Makanan Manis Bisa Membuatmu Lebih Bahagia? Ternyata 'Sugar Rush' Cuma Mitos
Ternyata istilah sugar rush itu enggak ada lho (Foto: pexels-rawpixels.com)
SERINGKALI kita mendengar mitos mengenai makanan manis yang akan membantu memperbaiki mood kita. Hal ini sering disebut dengan istilah sugar rush. Bukan, sugar rush di sini bukan nama permainan di film Wreck It Ralph. Namun kabarnya istilah itu sebenarnya tidak ada lho, bahkan sugar rush ini sebenarnya buruk buat kesehatan.
1. Apa itu sugar rush?
Sebelum mengetahui dampak buruk sugar rush, kamu mesti tahu dulu apa arti sebenarnya dari istilah. Menurut David Ludwig, seorang profesor di Harvard Medical School, sugar rush adalah keadaan ketika kita mengonsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi sehingga meningkatkan kenaikan gula darah. Hal ini yang memberikan dorongan energi buat tubuh kita. Namun itu tidak akan bertahan lama, sifatnya sementara saja.
Istilah sugar rush ini muncul pertama kali tahun 1973 ketika seorang ahli alergi, Benjamin Feingold mengeluarkan himbauan untuk tidak mengonsumsi makanan manis yang dapat memicu tingkah laku yang hiperaktif.
Kabarnya lagi, kadar gula yang tinggi ini disebut-sebut dapat membuat seseorang merasa lebih baik atau lebih bahagia. Tapi apakah hal ini benar?
2. Mitos tentang sugar rush
Biasanya nih kalau lagi sedih atau lagi stres, kita akan cenderung memilih makanan manis dan memakannya. Karena katanya cokelat bisa membuat kamu merasakan sugar rush dan perasaanmu akan jadi lebih bahagia. Tapi ternyata anggapan ini salah lho!
Seperti dilansir dari Mirror, tiga universitas di Inggris dan Jerman mematahkan mitos ini. Berdasarkan penelitian tersebut, ternyata sugar rush itu enggak ada.
Setelah melakukan penelitian dengan 1300 orang dewasa, mereka menemukan bahwa gula tidak berdampak apapun untuk perasaan. Mau sebanyak apapun gulanya juga enggak akan berefek deh.
3. Dampak asli dari sugar rush
Penelitian tersebut mencoba untuk meneliti efek gula terhadap perasaan, seperti amarah, depresi, kelelahan, dan kewaspadaan. Penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa mengonsumsi gula bisa membuat orang lebih semangat dan menambah stamina. Ternyata hasil dari penelitian itu malah mengungkapkan hal yang 180 derajat berbeda.
Orang yang mengonsumsi gula malah akan merasa lebih lelah dan lebih tidak waspada. Intinya kadar gula yang tinggi hanya membuat kamu merasa lebih buruk, bukannya lebih baik. Selain itu, konsumsi gula yang terlalu banyak juga akan memberi dampak yang buruk untuk kesehatanmu.
Nah, setelah mengetahui hal tersebut sekarang kamu sudah tahu bahwa mengonsumsi gula tidak akan membuat perasaanmu lebih baik. Apalagi kalau habis diputusin pacar. Enggak perlu lagi deh makananan manis banyak-banyak, alih-alih perasaanmu membaik itu bisa membuat berat kamu badan naik. (sam)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Jateng Bisa Jadi Wilayah Pendukung Swasembada Gula, DPR Dukung Hentikan Impor
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo