MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Sidang putusan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang rencananya digelar hari ini ditunda.

Sidang ditunda hingga Rabu (23/9) karena Dewan Pengawas (Dewas) KPK harus mengikuti swab test.

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mencurigai ada hal yang janggal dalam penundaan sidang putusan dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri. Boyamin curiga ada tarik ulur soal putusan etik Firli.

Baca Juga:

Dewas KPK Tunda Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

"Karena terus terang saja curiga ini penundaannya ada tarik ulur. Kan gambaran saya putusannya akan agak berat kalau dinyatakan bersalah, tapi kemudian ada upaya-upaya untuk mengulur waktu supaya dugaan-dugaan apa ada kompromi gitu, kan," kata Boyamin di Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/9).

Atas kecurigaan itu, Boyamin kemudian menyambangi kantor Dewas KPK yang ada di gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia meminta agar Dewas menjelaskan secara detail alasan penundaan sidang putusan etik Firli Bahuri yang diklaim karena COVID-19.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Dalam kesempatan ini, Boyamin juga turut menyerahkan tambahan alat bukti mengenai dugaan pelanggaran etik gaya hidup mewah Firli.

Ia membawa foto dan video rekonstruksi perjalanan pribadi dari Palembang ke Baturaja yang pada intinya membantah klaim Firli bahwa penggunaan helikopter demi efisiensi waktu.

"Hasil fotonya saya ingin serahkan sama video-video yang saya berangkat pakai mobil dobel kabin, perjalanannya lancar, tidak macet, tidak rusak. Itu ada video semua," ujar Boyamin.

"Nah, terus kemudian saya serahkan video itu bahwa saya berangkat pagi, sampai sana siang jam 11-an, terus pulang sempat mampir ke Prabumulih, dan sebelum magrib sudah sampai hotel tempat saya menginap yang sama dengan tempatnya Pak Firli," kata dia menambahkan.

Baca Juga:

MAKI Sesalkan Dewas KPK Tunda Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Boyamin berharap bukti tambahan tersebut dapat meyakinkan majelis etik untuk bisa menghukum Firli dengan sanksi paling berat.

"Mudah-mudahan memperkuat Dewas untuk menjadikan bahan saya untuk nanti mengambil putusan. Berarti kan keputusan bisa saja sudah ada tapi belum dibacakan, maka masih kemungkinan akan ada suatu perubahan," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

ICW Minta Dewas Berhentikan Firli Bahuri dari Jabatan Ketua KPK

Kredit : ponco


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH