Mangga Agrimania, Buah Unggulan Indramayu Mangga Agrimania (Foto: MP/Mauritz)

WILAYAH Indramayu dikenal dengan hasil buah mangganya. Di sini bertebaran penjual maupun kebun mangga. Karena itu, tidak heran jika Indramayu kerap disebut sebagai Kota Mangga. Buah mangga menjadi potensi unggul dari Indramayu.

Salah satu mangga primadona di Indramayu adalah Mangga Agrimania, dengan nama latin Mangifeca Indica. Nama Agrimania pun dihakpatenkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dengan nomor SKTDPBB Nomor 521.32/50/50 DISTASNAK.

Baca juga:

Jelajahi 5 Tempat Wisata Paling 'Recommended' di Natuna

Mangga agrimania menjadi unggulan di Indramayu (Foto: Pixabay/liwanchun)
Mangga agrimania menjadi unggulan di Indramayu (Foto: Pixabay/liwanchun)

Jenis mangga ini masih tergolong baru, namun menjadi produk unggulan di Indramayu, bahkan Indonesia. Mangga Agrimania juga dinobatkan sebagai juara 1 buah mangga unggul nasional pada 2014 lalu oleh Kementerian Pertanian.

Bibit mangga jenis ini ditemukan pada tahun 1992 silam. Awal mulanya, Mangga Agrimania ini merupakan hasil seleksi dari jenis indigenous dari Indramayu, yang secara tidak sengaja ditanam oleh para petani.

Baca juga:

Hangat Nikmat Sup Ikan ala Bali

Kemudian ketika tumbuh, bibit pohon mangga bisa berubah. Ada yang menyesuaikan dengan pohon induknya, ada juga yang mengalami penyimpangan. Hal ini dialami oleh bibit pohon Mangga Agrimania.

Mangga Agrimania (Foto: MP/Mauritz)
Mangga Agrimania (Foto: MP/Mauritz)

Ketika sudah matang, Mangga Agrimania ini berbentuk mirip dengan mangga gedong gincu dengan warna ke merah-merahan. Rasanya manis legit.

Hal yang menjadikan Mangga Agrimania ini sebagai primadona di Indramayu adalah ukuran buahnya yang jumbo, dan memiliki bobot yang fantastis, yakni bisa mencapai 2 kilogram untuk satu buah Mangga Agrimnia.

Karena bobotnya tersebut, mangga ini dijual dengan harga Rp40.000 per kilogram oleh para pedagang buah. Jika di supermarket, harganya bisa mencapai Rp80.000 per kilogram.

Tulisan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Baca juga:

Menikmati Pemandangan Kota Cirebon dari Atas Bukit Gronggong

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ciri Khas Madura dalam Sepiring Nasi Serpang
Kuliner
Aktivitas Wisata di Kepulauan Togean yang Sayang untuk Dilewatkan Pelancong
Travel
Aktivitas Wisata di Kepulauan Togean yang Sayang untuk Dilewatkan Pelancong

Melancong ke Togean, sayang untuk melewatkan aktivitas seru yang bisa dilakukan di sana.

Haul Sultan Agung, Kasunan Surakarta Adakan Upacara Adat Wilujengan
Tradisi
Haul Sultan Agung, Kasunan Surakarta Adakan Upacara Adat Wilujengan

Haul Sultan Agung dilakukan sebagai bentuk penghargaan akan sosok pendiri Kerajaan Mataram Islam.

Bebek Pedas dari Kota Pahlawan
Kuliner
Bebek Pedas dari Kota Pahlawan

Bebek goreng Surabaya juga sohor seantero Tanah Air.

Sederet Pameran di Museum MACAN Sepanjang Tahun 2020
Travel
Sederet Pameran di Museum MACAN Sepanjang Tahun 2020

Program tahun 2020 akan dibuka dengan pameran video masif bertajuk Manifesto pada Februari – Mei 2020

Nanti Kita Cerita Taman Hutan 'Impian' Bukit Soeharto
Indonesiaku
Nanti Kita Cerita Taman Hutan 'Impian' Bukit Soeharto

BELUM begitu ajek alasan mengapa Taman Hutan Raya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bernama Bukit Soeharto.

Shrimp Toast, Cobain Resep Olahan Roti Tawar dan Udang
Kuliner
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya
Tradisi
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya

Aparat gabungan menghentikan sementara aktivitas lalu lintas saat peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.17 WIB di simpang Tugu Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Berburu Kemeriahan Natal di Pasar Asemka
Tradisi
Berburu Kemeriahan Natal di Pasar Asemka

Umat Kristiani mendatangi pusat perbelanjaan untuk berburu pernak-pernik penghias rumah dan pohon Natal di Pasar Asemka, Jakarta

Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa
Indonesiaku
Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Dalam buku tersebut, Muljana, doktor bidang sejarah dan filologi Universitas Louvain, Belgia, menera sebagian Wali Songo dan Raden Patah berdarah Tionghoa.