidana Koruptor
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pandemi COVID-19, Seharusnya yang Dibebaskan Narapidana Pencuri Ayam, Bukan Terpidana Koruptor

Foto tersebut adalah foto tujuh tahanan KPK di Markas Detasemen Polisi Militer Guntur, Jakarta.

Dinas LH DKI Kumpulkan 859 Kg Masker Bekas di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
Dinas LH DKI Kumpulkan 859 Kg Masker Bekas di Tengah Pandemi Corona

Ratusan limbah medis itu dikumpulkan Dinas LH dari awal PSBB sekira pertengah April.

Wamenkes: Fresh From The Oven, Varian Baru COVID-19 Ditemukan di Indonesia
Indonesia
Wamenkes: Fresh From The Oven, Varian Baru COVID-19 Ditemukan di Indonesia

Mutasi tersebut menjadi peringatan bahwa Indonesia akan menghadapi pandemi dengan tingkat kesulitan semakin berat

Daya Beli Ningkat, UMKM Selamat
Indonesia
Daya Beli Ningkat, UMKM Selamat

Peningkatan daya beli, menjadi kunci memulihkan perekonomian. Daya beli atau konsumsi masyarakat merupakan motor penggerak perekonomian.