Mampu Hadapi Badai Resesi, Indonesia Lebih Baik dari Malaysia dan Singapura Ilustrasi - Gedung perkantoran di Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 telah menghantam sendi kehidupan masyarakat yang juga berimbas pada sektor perekonomian. Akibatnya, banyak negara negara maju dunia berada di jurang resesi.

Apalagi, sekarang diperparah dengan perang antara Rusia dan Ukraina yang memberikan dampak buruk pada persoalan supply and demand berbagai kebutuhan pokok dunia.

Menanggapi isu tersebut, ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan bahwa negara ini mampu menghadapi badai dinamika resesi. Ia menganalisis perekonomian nasional relatif aman dan sedang menuju masa pemulihan pasca-pandemi.

Baca Juga:

Sidang Tahunan MPR: Bamsoet Ungkap Risiko Resesi Indonesia Sangat Kecil

"Masa depan ekonomi global memang sedang gelap, akibat ketidakpastian. Tetapi kendati demikian, kondisi Indonesia sebenarnya dapat dikatakan baik-baik saja," kata Piter melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/8).

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2021 tumbuh sebesar 5,44 persen year on year (YoY). Bank Indonesia (BI) menyatakan, peningkatan ini ditopang oleh permintaan domestik yang meningkat, terutama konsumsi rumah tangga dan peningkatan kinerja ekspor.

"Dengan pertumbuhan 5,44 persen, kita sedang dalam proses pemulihan ekonomi, menuju perbaikan. Setidaknya kita lebih baik dari Malaysia dan Singapura," paparnya.

Sementara itu, Wealth Advisory Head Bank UOB Indonesia Diendy Liu mengatakan, meski Indonesia kuat terhadap kondisi ekonomi global saat ini, tapi ia menyarankan agar setiap individu waspada dengan cara mengelola keuangan dengan baik.

Baca Juga:

Perusahaan Startup Terimbas Resesi Global

Sebab menurutnya, salah satu cara agar publik tidak terkena dampak yang signifikan akibat tekanan ekonomi ialah dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik di tengah situasi ketidakpastian ekonomi.

"Kita harus mengukur daya beli kita sebagai individu. Kita harus mulai pilah-pilah apa saja yang mau kita konsumsi. Ada yang disebut dengan penghasilan bersih setelah kita membayar pajak. Dari sana kita bisa mengalokasikan untuk kebutuhan pokok kita, antara sandang, pangan, papan, termasuk cicilan. Bagi yang sudah berkeluarga mungkin tambahan biayanya adalah pendidikan. Dari sana, pastikan kita masih punya sekitar 30 persen. Kemudian dari sisa 30 persen inilah kita bisa mengalokasikannya ke instrumen keuangan," terang Diendy.

Untuk masuk dalam kategori individu yang kuat menahan tekanan dinamika ekonomi saat ini, maka menurut Diendy, perencanaan keuangan dan membangun portofolio keuangan menjadi kuncinya.

Diendy menambahkan, publik mesti mengetahui instrumen keuangan berdasarkan ragam pilihan yang aman demi menghindari dampak dari ketidakstabilan yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi individu. (Asp)

Baca Juga:

Pemerintah Harus Perkuat Sektor Pertanian Guna Hadapi Resesi Ekonomi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
30 Juta Warga Asing Menuturkan dan Pelajari Bahasa Indonesia
Indonesia
30 Juta Warga Asing Menuturkan dan Pelajari Bahasa Indonesia

Berdasarkan Undang-Undang No.24 Tahun 2009 yang mengamanatkan supaya bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa Internasional.

Anies Tak Bisa Cabut Pergub Penggusuran karena Jabatan Mau Habis, PDIP: Ini Gimik Politik
Indonesia
Anies Tak Bisa Cabut Pergub Penggusuran karena Jabatan Mau Habis, PDIP: Ini Gimik Politik

Kemungkinan besar Pemerintah DKI tidak bisa mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 207 Tahun 2016.

Salat Id di JIS, Ini 6 Kantong Parkir yang Bisa Masyarakat Manfaatkan
Indonesia
Salat Id di JIS, Ini 6 Kantong Parkir yang Bisa Masyarakat Manfaatkan

Rencananya, Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, akan dijadikan lokasi salat Idul Fitri pada 1 Syawal 1443 Hijriah. Salat Id digelar di kawasan ramp barat dan ramp timur JIS. Salat Id di JIS juga akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria, hingga tokoh ulama di DKI Jakarta.

Ketum Perbasi DKI Jakarta Minta Semua Pihak Hormati Putusan Baori
Indonesia
Ketum Perbasi DKI Jakarta Minta Semua Pihak Hormati Putusan Baori

Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) menolak gugatan Julizar Idris terkait hasil Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-12 yang memutuskan Hidayat Humaid memimpin KONI DKI Jakarta periode 2022-2026.

Minyak Goreng Mahal dan Langka, Satgas Mafia Pangan Solo Siapkan Operasi
Indonesia
Minyak Goreng Mahal dan Langka, Satgas Mafia Pangan Solo Siapkan Operasi

"Kita tetap telusuri penyebab mahalnya minyak goreng. Pedagang dan pembeli kita pantau," kata Kompol Djohan.

Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik
Indonesia
Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik

Perayaan Natal Tahun 2021 pada saat pandemi COVID-19 dilaksanakan dengan ketentuan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No SE 33 Tahun 2021

[HOAKS atau FAKTA]: Putin Tidak Hadir ke KTT G20 karena Parade Angkatan Laut
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Putin Tidak Hadir ke KTT G20 karena Parade Angkatan Laut

Akun Twitter dengan nama pengguna “GuthengSamsi” mengunggah sebuah video yang menunjukkan parade yang dilakukan oleh pasukan angkatan laut.

Rencana Diresmikan Puan Maharani, Pasar Legi Solo Bocor
Indonesia
Rencana Diresmikan Puan Maharani, Pasar Legi Solo Bocor

Angin kencang dan air hujan dari luar masuk ke atap dan bocor. Alhasil, lantai Pasar Legi lantai dua penuh air.

KKB Pimpinan Lewis Kogoya Bakar Puskesmas dan Rumah di Kabupaten Paniai
Indonesia
KKB Pimpinan Lewis Kogoya Bakar Puskesmas dan Rumah di Kabupaten Paniai

Kamp penampungan pendulang yang ada di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Papua, dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu pagi (20/3).

5 Capres Pilihan Publik Versi Survei, Ada Prabowo hingga Sandiaga Uno
Indonesia
5 Capres Pilihan Publik Versi Survei, Ada Prabowo hingga Sandiaga Uno

Point Indonesia merilis hasil survei nasional bertajuk “5 Capres Pilihan Publik 2024” di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (10/4).