Makna Bunga Melati yang Sering Muncul dalam Acara Kenegaraan Indonesia Bunga melati seringkali menghiasi acara-acara kenegaraan di Indonesia. (Youtube/TVP)

RUANG rapat paripurna gedung DPR/MPR penuh bunga melati. Bunga itu berukuran kecil, diameternya sekira 2,5 sentimeter. Kelopaknya berwarna putih di setiap sisi. Aromanya wangi nian. Bunga melati tak sekadar hiasan, tapi juga punya makna mendalam bagi Indonesia.

Bunga melati berasal dari Asia Selatan. Nama latinnya Jasminum sambac. Meski bukan bunga asli Indonesia, melati kadung dinobatkan sebagai salah satu Bunga Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993.

Bunga melati disebut pula Puspa Bangsa. "Karena bunga ini melambangkan kemurnian dan kesucian," catat Titiek Widyastuti dalam Teknologi Budidaya Tanaman Hias Agribisnis.

Keppres menyebutkan tentang perlunya mewujudkan kepedulian dan rasa cinta terhadap satwa dan bunga pada umumnya, serta Satwa dan Bunga Nasional pada khususnya, di kalangan segenap lapisan masyarakat.

Tak mengherankan jika bunga melati seringkali menghiasi acara-acara kenegaraan di Indonesia. Seperti dalam acara pidato tahunan Presiden saban Agustus. Bunga ini kembali terlihat jelas di ruang rapat paripurna gedung DPR/MPR pada 16 Agustus 2022 lalu.

Baca juga:

Ornamen Nusantara Motif Batik Kawung dan Kembang Melati Hiasi Gedung Parlemen

bunga melati acara kenegaraan
Melati kadung dinobatkan sebagai salah satu bunga nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993. (Freepik/Wirestockjpg)

Bunga melati melambangkan kesucian dan keagungan. Saat bersamaan, ia juga menyimbolkan kesederhanaan dan ketulusan. Ia juga terkait erat dalam ritus hidup manusia Indonesia. Pernikahan adat Jawa, misalnya, menyertakan melati sebagai hiasan untuk mempelai. Begitu pula dengan kematian. Melati jadi salah satu bunga yang ditaburkan di makam.

Penggunaan bunga melati di masyarakat Indonesia telah merentang jauh pada masa lalu. Buktinya tersua dalam relief Candi Plaosan di Yogyakarta yang dibangun pada abad ke-9.

"Melati memiliki makna luas dalam tradisi Indonesia. Melati dilambangkan sebagai bentuk kehidupan yang kuat, keindahan dalam duniawi serta kesakralan," urai Vinie Luthfiah dan Dina Fatimah dalam "Bentuk dan Fungsi Ragam Hias Bunga Melati pada Arsitektur Candi" termuat di Jurnal Ilmiah Desain Interior Volume 5 Nomor 2, 2019.

Selain digunakan di Candi Plaosan, relief bunga melati juga tersua di Candi Mendut, Borobudur, Gedongsongo, dan Merak. Dalam candi tersebut, melati dikombinasikan dengan motif belah ketupat geometris.

"Motif ini umum didapatkan sebagai hiasan pada candi-candi di Jawa, dipahatkan pada pelipit (salah satu bagian candi yang terletak di bawah atap-Red.) yang mengelilingi bagian bawah candi," terang T.M. Rita Istari dalam "Motif Hias pada Pelipit Candi", termaktub di Berkala Arkeologi Volume 33 Nomor 1, 2013.

Baca juga:

Makna Bunga Teratai di Opening Ceremony SEA Games 2021 Vietnam

makna bunga melati
Pernikahan adat Jawa, misalnya, menyertakan melati sebagai hiasan untuk mempelai (Pexels/Masbet Christianto)

Saat ini terdapat 200 jenis bunga melati yang telah ditemukan oleh para ahli botani, tetapi hanya ada sekitar jenis 9 melati yang umum untuk ditanam dan dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Sebutan untuk bunga melati sangatlah beragam di tiap daerah. Orang Aceh menyebutnya Meulu atau Riwat. Di Bali, sebutannya Menuh. Nun di Sumbawa, orang menamainya Mendu.

