Mampukah Vitamin C Menangkal COVID-19? Vitamin C (Foto: Pixabay/ivabalk)

VIRUS corona atau COVID-19 memang membuat siapapun menjadi khawatir. Bagaimana tidak, virus yang berasal dari Provinsi Wuhan, Tiongkok menyebar secara masif dan tak pandang bulu. Di Indonesia sendiri jumlah pasien positif COVID-19 terus bertambah.

Saat ini dokter dan ilmuwan di seluruh dunia berusaha untuk menemukan vaksin atau metode pengobatan yang efektif dalam memberantas COVID-19. Mereka sedang menguji beberapa antimalaria, antivirus, dan obat Unani yang ada untuk melihat apakah vaksin ciptaannya dapat melawan COVID-19.

Baca juga:

Bantu Media Lokal AS dari Dampak COVID-19, Facebook Gelontorkan USD 100 Juta

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan. Salah satunya yakni menjaga asupan vitamin C dalam tubuh. Bahkan Dr Andrew G. Weber asal New York mengatakan orang yang terinfeksi corona pulih dengan lebih cepat setelah menerima vitamin C dibandingkan orang yang tidak menerima dosis vitamin C.

Vitamin C (Foto: Pixabay/pixel2013 )
Vitamin C (Foto: Pixabay/pixel2013)

Vitamin C memang sangat penting bagi manusia. Ia adalah antioksidan kuat yang berkontribusi pada sistem kekebalan tubuh kita dengan mendukung berbagai fungsi seluler. Kekurangan nutrisi penting ini menyebabkan gangguan imunitas dan gejala-gejala seperti kulit kasar, lemah, anemia dan sendi yang bengkak.

Fungsi utama vitamin C adalah untuk melindungi tubuh dari patogen dan meningkatkan aktivitas pembersihan di dalam tubuh. Pembersihan radikal bebas sangat penting untuk menyelamatkan sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin C juga sangat efektif untuk mencegah dan mengobati infeksi saluran pernapasan.

Baca juga:

Self-Quarantine Bagai LDR, Lakukan 4 Cara Pacaran Ala Pandemi Corona!

Vitamin C dikaitkan dengan beberapa proses peradangan dan kekebalan. Ini membantu dalam produksi dan fungsi sel darah putih dan melawan beberapa penyakit radang. Bukan hanya itu, vitamin C juga diketahui memiliki peran antivirus dan antibakteri.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal The Royal Society of Medicine mengatakan bahwa vitamin C meningkatkan fungsi sel-T dalam tubuh kita dan mengurangi multiplikasi virus. Ini juga meningkatkan resistensi terhadap berbagai infeksi virus dan bakteri seperti pneumonia.

Berbagai macam buah yang mengandung vitamin C (Foto: Pixabay/silviarita)
Berbagai macam buah yang mengandung vitamin C (Foto: Pixabay/silviarita)

Penurunan kadar vitamin C dalam tubuh kita dapat menyebabkan bronkitis akut dan pneumonia serta infeksi paru-paru lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertahankan dosis vitamin C yang cukup dalam tubuh yaitu 75 mg untuk perempuan dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.

Studi lain menunjukkan bahwa pneumonia berkurang menjadi sekitar 80 persen pada orang yang diberi asupan vitamin C diet. Sementara untuk flu biasa menurun rata-rata 50 persen.

Bagaimana untuk virus corona?

COVID-19 menyebabkan menumpuknya cairan di paru-paru dan menghancurkan kapiler alveolar. Sebuah studi uji klinis yang dilakukan pada bulan Februari 2020 menunjukkan bahwa vitamin C membantu menghilangkan cairan alveolar dan mencegah menumpuknya cairan sehingga mengurangi kerusakan pada paru-paru. (Yni)

Baca juga:

Mengapa Pen Perlu Kembali Dicabut Setelah Operasi Patah Tulang?


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH