MAKI Minta Kajari Jaksel Dievaluasi Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Anang Supriatna dievaluasi atau bahkan diganti. Hal ini terkait tindakan Anang menjamu 2 tersangka kasus dugaan suap terkait penghapusan nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Polri.

Dua tersangka tersebut yakni mantan Kepala Divisi Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

"Apa pun sikap Kajari ini patut dievaluasi atau perlu diganti. Apa pun karena prosesnya yang menjadikan ini sebuah perbedaan semua," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangannya, Selasa (20/10).

Baca Juga:

Kejagung Klarifikasi Lokasi Kejari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Boyamin mengaku prihatin dengan tindakan Kajari Jaksel yang menyiapkan jamuan makan siang berupa soto lengkap dengan jajanan pasar. Menurut dia, Anang telah memberikan perlakuan yang berbeda kepada Napoleon dan Prasetijo. Boyamin meyakini, tersangka lain, termasuk tersangka korupsi tak mendapat pelayanan serupa.

"Ini sungguh sangat memprihatinkan sikap Kajari yang memperlakukan berbeda. Dan saya tanya kasus korupsi yang dilimpahkan ke Kejari Jaksel saya yakin tidak seperti kemarin ada jamuan makan," ujarnya.

Boyamin menilai "pelayanan" yang diberikan Anang kepada Napoleon dan Prasetijo saat proses pelimpahan merupakan sesuatu yang berlebihan. Padahal, proses pelimpahan berkas perkara di seluruh kantor kejaksaan mulai dari Kejaksaan Negeri hingga Kejaksaan Agung sudah dapat dilakukan dengan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

"Dan itu ada ruangan tersendiri. Jadi sebenarnya cukup di situ ruangannya untuk serah terima orang dan barang bukti. Dan cukuplah kira-kira satu jam. Karena prosesnya tidak lama sehingga tidak perlu melakukan jamuan makan. Karena ini prosesnya sederhana," jelas dia.

Foto tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Istimewa
Foto tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Boyamin pun menbantah klaim Anang Supriatna yang menyebut memiliki anggaran makan siang untuk saksi atau tersangka yang diperiksa. Ia menegaskan, Napoleon dan Prasetijo dihadapkan ke jaksa untuk proses pelimpahan bukan pemeriksaan.

"Kalau toh kasus korupsi ada anggaran itu adalah untuk saksi atau tersangka yang diperiksa, yang memang butuh waktu jam 9 sampai sore misalnya, bukan pada saat penyerahan seperti ini karena penyidikan kasus yang red notice di Bareskrim dan itu sudah cukup. Jadi, menurut saya, itu berlebihan," tutup Boyamin.

Baca Juga:

Kronologi Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra Versi Kejagung

Dugaan adanya perlakuan istimewa dengan jamuan makan terhadap dua tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra mencuat dari unggahan foto di Facebook milik Petrus Bala Pattyona kuasa hukum tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Melalui akun Petrus Bala Pattyona II, Petrus menggugah foto momen saat Kajari Jakarta Selatan menjamu makan siang kedua tersangka saat pelimpahan tahap II dari Bareskrim Polri.

"Sejak saya menjadi pengacara tahun 1987, baru sekali ini di penyerahan berkas perkara tahap dua - istilahnya P21, yaitu penyerahan berkas perkara berikut barang bukti dan tersangkanya dijamu makan siang oleh kepala kejaksaan," tulis Petrus. (Pon)

Baca Juga:

Komjak Bakal Panggil Kajari Jaksel Imbas Jamu 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kubu Rizieq Desak Polisi Proses Hukum Pembuat Kerumunan Massa Pilkada
Indonesia
Kubu Rizieq Desak Polisi Proses Hukum Pembuat Kerumunan Massa Pilkada

Azis Yanuar meminta kepada aparat penegak hukum untuk bersikap adil untuk melakukan penindakan protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19

PT KAI Minta Anies Hapus SIKM
Indonesia
PT KAI Minta Anies Hapus SIKM

Aturan SIKM mengharuskan pihak KAI menyeleksi penumpang dan apabila tidak memiliki SIKM maka terpaksa penumpang ditolak berangkat atau diharuskan isolasi mandiri 14 hari.

Polisi Dinilai Tak Punya Alasan Tunda-tunda Usut Kasus Dugaan Pidana Rizieq
Indonesia
Polisi Dinilai Tak Punya Alasan Tunda-tunda Usut Kasus Dugaan Pidana Rizieq

Politikus PDIP Henry Yosodiningrat mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta agar laporannya atas pimpinan FPI Rizieq Shihab ditindaklanjuti.

PSBB Transisi di Jakarta Dinilai Hanya Sia-sia Belaka
Indonesia
PSBB Transisi di Jakarta Dinilai Hanya Sia-sia Belaka

umlah kasus corona yang kian bertambah di Jakarta seolah mengindikasikan PSBB transisi yang dirancang Gubernur DKI Anies Baswedan tak berdampak menekan penyebaran virus.

Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI
Indonesia
Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI

Pemprov DKI Jakarta belum mengetahui kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat akan dipakai Rizieq Shihab untuk kegiatan Reuni Akbar PA 212.

Wali Kota Solo Longgarkan Perizinan Resepsi Pernikahan di Era New Normal
Indonesia
Wali Kota Solo Longgarkan Perizinan Resepsi Pernikahan di Era New Normal

Kelonggaran tersebut berupa pasangan mempelai dan kedua orang tua yang duduk di pelaminan diperbolehkan tidak mengenakan masker.

3 RW di Semanan Jakarta Barat Masih Terendam Banjir
Indonesia
3 RW di Semanan Jakarta Barat Masih Terendam Banjir

banjir yang ada di sana berasal dari luapan Kali Sungai Angke

Bubarkan 18 Lembaga, Kajian Pemerintah Harus Matang
Indonesia
Bubarkan 18 Lembaga, Kajian Pemerintah Harus Matang

Anggaran yang semula diperuntukkan bagi 18 lembaga negara itu agar dapat dialokasikan ke kementerian/lembaga lain yang membutuhkan.

Transjakarta Operasionalkan Lebih dari 1.500 Bus untuk Normal Baru
Indonesia
Transjakarta Operasionalkan Lebih dari 1.500 Bus untuk Normal Baru

Mikrotrans mengambil porsi paling banyak untuk penambahan rute di masa normal baru

Tingkatkan Keamanan Pengendara, Jasa Marga Perkuat Jembatan Jagorawi
Indonesia
Tingkatkan Keamanan Pengendara, Jasa Marga Perkuat Jembatan Jagorawi

Pelaksanaan perbaikan jembatan dilakukan pada dua lokasi yaitu di Kilometer ( Km) 15+408 Lajur 4 arah Jakarta, dimulai hari Senin 19 Oktober pukul 09.00 WIB sampai dengan Sabtu (24/10) pukul 12.00 WIB.