MAKI: KPK Wajib Hadirkan Bos Bank Panin Mu'min Ali di Sidang Kasus Suap Pajak Koordinator MAKI Boyamin Saiman (Foto ANTARA/ I.C.Senjaya)

MerahPutih.com - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan pemilik PT. Bank Pan Indonesia (Panin) Mu'min Ali Gunawan dalam persidangan kasus dugaan suap pengurusan pajak.

"Hukumnya wajib KPK hadirkan Mu'min Ali Gunawan dihadirkan sebagai saksi di persidangan Tipikor," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman saat dikonfirmasi, Selasa (26/10).

Baca Juga

Kasus Pajak, KPK Pertajam Bukti Keterlibatan Bank Panin hingga Jhonlin Baratama

Kehadiran Mu'min penting untuk membuat perkara dugaan suap pengurusan pajak menjadi terang. Kehadiran Mu'min Ali, untuk mengonfirmasi namanya yang sempat disebut-sebut dalam persidangan kasus pengurusan pajak.

Dalam persidangan, Mu'min Ali disebut mengutus orang kepercayaannya, Veronika Lindawati untuk bernegosiasi terkait pengurangan nilai pajak dari Bank Panin. Terlebih dalam surat dakwaan, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani menerima fee sebesar Rp 5 miliar dari Rp 25 miliar yang dijanjikan pihak Bank Panin.

Dugaan suap itu diberikan untuk mengurangi nilai wajib pajak sebesar Rp 926.263.445.392. Oleh karena itu, Boyamin meminta jaksa penuntut umum (JPU) bisa menghadirkan Mu'min Ali ke persidangan, agar menambah titik terang penanganan perkara tersebut.

"Alasan untuk membuat terang perkara," tegas Boyamin.

Pemilik PT. Bank Pan Indonesia (Bank Panin) Mu'min Ali Gunawan

Terpisah, Ketua KPK Firli Bahuri sempat menyampaikan pihaknya akan mendalami dugaan keterlibatan Mu'min Ali Gunawan dalam kasus dugaan suap pengurusan perpajakan.

Hal ini untuk mendalami fakta yang terungkap dalam persidangan, karena Mu'min diduga mengutus orang kepercayaannya Veronika Lindawati terkait pengurangan nilai pajak dari Bank Panin yang mencapai Rp 900 miliar.

"KPK pastikan bahwa demua informasi dari masyarakat, KPK perhatikan, tentu KPK pelajari dan dalami termasuk keterangan baik yang disampaikan langsung ke KPK maupun keterangan dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan," kata Firli beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Kasus Suap Pajak, KPK Buka Peluang Panggil Bos Bank Panin Mu'min Ali Gunawan

Firli memastikan, pihaknya berkomitmen mengusut tuntas perkara dugaan suap pengurusan pajak yang kini sedang menyidangkan dua mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani. Dia memastikan, KPK tidak pandang bulu dalam mengusut dugaan rasuah perpajakan tersebut.

"KPK berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidam pernah lelah utk memberantas korupsi sampai Indonesia bersih dari praktik praktik korupsi. Siapapun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti, karena itu prinsip kerja KPK," tegas Firli. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Elite PDIP Sebut Pernyataan Andi Arief Kurang Bijak
Indonesia
Elite PDIP Sebut Pernyataan Andi Arief Kurang Bijak

“Tontonan ini sangat tidak menarik bagi masyarakat dan sungguh tidak mendidik,” pungkasnya.

Jokowi Diminta Evaluasi Total Pertahanan Siber di Indonesia
Indonesia
Jokowi Diminta Evaluasi Total Pertahanan Siber di Indonesia

Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon, mengaku heran mengapa institusi dan pejabat negara bisa dipermalukan oleh hacker Bjorka.

Bukan Jakarta, Ini Daerah Yang Mulai Gunakan Pelat Nomor Putih
Indonesia
Bukan Jakarta, Ini Daerah Yang Mulai Gunakan Pelat Nomor Putih

Ada beberapa mekanisme untuk masyarakat bisa mendapatkan pelat putih. Salah satunya dengan masa pelat lima tahunannya sudah mulai habis.

NasDem Tanggapi Pernyataan Ganjar Tetap Kader PDIP
Indonesia
NasDem Tanggapi Pernyataan Ganjar Tetap Kader PDIP

Ketua DPP NasDem Willy Aditya menyatakan bahwa hal itu merupakan aspirasi kader daerah partai besutan Surya Paloh.

Pemerintah Telusuri Dugaan Penggunaan EG dan DEG di Obat Sirop Secara Sengaja
Indonesia
Pemerintah Telusuri Dugaan Penggunaan EG dan DEG di Obat Sirop Secara Sengaja

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta penelusuran apakah ada kesengajaan dibalik penggunaan kedua zat toksik etilen glikol dan dietilen glikol pada obat sirup.

[HOAKS atau FAKTA]: 7 Agustus Turun Hujan Salju di Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 7 Agustus Turun Hujan Salju di Indonesia

Akibat dari fenomena sejajarnya posisi Bumi dengan Planet Neptunus.

Proyek Waterpark Rp 50 Miliar Berjalan Lambat, Gibran Semprot Rekanan
Indonesia
Proyek Waterpark Rp 50 Miliar Berjalan Lambat, Gibran Semprot Rekanan

Nilai investasi Waterpark tersebut sebesar Rp 50 miliar.

Tiket Bus AKAP di Cirebon Naik 30%
Indonesia
Tiket Bus AKAP di Cirebon Naik 30%

Tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami kenaikan 25-30 persen, imbas dari adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

2 Plh Pengganti Isi Jabatan Heru di Istana
Indonesia
2 Plh Pengganti Isi Jabatan Heru di Istana

Heru menegaskan, sudah menjalankan jabatan Kasetpres selama 5 tahun 3 bulan.

Ketua DPD Sebut Pertumbuhan Ekonomi Perlu Didukung Stabilitas Politik
Indonesia
Ketua DPD Sebut Pertumbuhan Ekonomi Perlu Didukung Stabilitas Politik

Dukungan stabilitas politik terhadap kegiatan ekonomi dinilai penting.