Manjakan Lidah dan Mata di Bukittinggi Kota Bukittinggi menyimpan banyak dsestinasi wisata. (Foto" lihat)

MENDENGAR kata Bukittinggi, mungkin kita akan membayangkan Jam Gadang sebagai landmark kota tersebut. Tapi wisata di sana tak sebatas Jam Gadang loh! Bukittinggi menyimpan keindahan panorama alam yang tak terbayangkan. Salah satu wisata alam andalan Bukittinggi adalah Ngarai Sianok.

Dari puncak menara Jam Gadang, kita bisa melihat Ngarai Sianok, lembah, dan bukit dan bangunan-bangunan modern. Ngarai Sianok menjadi latar belakang landmark Sumatera Barat yang dibuat tahun 1926 tersebut. Keberadaannya membuat pemandangan di Jam Gadang menjadi semakin istimewa.

ngarai sianok
Ngarai Sianok yang memiliki panorama ciamik. (Foto: bukittinggikota)

Atmosfer yang terdapat di Ngarai Sianok sangat menakjubkan. Bagaimana tidak. Kita bisa melihat hamparan bukit berwarna hijau, sawah, sembari menghirup udaranya yang bersih dan sejuk serta mendengar suara kicauan burung dan gemericik air sungai.

Jika ingin bersantai menikmati keindahan Ngarai Sianok, berkunjunglah ke tempat makan yang ada di sana. Tak jauh dari Ngarai Sianok terdapat sebuah kafe bernama Taruko Café Resto. Untuk ke kafe tersebut, kita hanya perlu menempuh waktu sekitar 20 menit. Taruko Café Resto menawarkan konsep yang cukup unik. Kafe ini terletak di dasar lembah dan dikelilingi bukit-bukit, sawah, dan sungai. Para pengunjung bisa makan di pondok-pondok bernuansa khas Minang.

janjang koto gadang
Janjang Koto Gadang 'Tembok Cina' Bukittinggi. (Foto: kesiniaja)

Selain Taruko café Resto, kita juga bisa berkunjung ke rumah makan lainnya yakni Rumah Pohon Abdul. Rumah makan ini terletak di jalur pendakian Lambah – Sianok, Koto Gadang KM 1, Kabupaten Agam. Waktu tempuh dari Jam Gadang ke Rumah Pohon Abdul hanya sekitar 10 menit. Rumah Pohon Abdul juga menyuguhkan konsep yang tak kalah keren. Kita bisa menikmati keindahan Ngarai Sianok sembari menikmati kopi hangat di atas rumah pohon.

Puas menikmati keindahan Ngarai Sianok, kita bisa menyusuri “Tembok Cina” milik Bukittinggi, yakni Janjang Koto Gadang. (avia)

Kredit : iftinavia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH