Kuliner
Manisnya Rambut Nenek Negeri Aing Jajanan tradisional rambut nenek yang melegenda sejak 90-an. (Foto: Instagram/@fendimodena)

JANGAN langsung membayangkan rambut nenek yang putih. Cuma namanya kok rambut nenek. Makanan khas Negeri Aing ini diberi nama seperti itu karena memang isiannya memiliki rupa seperti rambut, berhelai-helai dan warnanya memang memutih seperti uban.

Jajanan jadul anak SD ini rasanya manis banget. Namun, saat ini sudah sangat jarang ditemui ada pedagang rambut nenek wara-wiri baik itu di area sekolah maupun di gang-gang rumah. Tapi justru karena kelangkaannya, jajanan asli negeri aing ini sekarang seperti naik kelas dari jajanan SD sampai tersedia di supermarket.

Baca juga:

Laksa, Kuah Santannya Menggoyang Lidah Aing

Pada awalnya warna rambut nenek hanya putih. Tetapi semakin kesini, banyak penjual rambut nenek memadukan dengan warna dan rasa yang lebih bervariasi, seperti warna merah muda, biru atau hijau. Rasanya pun juga bermacam-macam, ada durian, melon, hingga pandan.

Jajanan tradisional rambur nenek yang sekarang banyak varian rasa. (Foto: Instagram/@tokoarumanisanakoe2020)

Biasanya, rambut nenek disantap sebagai isian di antara dua wafer renyah berbentuk pipih tanpa rasa. Selain menambah tekstur renyah ketika disantap, wafernya juga meringankan rasa manis dari gulanya. Di lidah tidak bikin belenger dan manisnya tetap pas.

Menurut laporan jurnal pengabdian masyarakat oleh Nurul Badriyah, Uul ST. Chusnul Khotimah, dan M. Tahjudin dari Universitas Islam Lamongan, jajanan tradisional rambut nenek berasal dari Kabupaten Lamongan. Ada juga yang menyebutkan jajanan ini dari Kota Malang. Namun keberadaannya sekarang semakin langka dan sulit untuk dijumpai karena banyaknya pesaing jajanan produk luar negeri.

Baca juga:

Ragusa, Es Krim Legendaris Negeri Aing

Dulu, rambut nenek dapat dijumpai dengan mudah di beberapa penjual arum manis. Mereka menjajakannya dengan berkeliling, dipikul, atau naik sepeda. Menariknya, penjual akan memainkan alat musik rebab yang digesek seperti biola supaya lebih mudah menunjukkan keberadaannya kepada warga aing.

Dalam laporan yang berbeda jajanan rambut nenek merupakan sebutan atau istilah lain dari arbanat. Jajanan yang populer di tahun 1990-an ini juga dikenal dengan arum manis. Namun, nama sebenarnya adalah arbanat karena pada awalnya jajanan ini hanya berwarna putih seperti uban nenek-nenek.

Barbe a Papa, jajanan manis asal Prancis yang mirip dengan rambut nenek. (Foto: Instagram/@latelierdetoiles)

Bahkan, dulu jajanan rambut nenek dibeli hanya dengan cara menukarkan barang bekas lho. Barang bekas tersebut sudah dikategorikan yang bisa dijual kembali, seperti botol atau kaleng.

Untuk pembuatannya, bahan dasar rambut nenek terdiri dari gula pasir, tepung terigu, pewarna makanan, dan air. Untuk menunggu proses memasak sampai jadi adonannya mengental, membutuhkan waktu sampai berjam-jam.

Menariknya, jajanan ini tidak hanya populer di negeri aing. Tercatat, ada beberapa negara yang memiliki jajanan serupa. Salah satunya Prancis, jajanan tersebut terkenal dengan sebutan Barbe a Papa, yang artinya, jenggot ayah. Namun, jika diperhatikan lagi, bentuknya lebih mirip dengan permen kapas. (rzk)

Baca juga:

Sistem Pondasi Cakar Ayam Made In Negeri Aing Berhasil Mencengkeram Dunia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Marosok, Jual Beli Hewan Ternak dengan Jabat Tangan
Tradisi
Marosok, Jual Beli Hewan Ternak dengan Jabat Tangan

Tradisi ini masih dipertahankan hingga sekarang karena diyakini mampu mengurangi persaingan harga antarpenjual.

Melestarikan Warisan Budaya Lewat Metaverse
Tradisi
Melestarikan Warisan Budaya Lewat Metaverse

Mengenal warisan budaya Indonesia lewat metaverse.

Mengenal Lebih Baik tentang Hospitality
Travel
Mengenal Lebih Baik tentang Hospitality

Hospitality adalah sikap ramah antara tuan rumah dengan tamunya.

Naik Pesawat Ke Cepu, Nikmati Potensi Wisatanya
Travel
Naik Pesawat Ke Cepu, Nikmati Potensi Wisatanya

Cepu punya potensi pengembangan daerah wisata dan telah menjadi penggerak ekonomi wilayah sekitarnya.

Makan Siang Berseni di Mangan All Day Dining JHL Solitaire
Kuliner
Makan Siang Berseni di Mangan All Day Dining JHL Solitaire

Kolaborasi seni dan kuliner di Mangan JHL Solitaire.

Gang Raden Jibja, Kampung Kaligrafi di Kota Bandung
Travel
Gang Raden Jibja, Kampung Kaligrafi di Kota Bandung

Penuh dengan hiasan kaligrafi dari potongan hadits, ayat Al Quran dan Asmaul Husna.

Nagih Banget, Mi Laksa Babah Ramu
Hiburan & Gaya Hidup
Nagih Banget, Mi Laksa Babah Ramu

Punya aroma kuah nan khas, menggugah selera.

Kuliner Nusantara Sajian Favorit Berbuka Puasa
Kuliner
Kuliner Nusantara Sajian Favorit Berbuka Puasa

Beragam kuliner juga dijajakan menjelang buka puasa mulai dari jalanan, hingga rumah makan, hotel, dan restoran.

Adventure Family Package, Staycation Sambil Bertualang Bersama Keluarga di JHL Solitaire
Travel
Adventure Family Package, Staycation Sambil Bertualang Bersama Keluarga di JHL Solitaire

Menginap di kamar mewah sambil bermain bersama si kecil.

Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia
Tradisi
Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia

Kepercayaan itu penting untuk menjamin tradisi donasi masyarakat Indonesia tak disalahgunakan.