Makepung, Tradisi Balap Kerbau di Bali Makepung adalah tradisi balap kerbau yang biasa dilakukan para petani di Jembana, Bali. (Foto: specialpenetahuan.blogspot)

Jika Madura memiliki Karapan Sapi, Bali juga memiliki tradisi balapan yang menggunakan hewan. Bedanya, Bali tidak menggunakan sapi, melainkan kerbau. Tradisi ini disebut Makepung.

Makepung, berarti kejar-kejaran. Tradisi yang berasal dari Kabupaten Jembana, Bali ini tadinya hanyalah adu kekuatan kerbau saat membajak sawah di Jembrana. Kemudian, seiring berjalannya waktu, para petani di Kabupaten Jembana menjalankan tradisi balap kerbau secara rutin dengan yang arena balap sawah.

Meskipun tadinya hanya keisengan yang dilakukan petani, kini Makepung banyak dilakukan berbagai kalangan. Bahkan, tradisi ini juga diselenggarakan secara profesional dan dilombakan dalam bentuk Gubernur Cup. Jumlah kerbau yang dilibatkan bisa mencapai 300 pasang.

Tradisi ini dijadikan sebagai agenda tahunan. Biasanya, dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober dan dilakukan pada hari Minggu.

Aturan perlombaan ini terbilang cukup unik. Pemenang lomba tidak ditentukan dari peserta yang lebih dulu mencapai garis akhir. Akan tetapi, pemenang ditentukan berdasarkan jarak peserta yang berada di belakangnya. Peserta harus bisa menjaga jarak sejauh 10 meter jika ingin menjadi pemenang. Lalu, jika jarak peserta yang
di belakang bisa mempersempit jarak 10 meter tersebut, peserta yang di belakang menjadi pemenang.

Sekarang ini area balap Makepung bukan di sawah yang berlumpur lagi. Area balap Makepung merupakan tanah kosong yang berbentuk huruf "U" dengan jarak mencapai 2 kilometer. Hingga dewasa ini, tradisi ini masih dilestarikan dan menjadi daya tarik, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca juga artikel mengenai Aneka Tradisi Madura.


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH