Makna di Balik Diplomasi Layang-Layang Jokowi dan PM India Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Sri Narendra Modi menyaksikan pameran layang layang bertema Ramayana. Foto: Antara

MerahPutih.com - Hubungan erat dua negara di dunia bisa terjalin lewat berbagai cara, bahkan melalui medium layang-layang sekalipun. Indonesia dan India membuktikannya kepada dunia ketika Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Sri Narendra Modi menerbangkan layang-layang bersama di Monumen Nasional (Monas) kemarin.

Diplomasi layang-layang Jokowi dan PM Modi menyiratkan banyak hal. Menteri Pariwisata Arief menilai kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia pada 29-30 Mei 2018 ini akan berdampak baik bagi pariwisata Indonesia. Apalagi India dan Indonesia memiliki kedekatan budaya, seperti yang tampak pada pameran layang-layang ini.

"Kedekatan budaya keduanya sangat erat. Kondisi ini tentu menjadi nilai positif. Kami optimis jumlah kunjungan wisata India masih bisa dikembangkan. Jarak tempuhnya juga ideal," kata Arief, dilansir dari Antara, Kamis (31/5).

jokowi dan PM India
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India Sri Narendra Modi menerbangkan layang-layang bersama di Monumen Nasional (Monas)

Kunjungan wisman asal India ke Indonesia memang terus bertambah, pada tahun 2017 jumlah kunjungannya mencapai 485.314 orang. Jumlah ini meningkat 28,798 persen atau sebanyak 108.512 orang, dibandingkan tahun 2016 sebesar 376.802 wisatawan.

Pertalian Dua Budaya

Aksi kedua Kepala Negara di Monas itu merupakan bagian dari perayaan peringatan ke-70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India. Jokowi dan Modi bersama-sama juga membuka pameran layang-layang dengan tema Ramayana.

layang layang
Menerbangkan Layang Layang. Foto: Antara

Mereka juga berfoto bersama para ahli layang-layang dari kedua negara untuk kemudian menerbangan layang-layang berlogo 70 tahun Indonesia-India. Layang-layang yang diterbangkan bersama kedua Pemimpin Negara itu merupakan buatan Museum layang-layang Indonesia.

Untuk pameran bertema Ramayana ini, India menyertakan 15 ahli layang-layang. Tidak hanya itu, 50 layang-layang terbaik asal India juga untuk dipamerkan. Layang-layang sendiri memiliki banyak jenis, mulai dari bentuk dua dimensi hingga tiga dimensi. Beragam persiapan untuk acara ini dilakukan sebelumnya termasuk "rehearsel event" yang dilakukan pada Selasa (29/5) mulai pukul 12.30 WIB di Silang Monas. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH