Malam Ini Satpol PP DKI Razia Pasar Malam yang Masih Bandel Beroperasi "Saya dapatkan laporan banyak bahwa sekarang dibuka lagi pasar-pasar malam, nanti malam akan ada kegiatan operasi skala besar di masing-masing kota, secara serentak nanti malam 19.00 WIB akan bergerak

MerahPutih.Com - Malam ini Satpol PP DKI Jakarta akan menggelar razia ke pasar malam yang masih membandel saat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Satpol PP DKI Arifin mengaku, bahwa pihaknya mendapatkan laporan bahwa banyak pasar malam yang beroperasi dan tak menaati aturan saat PSBB.

Baca Juga:

Romo Magnis Ajak Masyarakat Bangun Sikap Solidaritas di Tengah Pandemi COVID-19

"Saya dapatkan laporan banyak bahwa sekarang dibuka lagi pasar-pasar malam, nanti malam akan ada kegiatan operasi skala besar di masing-masing kota, secara serentak nanti malam 19.00 WIB akan bergerak," kata Arifin di Jakarta Jumat (22/5).

Anggota Satpol PP DKI Jakarta
Ilustrasi: Para anggota satpol PP DKI Jakarta (Foto: @satpolppdki)

Arifin menuturlan, anggota Satpol PP baik tingkat provinsi, kota, kecamatan hingga kelurahan akan dikerahkan secara serentak untuk menertibakan keramaian pasar malam di wilayahnya masing-masing.

"Ini adalah hari pertama PSBB dilanjutkan tahap ke 3, saya ingin kirim pesan kepada seluruh warga bahwa Satpol PP tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah lelah kita akan terus mengetatkan pengawasan pendisiplinan, penindakan kepada warga yang melanggar PSBB," terang Arifin.

Baca Juga:

Arus Balik Berpotensi Picu Gelombang Kedua Penyebaran Corona

Mengenai sanksi terhadap keramaian di pasar malam, lanjut Arifin, akan bervariasi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran PSBB di Jakarta.

"Sanksinya macam-macam, mulai dari teguran, sanksi kerja sosial seperti nyapu-nyapi, ada sanksi penyegelan kalau dia tempat usaha, dan juga ada sanksi denda kalau dia bukan termasuk tempat usaha yang dikecualikan," tutupnya.(Asp)

Baca Juga:

Syafrin Akui Selama PSBB Jalan Raya Masih Banyak Kendaraan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Harap Tak Ada Warga Tutupi Kasus COVID-19
Indonesia
Anies Harap Tak Ada Warga Tutupi Kasus COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan tidak ada warga ibu kota yang menutup-nutupi jika terdapat kasus COVID-19 di lingkungannya.

Sekat Pemudik, Pemprov DKI Ikuti Kebijakan Korlantas Polri
Indonesia
Sekat Pemudik, Pemprov DKI Ikuti Kebijakan Korlantas Polri

Korlantas Polri menyiapkan 333 titik penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat melakukan mudik 2021.

Komnas HAM Periksa Anggota Polisi dalam Kasus Penembakan Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Periksa Anggota Polisi dalam Kasus Penembakan Laskar FPI

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM ) kembali memanggil pihak kepolisian.

1.092 Orang Mendaftar Program Kartu Pra Kerja di Solo
Indonesia
1.092 Orang Mendaftar Program Kartu Pra Kerja di Solo

"Sebanyak 1.097 orang ini merupakan pendaftar tahap satu sampai tiga. Untuk tahap empat kami kurang mengetahuinya kapan akan dibuka pemerintah," kata dia.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Gratis Hanya untuk Peserta BPJS Kesehatan Aktif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Gratis Hanya untuk Peserta BPJS Kesehatan Aktif

Akun Facebook Ainul Mustofa membagikan sebuah gambar yang berisi narasi menyebut Jokowi akan gratiskan vaksin hanya kepada peserta BPJS Kesehatan yang aktif.

Jalur Bandara Macet Parah, Penumpang Diminta Jadwal Ulang Penerbangan
Indonesia
Jalur Bandara Macet Parah, Penumpang Diminta Jadwal Ulang Penerbangan

Maskapai yang telah mengkonfirmasi dapat dilakukannya rescheduled atau refund adalah Lion Air, Batik Air, Garuda Indonesia dan Citilink.

Aturan Bagi Warga Tangerang yang Hendak Berkegiatan Selama Ramadan 2021
Indonesia
Aturan Bagi Warga Tangerang yang Hendak Berkegiatan Selama Ramadan 2021

Untuk sahur on the road, buka bersama dan takbir keliling serta kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan

Pemprov DKI Selidiki Lonjakan Klaster Perkantoran di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Selidiki Lonjakan Klaster Perkantoran di Jakarta

Lanjut Widyastuti, saat ini pihaknya masih menyelidiki faktor pemicu meningkatnya klaster perkantoran dari data epidemiologi, yang mana beberapa kasus yang ditemukan juga berhubungan dengan klaster keluarga.

[Hoaks atau Fakta]: Pemkot Pekanbaru Tarik Vaksin COVID-19 Karena Tidak Ampuh
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Pemkot Pekanbaru Tarik Vaksin COVID-19 Karena Tidak Ampuh

Alasan penarikan vaksin Covid-19 tersebut bukan karena tidak ampuh, melainkan untuk mencocokkan data vaksin di rumah sakit dengan jumlah persediaan vaksin.

Anies Revitalisasi JPO Sudirman, Didedikasikan untuk Nakes Meninggal akibat COVID-19
Indonesia
Anies Revitalisasi JPO Sudirman, Didedikasikan untuk Nakes Meninggal akibat COVID-19

Pemprov DKI Jakarta berniat akan merevitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sudirman dengan mendedikasikan kepada petugas kesehatan yang meninggal akibat COVID-19.