Makan Perlahan Baik untuk Kesehatan Makan perlahan memberi beragam manfaat bagi kesehatan. (foto: pixabay/bohed)

KETIKA anak-anak, kamu tentu sering dinasihati orangtua untuk makan dengan perlahan. Saat itu, kamu mungkin langsung menurut tanpa tahu alasan di balik anjuran itu. Ternyata anjuran itu amat baik loh untuk kesehatan.

Mengonsumsi makanan menimbulkan perasaan kenyang. Hal itu merupakan respons yang muncul karena lambung telah terisi penuh dengan makanan.

BACA JUGA: Pola Makan Sehat bagi yang tak Suka Sayur

Secara khusus, saat kamu makan, sinyal hormonal dilepaskan sebagai respons masuknya makanan ke usus kecil. Sinyal hormonal tersebut dihasilkan hormon cholecystokinin (CCK) yang dikeluarkan usus sebagai respons terhadap makanan yang kamu konsumsi dan hormon leptin yang dapat membuatmu merasakan kenyang.

Sebuah studi menemukan bahwa hormon leptin dapat menguatkan sinyal hormon CCK untuk meningkatkan perasaan kenyang. Studi lainnya menemukan bahwa hormon leptin dapat berinteraksi dengan dopamin neurotransmitter di otak untuk menimbulkan perasaan senang setelah makan.

eating
Makan perlahan memberi kesempatan bagi tubuh untuk merasa kenyang. (foto: pixabay/reidy68)

Studi yang dilakukan di Jepang juga telah menemukan adanya hubungan positif yang kuat antara kecepatan makan dan indeks masa tubuh dan obesitas. Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietics menemukan bahwa meningkatkan jumlah kunyahan sebelum menelan makanan dapat mengurangi konsumsi makanan yang berlebih pada orang dewasa. Bahkan, studi tersebut juga menemukan bahwa orang dengan berat badan normal cenderung mengunyah makanan lebih lambat jika dibandingkan dengan orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Makan dengan perlahan memberikan beberapa keuntungan. Kamu akan mengonsumsi lebih sedikit kalori ketika makan dengan perlahan. Oleh karena itu, makan dengan perlahan dapat mengendalikan berat badan yang dapat mencegah terjadinya obesitas.

Tidak mengherankan jika sering kali kamu dianjurkan untuk makan dengan perlahan. Makan terlalu cepat dapat membuat tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk bekerja secara optimal, terutama dalam memberikan respons perasaan senang dan kenyang setelah makan.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH