Malam ini Diprediksi Warga Jakarta Tinggalkan Ibu Kota Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebut, pihaknya telah memprediksi kalau puncak arus mudik dari Jakarta menuju ke arah luar dimulai sejak Selasa (27/10) hingga tengah malam.

"Prediksi puncak kepadatan mulai nanti sore sampai malam sampai dengan Rabu pagi. Sedangkan, prediksi arus puncak sebaliknya Minggu siang sampai Senin," ujarnya di Polda Metro Jaya, Selasa (27/10).

Pada siang hari ini, Sambodo mengaku pihaknya telah memberlakukan larangan truk tiga sumbu ke atas melewati jalur tol. Sempat terjadi kemacetan di beberapa titik tol di Jakarta karena hal ini.

Baca Juga

2.999 Personel Polisi Amankan Libur Panjang Maulid Nabi dan Cuti Bersama

"Mulai siang tadi telah melakukan penyekatan truk sumbu tiga ke atas mulai tadi siang jam 12.00 WIB kendaraan sumbu Tiga ke atas tidak boleh melewati jalur tol, semua lewat arteri," katanya.

Terkait skema buka tutup rest area, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di rest area karena selama masa pandemi COVID-19, kapasitas rest area dibatasi hanya sebesar 50 persen. Di Polda Metro Jaya rest areanya ada di KM 19, KM 39 dan KM 33 yang diterapkan sistim buka tutup ini.

Sambodo mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pengelola rest area terkait skema buka tutup ini. Sambodo mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan waktu libur panjang di rumah saja lantaran masih dalam masa pandemi COVID-19.

Baca Juga

Jelang Libur Panjang, Penderita Corona Hampir Tembus 400 Ribu Kasus

"Kalaupun teman-teman masyarakat akan berpergian, baik ke tempat wisata atau ke sanak keluarga pastikan untuk tetap memperhatikan proses dan pastikan keluarga yang berpergian itu sehat sehingga tidak menulari warga atau saudara," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjual Senjata 'Bang Jago' yang Ancam Warga di Duren Sawit Terancam 20 Tahun Penjara
Indonesia
Penjual Senjata 'Bang Jago' yang Ancam Warga di Duren Sawit Terancam 20 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, tersangka AM alias S pun dijerat dengan Undang-Undang Dadurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Pemkot Solo Ubah Aturan Penanganan COVID-19, Anak di Atas 5 Tahun Boleh Masuk Mal
Indonesia
Pemkot Solo Ubah Aturan Penanganan COVID-19, Anak di Atas 5 Tahun Boleh Masuk Mal

Dalam SE baru ini anak di atas 5 tahun boleh masuk mal. Dari aturan sebelumnya hanya anak usia di atas 12 tahun ke atas yang boleh masuk mal.

Hakim 'Kopi Sianida' Berebut Kursi Anggota KY
Indonesia
Hakim 'Kopi Sianida' Berebut Kursi Anggota KY

Binsar mengawali kedinasan sebagai staf pada Direktorat Pidana MA

TNI Dikerahkan Cari Tokoh Penggerak Kerusuhan saat Aksi UU Cipta Kerja
Indonesia
TNI Dikerahkan Cari Tokoh Penggerak Kerusuhan saat Aksi UU Cipta Kerja

"Lalu cari dan temukan tokoh di lapangan yang menggerakkan. Karena itu yang penting," kata Dudung.

Terkendala Impor Baja Tiongkok, Pembangunan Stadion Persija Bakal Tertunda
Indonesia
Terkendala Impor Baja Tiongkok, Pembangunan Stadion Persija Bakal Tertunda

Kebutuhan baja untuk proyek stadion Klub Persija ini cukup besar, mencapai 25 persen dari total biaya.

Relawan Satgas COVID-19 Mundur Berjamaah, Doni Monardo Tak Mampu Melarangnya
Indonesia
DPR Nilai Penusukan Syekh Ali Jaber Berpotensi Jadi Ajang Provokasi
Indonesia
DPR Nilai Penusukan Syekh Ali Jaber Berpotensi Jadi Ajang Provokasi

"Tahan dulu, jangan berpikir macam-macam. Sebaiknya kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian," sebut politikus PPP ini.

Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Membludak hingga 1.377 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Membludak hingga 1.377 Orang

Aris melanjutkan, dari 1.377 pasien itu, didominasi kaum pria.

Pasca Longsor Sumedang, 29 Warga Tewas dan 12 Orang Masih Hilang
Indonesia
Pasca Longsor Sumedang, 29 Warga Tewas dan 12 Orang Masih Hilang

"Dan 12 orang masih dinyatakan hilang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Minggu (17/1).

Calon Anggota KY Pilihan Jokowi Kompeten Jadi Komisioner
Indonesia
Calon Anggota KY Pilihan Jokowi Kompeten Jadi Komisioner

Tapi banyak faktor lain yang turut dinilai selama uji kelayakan dan kepatutan yaitu integritas, komitmen, dan kapasitas