Makanan yang Harus Dibawa Ketika Naik Gunung Persiapkanlah bekal dengan baik. (Foto: Pexels/Archie Binamira)

NAIK gunung di libur panjang akhir pekan tampaknya merupakan ide yang bagus, bukan? Tentu saja! Sebab, banyak hal baik yang bisa kamu dapatkan dari kegiatan outdoor ini. Mulai dari merasakan segarnya udara pegunungan, menikmati hijaunya pemandangan, hingga menyehatkan badan. Menggiurkannya lagi, mendaki gunung bisa jadi pengalaman berkesan sekaligus ajang mengumpulkan teman baru sesama pendaki.

Tidak boleh sembarang dalam mempersiapkan pendakian. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dan menjadi penentu kekuatan kamu untuk bisa mencapai puncak adalah bekal makanan. Harus Anda tahu bahwa ada 4 unsur yang nggak boleh ketinggalan dalam perbekalan, yaitu karbohidrat, protein, vitamin dan gula. Nah, makanan apa sajakah yang mengandung keempatnya? Laman Go Dok mengungkapkannya.

Oatmeal atau sereal

oatmeal
Sereal asupan karbohidrat. (Foto: healthymummy)

Oatmeal atau sereal adalah solusi terbaik bagi untuk menggantikan asupan karbohidrat yang selama ini diperoleh dari nasi. Selain lebih praktis dan ringan, kandungan karbohidrat dalam oatmeal dan sereal setara dengan kandungan karbohidrat yang terdapat dalam nasi sehingga asupan kalori yang dibutuhkan tetap dapat terpenuhi. Selain karbohidrat, oatmeal atau sereal mengandung protein, lemak, zat besi, vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena alasan inilah oatmeal atau sereal sering dibawa oleh para pendaki profesional dibanding dengan nasi.

Madu

madu
Madu mengandung kalsium, kalium dan zat besi. (Foto: Pixabay/stevepb)


Tak hanya manis dan lezat, madu juga kaya akan kalsium, kalium dan zat besi yang dapat menguatkan otot tubuh sehingga dengan memakannya, tubuh akan menjadi lebih bertenaga. Selain itu madu juga bermanfaat untu menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat pada kondisi cuaca gunung yang seringkali sulit untuk diprediksi.

Cokelat

cokelat
Menaikan hormon endorfin. (Foto: britannica)

Senyawa phenethylamine yang terdapat dalam cokelat dapat membantu untuk menaikan hormon endorfin dalam tubuh kamu. Hormon ini sangat dibutuhkan oleh para pendaki agar tidak mudah kehabisan tenaga. Cokelat juga merupakan panganan yang praktis pengemasannya, bisa selalu menyelipkannya di kantong-kantong celana atau tas ransel. Saat mendaki dan merasa tubuh terlalu dingin, makanlah batangan cokelat ini guna menambah tenaga dan menghangatkan badan.

Abon

abon
Abon memberikan kebutuhan protein. (Foto: instagram@kedaibari)

Meskipun karbohidrat sangat penting bagi tubuh saat melakukan pendakian. Namun tidak boleh melupakan salah satu hal yang tidak kalah penting; yaitu protein. Pilihlah makanan yang mengandung protein dan ptraktis dikemas dalam ransel, seperti abon dan sosis.

Buah

buah
Apel memberikan kebutuhan cairan. (Foto: PrettyGreen)

Vitamin, serat dan air yang terdapat dalam buah dapat meningkatkan vitalitas tubuh serta menjaga tubuh dari dehidrasi? Karena itulah, saat pendakian, kamu harus secara bijak dalam menggunakan pembekalan air agar tehindar dari dehidrasi. Kondisi ini akan membuat kamu tidak dapat berpikir dengan baik sehingga sulit untuk memilih jalan yang benar dan hasilnya, bisa saja tersesat. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa tetap memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan mengkonsumsi buah. Dua jenis buah yang memiliki kandungan air cukup tinggi : semangka dan apel.

mie instan
Mie instan sebaiknya dihindari. (Foto: Food Network)

Yang harus kamu hindari adalah mie instan. Meskipun mi instan sampai saat ini merupakan salah satu makanan favorit yang sering dibawa oleh para pendaki. Alasannya adalah mi instan dapat di-packing dengan praktis dan mudah diolah di lapangan.

Apakah mi instan merupakan makanan yang baik dalam menyertai pendakian? Jawabannya adalah tidak. Sebab, sifat mi instan yang menarik cairan dalam tubuh akan membuat kamu lebih mudah haus dan selalu minum.

Padahal, selama melakukan pendakian kamu justru harus menghemat persedian air. Jika hal ini terjadi, dan konsumsi mi instan kamu sudah kelewat banyak. Bisa jadi air bawaan kamu jadi lebih cepat habis. Jadi, sebisa mungkin hindarilah mengonsumsi mi instan secara berlebihan selama pendakian. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH