MAKI Ancam Gugat KPK jika Skandal Djoko Tjandra Tak Diambil Alih Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengancam akan menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di praperadilan, jika kasus skandal Djoko Tjandra tak diambil alih dari Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ancaman itu disampaikan Koordinator MAKI Boyamin Saiman. KPK dianggap memiliki bukti yang cukup untuk mengambil alih kasus tersebut dari Bareskrim dan Kejagung.

Apalagi, kata Boyamin, dirinya sudah menyerahkan semua bukti tersebut kepada KPK.

Baca Juga:

Skandal Djoko Tjandra, MAKI Serahkan Bukti Istilah "Bapak" dan "King Maker" ke KPK

"Ke depannya kami tetap mencadangkan gugatan praperadilan terhadap KPK apabila tidak menindaklanjuti bahan-bahan yang telah kami serahkan," kata Boyamin kepada wartawan, Senin (21/9).

Jika hal itu terjadi, Boyamin akan membeberkan isi dokumen yang pernah diserahkannya kepada KPK di hadapan majelis hakim.

Pasalnya, kata Boyamin, bukti yang diserahkannya sangat kuat, sehingga layak ditingkatkan penanganan perkaranya ke penyelidikan dan penyidikan.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

"Praperadilan yang akan kami ajukan nanti adalah juga dipakai sarana untuk membuka semua isi dokumen tersebut agar diketahui oleh publik secara sah di hadapan hakim," ujarnya.

Diketahui, MAKI baru saja menyerahkan bukti yang diduga hasil percakapan antara jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dengan sejumlah pihak terkait skandal Djoko Tjandra.

Baca Juga:

ICW Ingatkan Firli Bahuri: KPK Bukan Kantor Polisi!

Bukti tersebut berupa dokumen yang terdiri dari 200 lembar. Isi dokumen tersebut memuat istilah "bapak-bapakmu" dan "king maker" sebagaimana sebelumnya pernah diungkap MAKI ke publik.

Disinyalir istilah tersebut untuk menyamarkan pihak yang memiliki peran lebih tinggi dari Pinangki, sehingga yang bersangkutan berwenang dalam mengurus fatwa bebas untuk Djoko Tjandra dari kasus korupsi cessie hak tagih bank Bali. (Pon)

Baca Juga:

Positif COVID-19, Anggota Dewas KPK Syamsudin Haris Dirawat di RS Pertamina

Penulis : Zulfikar Sy Zulfikar Sy
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tahapan Pilwakot Dimulai, KPU Solo Lantik 162 Anggota PPS Secara Daring
Indonesia
Tahapan Pilwakot Dimulai, KPU Solo Lantik 162 Anggota PPS Secara Daring

"Tidak hanya menunda pelantikan PPS, KPU juga menonaktifkan semua petugas Pilwakot di tingkat kecamatan akibat pandemi corona," ujar Nurul

Muhammadiyah: Salat Ied di Rumah Tidak Membuat Jenis Ibadah Baru
Indonesia
Muhammadiyah: Salat Ied di Rumah Tidak Membuat Jenis Ibadah Baru

Islam tidak memaksa umatnya untuk melangsungkan ibadah di luar kadar kemampuannya

Tukang Bakso yang Culik Anak Berkebutuhan Khusus Diganjar Pasal Berlapis
Indonesia
Tukang Bakso yang Culik Anak Berkebutuhan Khusus Diganjar Pasal Berlapis

Kasus ini ditangani Unit V Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya dibawah Pimpinan Kanit V AKP Rulian Syauri

[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pria Berpenis Besar Lebih Rentan Tertular COVID-19

Melalui situs resmi WHO, orang yang lebih berisiko terkena corona adalah orang dengan usia 60 tahun ke atas

Napi LP Banceuy Bandung Kendalikan Peredaran Narkoba di Jakarta
Indonesia
Napi LP Banceuy Bandung Kendalikan Peredaran Narkoba di Jakarta

Tersangka Taufik Rahman melakukan perlawanan terhadap petugas

PSI Minta Pemerintah Potong Gaji ASN
Indonesia
PSI Minta Pemerintah Potong Gaji ASN

Menurut Tsamara, rencana itu adalah ide yang bagus karena saat ini harus mencoba terus menyisir anggaran.

Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Bergerak
Indonesia
Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Bergerak

"Jadi tentu pemerintah berharap, proses ini bisa terus dijaga tapi syaratnya bahwa sektor kesehatan perlu kita rem," kata Airlangga.

[HOAKS atau FAKTA]: Mal Taman Anggrek Dijual Rp17 Triliun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mal Taman Anggrek Dijual Rp17 Triliun

Berita itu diunggah olah akun Facebook Maia Estianty pada 15 Juli 2020 lalu.

Kementerian Agama Enggan Beberkan Lokasi Rumah Sakit Tempat Fachrul Razi Dirawat
Indonesia
Kementerian Agama Enggan Beberkan Lokasi Rumah Sakit Tempat Fachrul Razi Dirawat

"Untuk lokasi rumah sakit, kami mohon pengertian saudara-saudara sekalian belum bisa kami informasikan," tegasnya

Update COVID-19 per 25 Maret: 790 Kasus Positif, 58 Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 per 25 Maret: 790 Kasus Positif, 58 Meninggal Dunia

Selain itu, Yuri juga menerangkan akan tambahan tiga pasien yang sembuh dari virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.