Manfaat Mengagumkan Lompat Tali untuk Tubuh Lompat tali memberi banyak manfaat.(Foto: TB12 Sports)

KAMU mungkin enggak menganggap serius lompat tali sebagai jenis olahraga. Meskipun terlihat sederhana, aktivitas lompat tali ini lebih efektif daripada olahraga kardio lainnya.

Sebuah studi yang diterbitkan Research Quarterly: American Association for Health, Education, and Recreation di 2013 menemukan pria usia 20-an yang menghabiskan 10 menit lompat tali setiap hari selama enam minggu memiliki kebugaran kardiovaskular yang meningkat. Jumlah itu sama dengan mereka yang menghabiskan 30 menit joging untuk periode waktu yang sama. Selain itu, lompat tali memiliki lima manfaat yang tak main-main.

BACA JUGA:

Sehatnya Memelihara Ikan

1. Membakar kalori

lompat tali
Membakar banyak kalori. (foto: Jetsetty)


Lompat tali dapat membakar 200 hingga 300 kalori dalam 15 menit. Itu mungkin lebih efektif daripada latihan kardio berkelanjutan lainnya seperti lari atau naik sepeda. "Aktivitas ini membakar lebih banyak kalori daripada kardio keadaan stabil, mulai dari mendayung atau joging hingga bersepeda dan berenang," kata pelatih olahraga profesional dan pencipta The Jillian Michaels Fitness App, Jillian Michaels.

Karena sebagian besar kelompok otot utama bekerja ketika kita lompat tali, latihan ini dianggap thermogenik (olahraga yang menciptakan banyak panas dalam tubuh). Tubuh perlu membakar lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan energi ini, sehingga latihan ini membakar banyak kalori. "Kamu akan segera mengetahui lompat tali selama 2 menit sebagai pemula. Itu akan sangat menantang kemampuan kardiovaskularmu," kata personal trainer, Morgan Rees.

Detak jantung akan segera naik dan harus mempertahankan jumlah energi yang dihasilkan untuk otot-otot. Hal itu meningkatkan pembakaran kalori serta menantang berbagai sistem energi tubuh.


2. Meningkatkan koordinasi

lompat tali
Lompat tali meningkatkan koordinasi. (foto: minute mirror)

Lompat tali membutuhkan koordinasi terbaik, terutama ketika harus mengayunkan tali dua kali dalam setiap lompatan dengan cepat. "Lompat tali meningkatkan koordinasi karena memerlukan beberapa bagian tubuh berkomunikasi untuk menyelesaikan satu gerakan," kata Rees.

Kaki harus melompat seirama dengan saat pergelangan tangan berputar untuk menciptakan gerakan melompat terus-menerus. Jurnal Penelitian Farmasi dan Teknologi mengungkapkan bahwa lompat tali membantu meningkatkan koordinasi motorik di antara anak-anak autis yang sering berjuang dengan keseimbangan dan koordinasi.


3. Mengurangi risiko cedera

lompat tali
Punya risiko cedera minim. (foto:TB12 Sports)


Dengan kesederhanaan gerakan dan instrumen yang digunakan, olahraga ini memiliki risiko cedera yang cenderung kecil. Selain itu, lompat tali juga memaksa kita untuk mengoordinasikan gerakan tubuh bagian atas dan bawah sehingga kesadaran tubuh kita meningkat pesat. Dengan demikian, peluang untuk cedera lebih sedikit.


4. Meningkatkan kesehatan jantung

lompat tali
Membuat jantung memompa lebih kuat. (foto: times of India)

Lompat tali membuat jantungmu memompa lebih keras. Hal tersebut bagus untuk sistem kardiovaskular dan kesehatan jantungmu. Lompat tali dapat meningkatkan V02 Max kita. Apa itu V02 Max? V02 Max adalah ukuran jumlah maksimum oksigen yang dapat digunakan seseorang selama berolahraga. Semakin tinggi VO2 max seseorang, semakin banyak daya tahan kardiovaskular yang dimiliki.

Lompat tali juga bermanfaat bagi orang yang sudah berisiko terkena penyakit kardiovaskular. Sebuah studi pada 2018 yang diterbitkan dalam European Journal of Applied Physiology menemukan bahwa lompat tali selama 12 minggu mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular pada remaja putri yang mengalami prehipertensi, atau tekanan darah tinggi batas. Pada akhir penelitian, para gadis yang rutin lompat tali tersebut memiliki lemak tubuh yang lebih rendah, lebih sedikit lemak tubuh di perut, dan denyut nadi yang lebih baik. Semua aspek itu berkontribusi besar bagi kesehatan jantung.


5. Memperkuat kepadatan tulang

lompat tali
Melatih kepadatan tulang lewat latihan menumpu. (foto: openfit)


Kepadatan tulang diukur dari banyaknya mineral seperti kalsium di tulang. Mereka yang kekurangan kalsium cenderung memiliki tulang yang rapuh dan cenderung patah. Lompat tali bisa membuat tulang kita lebih kuat. Kepadatan tulang yang lebih tinggi juga dapat mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari, terutama untuk anak perempuan dan perempuan.

Public Library of Science merilis hasil studi di 2017 dan menemukan bahwa anak perempuan berusia 11 hingga 14 tahun yang berpartisipasi dalam kegiatan lompat tali memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak lompat tali. Pada 2019, masyarakat Korea untuk Penelitian Tulang dan Mineral juga merekomendasikan agar orang-orang lompat tali selama 10 menit sehari untuk meningkatkan kekuatan tulang.

"Lompat tali membangun kepadatan tulang melalui latihan tumpuan," jelas Michaels. Ketika kita berlatih dengan gerakan tumpuan, kita menuntut tulang lebih agresif daripada olahraga lainnya. Tubuh pun akan merespons stres itu dengan mengubah tulang menjadi lebih kuat dan lebih padat. Menurut International Osteoporosis Foundation, lompat tali juga bermanfaat bagi orang-orang dengan tulang lemah.(avia)


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH