Malaysia Wajibkan Tes Swab ke Pekerja Asing Pekerja asal Indonesia di Perak. ANTARA Foto/Agus Setiawan

MerahPutih.com - Pemerintah Malaysia mewajibkan tes swab bagi pekerja warga negara asing untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Biaya sepenuhnya ditanggung oleh majikan tempat mereka bekerja.

"Sidang khusus hari ini mendengar usulan dari Kementerian Sumber Manusia mengenai rencana untuk mewajibkan tes swab kepada semua pekerja warga asing di Selangor, Negeri Sembilan, Pulau Pinang, Sabah, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Labuan," ujar Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob di Kuala Lumpur, Jumat (20/11), seperti dikutip Antara.

Hingga 31 Oktober 2020, terdapat sebanyak 1.615.834 pekerja warga asing aktif di negara ini. Enam negara bagian mempunyai banyak kawasan perindustrian serta jumlah pekerja warga asing yang besar.

Baca Juga:

Eks Perdana Menteri Malaysia Sesalkan Pemilu Sabah Bikin COVID-19 Meroket

"Atas nasihat Kementrian Kesehatan Malaysia sidang setuju agar swab tes jenis RTK–antigen diwajibkan atas semua pekerja warga asing di Selangor, Negeri Sembilan, Pulau Pinang, Sabah, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Labuan," katanya.

Baca Juga:

Malaysia Tarik Biaya Karantina Warga Asing Rp16 juta

Bagi pekerja warga asing yang mengikuti PERKESO (BPJS Tenaga Kerja), biayanya ujian saringan ditanggung bersama pihak majikan dan PERKESO.

"Subsidi bagi ujian RTK–Antigen sebanyak RM60 bisa diminta dituntut kepada PERKESO dan biaya selebihnya dibayar oleh majikan. Bagi pekerja bukan PERKESO, biaya saringan COVID-19 ditanggung sepenuhnya oleh majikan," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Malaysia Catat 822 Kasus Baru Virus Corona

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pura-pura Menderita Tuna Netra, Peserta SBMPTN di Solo Diskualifikasi
Indonesia
Pura-pura Menderita Tuna Netra, Peserta SBMPTN di Solo Diskualifikasi

"Kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi calon mahasiswa lainnya untuk tidak mencoba berbuat curang. Kami akan mendiskualifikasi jika mencoba berbuat curang," pungkas Yunus

Wakil Ketua KPK: 6 Jabatan Masih Kosong, Termasuk Jubir
Indonesia
Wakil Ketua KPK: 6 Jabatan Masih Kosong, Termasuk Jubir

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan terdapat enam jabatan dalam struktur masih lowong.

Ojol Diminta Tak Berkerumun untuk Cegah Penyebaran COVID-19
Indonesia
Ojol Diminta Tak Berkerumun untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Pelayanan ojek online harus juga memperhatikan jaga jarak sosial atau social distancing.

COVID-19 Bermutasi di Malaysia, Ahli Patogen Tiongkok Redam Ketakutan Massal
Dunia
COVID-19 Bermutasi di Malaysia, Ahli Patogen Tiongkok Redam Ketakutan Massal

Virus COVID-19 beradaptasi dengan DNA warga dan lingkungan setempat

Masyarakat Adat Bayan Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani
Indonesia
Masyarakat Adat Bayan Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani

Menjaga Gunung Rinjani itu, kata dia, sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat adat Bayan

29 Oknum Anggota TNI Tersangka Perusakan Polsek Ciracas
Indonesia
29 Oknum Anggota TNI Tersangka Perusakan Polsek Ciracas

Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat (AD) menetapkan 29 orang tersangka yang semuanya adalah prajurit TNI AD dari berbagai satuan.

Garuda Indonesia Bebaskan Biaya 'Refund Tiket' Imbas Macet Panjang Penjemputan Rizieq Shihab
Indonesia
Garuda Indonesia Bebaskan Biaya 'Refund Tiket' Imbas Macet Panjang Penjemputan Rizieq Shihab

Rizieq Shihab tiba di Indonesia pukul 10.00 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Novel Ingin Bertemu dengan Kedua Pelaku Penyiraman Air Keras
Indonesia
Novel Ingin Bertemu dengan Kedua Pelaku Penyiraman Air Keras

Keinginan Novel untuk bertatap muka dengan kedua tersangka sudah disampaikan ke penyidik.

Polda Metro Jaya Gandeng 18 Ormas Tanah Abang Awasi Protokol Kesehatan
Indonesia
Polda Metro Jaya Gandeng 18 Ormas Tanah Abang Awasi Protokol Kesehatan

Polda Metro Jaya menggandeng 18 organisasi masyarakat (ormas) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk mengawasi kedisplinan warga soal protokol kesehatan COVID-19.

Disebut Lambat Ungkap Penyerang Novel, Polisi Berdalih Kurangnya Bukti
Indonesia
Disebut Lambat Ungkap Penyerang Novel, Polisi Berdalih Kurangnya Bukti

Presiden Jokowi memberi tambahan waktu kepada Polri untuk mengusut kasus yang terjadi sejak dua tahun lalu