Selain sebagai tanaman hias, bunga melati sering digunakan sebagai bahan baku perawatan kecantikan. Manfaat terbesar melati di kecantikan adalah untuk kelembaban kulit dan mencegah proses penuaan.

Bukan hanya itu, bunga melati juga bermanfaat bagi kesehatan. Ia digunakan untuk meredakan sakit kepala dan demam. Bahkan mampu juga untuk mengurangi berat badan dan meminimalisasi racun-racun yang terdapat dalam tubuh. Sebagai bahan kuliner, bunga melati dijadikan campuran teh.

Selain bunga melati, terdapat dua bunga lainnya yang juga melambangkan dan mewakili karakter bangsa Indonesia, yaitu bunga anggrek bulan (Puspa Pesona) dan bunga padma raksasa (Puspa Langka). Bersama melati, kelestarian dua bunga ini pun wajib dijaga. (nab)

Baca juga:

Inspirasi Dekorasi Bunga-Bunga untuk Rumah nan Semerbak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lahirnya Kementerian Agama untuk Semua, tanpa Embel-Embel Khusus
Tradisi
Lahirnya Kementerian Agama untuk Semua, tanpa Embel-Embel Khusus

Presiden Sukarno melantik tokoh Muhammadiyah dari kalangan Islam modern Haji Mohammad Rasjidi, sebagai Menteri Agama RI pertama.

Pandemi Membuat Wisata Domestik Kian Dilirik
Travel
Pandemi Membuat Wisata Domestik Kian Dilirik

Terbatasnya perjalanan lantaran pandemi COVID-19, membuat para pelancong akhirnya berpaling ke destinasi wisata di dalam negeri.

Mampir ke Filipina, Jangan Lupa Cicipi Kuliner Ini
Kuliner
Mampir ke Filipina, Jangan Lupa Cicipi Kuliner Ini

Filipina punya jajanan jalanan yang wajib dicoba.

Menu Nasi Khas Indonesia, Tak Bisa Dilupakan Lidah
Kuliner
Menu Nasi Khas Indonesia, Tak Bisa Dilupakan Lidah

Sajian nasi yang menjadi kekhasan Indonesia.

Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional
Tradisi
Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional

Bagi sebagian besar orang, menyembelih hewan ternak mungkin urusan sepele.

Film NUSSA Resmi Rilis Original Soundtrack
Kuliner
Film NUSSA Resmi Rilis Original Soundtrack

NUSSA merupakan debut film animasi panjang pertama Visinema dan The Little Giantz.

Berwisata Alam di Sekitar Jakarta
Travel
Berwisata Alam di Sekitar Jakarta

Simak yuk 8 tempat rekomendasi yang telah MerahPutih rangkum!

Temu Seni Tari Gelar Napak Tilas dan Sarasehan Situs Cagar Budaya
Tradisi
Temu Seni Tari Gelar Napak Tilas dan Sarasehan Situs Cagar Budaya

Rangkaian awal program Temu Seni Tari di Bali.

Menjebak Diponegoro Lewat Undangan Damai Ramah-Tamah Hari Lebaran
Indonesiaku
Menjebak Diponegoro Lewat Undangan Damai Ramah-Tamah Hari Lebaran

Semula, Diponegoro enggan menjalin pembicaraan dengan seterunya lantaran ingin khusyuk menjalankan ibadah puasa Ramadan 1245 H.

Puluhan Foto Bertema Mahameru Karya Fotografer Dipamerkan
Travel
Puluhan Foto Bertema Mahameru Karya Fotografer Dipamerkan

Bertemakan Mahameru, dipamerkan di pusat perbelanjaan Mall Royal Plaza, pada Kamis (24/2) hingga beberapa hari ke depan.