Mantan Bupati Banjarnegara Divonis 8 Tahun Penjara Hakim Ketua Rochmad membacakan putusan dalam sidang dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (9/6). ANTARA/ I.C.Senjaya

MerahPutih.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menggelar sidang vonis terhadap terdakwa mantan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada Budhi.

Baca Juga

Bupati Banjarnegara Nonaktif Dituntut 12 Tahun Penjara

Putusan yang dibacakan Hakim Ketua Rochmad dalam sidang Kamis (9/6) itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 12 tahun penjara.

Selain hukuman penjara, Budhi Sarwono juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 700 juta. Jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Namun dalam putusannya, hakim tidak menjatuhkan hukuman tambahan berupa pembayaran yang pengganti kerugian negara sebesar Rp 26,02 miliar sebagaimana tuntutan jaksa.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/9/2021).  ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Mantan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/9/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada dakwaan pertama.

Sementara terhadap dakwaan kedua, melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, hakim menyatakan tidak terbukti.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melanggar dakwaan kedua. Membebaskan terdakwa dari dakwaan kedua," ujarnya.

Baca Juga

Bongkar Kasus Korupsi Bupati Banjarnegara, KPK Periksa Sejumlah Bos Perusahaan

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan terdakwa tidak mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. "Terdakwa tidak mengakui perbuatannya," tambahnya.

Menurut dia, meski tak lagi menjabat sebagai direktur di PT Bumi Rejo, PT Sutikno Tirta Kencana dan PT Buton Tirto Baskoro, setelah menjabat sebagai bupati, terdakwa terbukti tetap membantu menjalankan perusahaan-perusahaan itu.

"Secara tidak langsung terdakwa masih terlibat dalam pengelolaan perusahaan tersebut," tuturnya.

Terdakwa melalui orang kepercayaannya, Kedi Afandi, yang juga diadili dalam perkara ini melakukan pengaturan sedemikian rupa terhadap para kontraktor yang mengikuti lelang pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Banjarnegara itu.

Sementara berkaitan dengan penerimaan gratifikasi, hakim menilai terdakwa tidak menerima uang yang diberikan melalui Kedi Afandi tersebut.

Atas putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum maupun terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir. (*)

Baca Juga

Boyamin MAKI Akui Kelola Perusahaan Keluarga Bupati Banjarnegara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Merugi Rp 2,4 Miliar, Youtuber Magdalena Fridawati Polisikan Mantan Asistennya
Indonesia
Merugi Rp 2,4 Miliar, Youtuber Magdalena Fridawati Polisikan Mantan Asistennya

Youtuber Magdalena Fridawati atau yang dikenal dengan Mgdalenaf mengaku ditipu oleh asitennya sendiri. Ia mengalami kerugian sebesar Rp 2,4 miliar.

1,2 Juta Dosis Pfizer Datang, Stok Vasin Melimpah
Indonesia
1,2 Juta Dosis Pfizer Datang, Stok Vasin Melimpah

Pemerintah terus meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah.

Meski Berbeda Pandangan Politik, Anggara Wicitra Tetap Nonton Langsung Formula E
Indonesia
Meski Berbeda Pandangan Politik, Anggara Wicitra Tetap Nonton Langsung Formula E

Berbeda politik tak membuat kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melewatkan momen bersejarah dalam gelaran Formula E di Jakarta, pada 4 Juni 2022 mendatang. Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mengaku antusias ingin menyaksikan balap mobil bertaraf internasional itu. Hingga ia rela merogoh kocek dari kantongnya sendiri untuk membeli tiket Jakarta E-Prix tersebut.

KPK Amankan Sejumlah Uang dalam OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Amankan Sejumlah Uang dalam OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Tim penindakan KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam operasi senyap tersebut.

Kanada Sita Rp 4,59 Triliun Aset dan Transaksi Libatkan Orang Rusia
Dunia
Kanada Sita Rp 4,59 Triliun Aset dan Transaksi Libatkan Orang Rusia

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Kanada telah memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 1.000 individu dan entitas dari dan di Rusia, Ukraina, dan Belarusia.

Wakil Ketua MPR Dukung Jadwal Pemilu dari KPU
Indonesia
Wakil Ketua MPR Dukung Jadwal Pemilu dari KPU

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan memberikan dukungannya terhadap jadwal Pemilu dari KPU. Menurutnya, tanggal pelaksanaan pemilihan pada 21 Februari 2024 sudah sangat tepat untuk disepakati.

Kremlin Ungkap Pembicaraan Vladimir Putin dengan Jokowi
Indonesia
Kremlin Ungkap Pembicaraan Vladimir Putin dengan Jokowi

Berita komunikasi Jokowi dengan Putin langsung dimuat di situs resmi Kremlin. Pembicaraan juga membahas kegiatan G20 yang akan berlangsung di Jakarta.

DPR Minta BSSN Evaluasi Mendalam Usai Situs Diretas
Indonesia
DPR Minta BSSN Evaluasi Mendalam Usai Situs Diretas

Kejahatan cyber kerap terjadi namun hingga sekarang belum ada pilar hukum paling ampuh

Koruptor hingga Bandar Narkoba Tak Bisa Lagi Sembunyi di Singapura
Indonesia
Koruptor hingga Bandar Narkoba Tak Bisa Lagi Sembunyi di Singapura

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura, di Bintan, Kepulauan Riau.

10 Atlet Renang di APG Positif COVID-19
Indonesia
10 Atlet Renang di APG Positif COVID-19

Ada 10 orang atlet ASEAN para Games XI (APG) ke-XI yang bertanding untuk cabang olahraga renang di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah dinyatakan positif COVID-19, Senin (1/8).