Manajemen Keuangan dan Literasi Investasi Tingkatkan Keamanan Finansial

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 21 September 2022
Manajemen Keuangan dan Literasi Investasi Tingkatkan Keamanan Finansial
Berinvestasi tak harus menunggu jadi konglomerat dulu. (Foto: JalaHoaks)

INFLASI melanda tiap tahun. Harga-harga kebutuhan akan terkerek naik. Selain memperjuangkan kenaikan gaji, orang juga harus siap-siap dengan keadaan gawat. Karena itu, orang disarankan mempunyai dana darurat.

Dana darurat disiapkan demi keamanan finansial. Caranya dengan melakukan investasi dan menerapkan manajemen keuangan yang baik dan benar.

Kegiatan berinvestasi saat ini sangat populer di Indonesia. Berinvestasi tak harus menunggu jadi konglomerat dulu. Kamu juga bisa melakukannya secara kecil-kecilan. Para pesohor dan jago investasi pun bermula tak lebih dari kaum kere hore yang uang makannya cuma cukup Senin-Kamis. Melalui serangkaian perjuangan, investasi mereka berhasil dan naik kelas.

Tak sedikit dari mereka yang membagikan kisah kesuksesan berinvestasi. Meskipun belakangan ini muncul berbagai investasi bodong, tren investasi masih sangat digemari.

Baca juga:

Nonton 'Mencuri Raden Saleh' Sambil Belajar Investasi Kripto

investasi keamanan finansial
Selain berinvestasi, manajemen keuangan yang baik juga perlu diperhatikan. (Foto: Freepik/Rawpixel.comjpg)

Sayangnya perkembangan tren investasi tak diiringi dengan pembelajaran bagaimana berinvestasi yang baik dan benar. Ini mengakibatkan investor pemula rentan gagal. Maka sebelum berinvestasi, kamu sebaiknya pelajari skema dan sistemnya dulu.

Selain berinvestasi, manajemen keuangan yang baik juga perlu diperhatikan. Setidaknya kamu bisa membatasi gaya hidup dan membedakan mana kebutuhan, mana keinginan.

“Pentingnya manajemen arus kas pribadi. Kenapa orang kaya merasa berlebih dan orang middle class income merasa selalu tidak cukup? karena sumber penghasilan dari orang kaya itu beragam, sedangkan dari kelas menengah hanya satu," ujar Rizki Marman Saputra, Dosen Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Universitas Indonesia, dalam webinar Jakarta Solid seri ke-6.

Oleh sebab itu, investasi menjadi salah satu cara bagi masyarakat yang ingin memperoleh pendapatan lebih. Melakukan manajemen keuangan yang benar adalah langkah awal berinvestasi.

“Investasi itu harus mulai dari sekarang dan bisa mulai dari yang kecil. Karena perubahan ke depannya tidak bisa kita ukur,” ucap Lucky, Senior Vice President and Product Development IdStore.

Baca juga:

Begini Seharusnya Manajemen Keuangan Generasi Sandwich

investasi keamanan finansial
Nilai investasi sejalan dengan risiko. (Foto: Freepik/Jcomp)

Lucky menjelaskan bahwa konsep investasi seperti lomba maraton. Keuntungan diperoleh dalam jangka panjang dan jauh. Pelari maraton tak akan menggeber habis tenaganya dari awal. Begitu pula para investor. Tak mengucurkan seluruh dana di awal.

Nilai investasi sejalan dengan risiko. Semakin tinggi nilai investasi, risikonya pun tinggi. Begitu pula sebaliknya. Namun, risiko juga paralel dengan keuntungan yang diperoleh. Risiko tinggi akan menuai pula keuntungan yang tinggi. Demikian pula sebaliknya. Jangan tergiur dengan iming-iming untung besar dari investasi yang kecil.

Tapi jangan juga lupa daratan. Mengguyur semua dana untuk investasi demi keuntungan besar. Kuncinya, lagi-lagi, adalah pengendalian diri yang dalam bahasa modern disebut manajemen keuangan.

Oleh sebab itu, pilihlah investasi digital yang aman. Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan memastikan apakah platform yang kita tuju sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika aman, biasanya ditemukan logo OJK dalam platform tersebut. (nbl)

Baca juga:

Kiat Bagi Milenial untuk Merdeka Secara Finansial

#Investasi #Finansial
Bagikan
Bagikan