Mangku Sakti, Air Terjun Anti Mainstream di kaki Gunung Rinjani Air Terjun Mangku Sakti (Instagram@dorafrikawakawakaeyey)

RINJANI adalah salah satu gunung yang populer di Indonesia. Banyak para pendaki lokal atau mancanegara yang berusaha menaklukan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl.

Namun, keindahan alam yang dihasilkan Gunung Rinjani bukan hanya ada di atas puncaknya saja. Di kaki gunungnya kamu juga bisa melihat panorama menakjibkan seperti Air Terjun Mangku Sakti.

Air terjun ini memang memiliki track yang cukup menantang. Jadi jika kamu adalah traveler manja lebih baik mengurungkan niat pergi ke sana. Sebaliknya, kalau kamu berjiwa petualang, maka perjalanan ke Mangku Sakti akan menjadi pengalaman tersendiri.

Air terjun dengan warna hijau tosca

banyak ngarai kecil (Instagram/oddy_septiadi)
Banyak ngarai kecil (Instagram@oddy_septiadi)

Air terjun Mangku Sakti memang anti maenstream. Di sini kamu akan melihat air yang tak jernih melainkan berwarna hijau tosca. Warna tersebut bukan berarti air di sana kotor. Pasalnya air terjun itu sudah bercampur dengan belerang.

Belerang tersebut berasal dari Kokoq Puteq atau Sungai Putih yang bersumber dari Segara Anak di Gunung Rinjadi. Karena campurannya ini banyak masyarakat percaya kalau mandi di air terjun tersebut mampu menyembuhkan penyakit kulit.

Tapi warna tersebut hanya akan didapatkan saat musim kemarau saja. Karena di musim hujan air akan menjadi keruh dan aliran yang sangat deras. Saat musim hujan juga cukup berbahaya karena jalur menuju air terjun menjadi licin.

Banyak spot menarik

Banyak spot foto cantik (Instagram/swastika_gita)
Banyak spot foto cantik (Instagram@swastika_gita)

Pesona di Mangku Sakti bukan hanya air terjunnya saja. Di sana kamu akan melihat bebatuan ngarai yang berbentuk unik. Batu tersebut menjadi aliran air yang berkelok-kelok tajam.

Bagi yang berfoto tentu tempat tersebut menjadi spot yang menarik. Tapi ingat kamu harus berhati-hati di sana, jangan sampai kamu terpeleset dan jatuh ke dalam ngarai.

Akses ke Air Terjun

Air terjun ini sangat cocok dikunjungi traveler sejati (Instagram/marshallsastra)
Air terjun ini sangat cocok dikunjungi traveler sejati (Instagram@marshallsastra)

Seperti yang dijelaskan tadi, akses menuju air terjun ini cukup sulit. Dari area parkir kamu harus berjalan lagi melewati jalur setapak serta memasuki hutan rimba. Dari parkiran akan memakan waktu sekitar 20 menit.

Namun, sebelum bersusah payah melewati jalur setapak, kamu juga harus melalui akses sulit dengan kendaraan bermotor. Disarankan kamu menyewa kendaraan yang tahu rute setidaknya hingga Sembalun. Dari Desa Sembalun Lawang menuju Desa Sajang membutuhkan waktu satu jam menggunakan mobil. (yani)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani