Maju Mundur Kepulangan Habib Rizieq dalam Survei Habib Rizieq Shihab. (MP/Dery Ridwansah)

MerahPutih.com - Janji sejumlah aktivis Muslim yang ingin memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab setelah Idul Adha dipastikan tinggal kenangan. Hampir sepakan setelah perayaan hari raya kurban tanda-tanda kepulangan pentolan FPI itu tak juga terlihat.

Isu kepulangan Rizieq memang bukan pertama kali. Dia pernah diisukan bakal kembali dari Arab Saudi sebelum Pemilu 2019, tetapi hanya janji palsu yang terjadi. Bahkan, tokoh sekaliber Prabowo Subianto sendiri tak berani atau mampu memulangkan Rizieq.

Baca Juga: Sejumlah Aktivis Janjikan Habib Rizieq Akan Dijemput Usai Idul Adha

Beberapa kalangan menilai, Rizieq tak berani pulang karena kasus-kasus hukum masih menjeratnya. Mulai dari kasus penistaan Pancasila hingga chat porno yang lama tak terdengar penanganannya.

RIzieq
Habib Rizieq Shihab. (MP/Dery Ridwansah)

Faktanya hidup Rizieq di Arab Saudi cenderung nyaman. Dari beberapa foto yang sempat beredar di medsos, pendiri FPI hidup nikmat bersama keluarganya. Bahkan, kedua putrinya bisa melangsungkan pernikahan dengan meriah di tanah suci.

Namun, isu kepulangan tokoh Alumnni 212 itu agaknya tetap digaungkan untuk tetap menjaga pamor Rizieq di ruang publik. Di balik itu semua sesungguhnya tak ada larangan bagi Rizieq pulang ke tanah air. Dia bisa kembali ke tanah air kapan saja.

Baca Juga: Kubu Habib Rizieq Singgung soal Jebakan Jika Pulang ke Tanah Air

Beberapa kalangan menilai tak kunjung pulangnya Rizieq bukan karena faktor hukum, tetapi lebih karena situasi politik di Indonesia saat ini. Apalagi, dia dikenal vokal mengkritik pemerintah era Joko Widodo (Jokowi). Urusan politik harusnya tak menjadi penghalang Rizieq kembali ke Indonesia.

Kerinduan Publik

Munarman
Sekjen sekaligus Jubir FPI Munarman di Polda Bali (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Masyarakat sendiri pada dasarnya ingin agar Rizieq bisa pulang dan berdakwah di tanah air seperti beberapa tahun silam. Bahkan, lembaga survei Cyrus Network menyebutkan, sebesar 33 persen masyarakat setuju pemerintah terlibat dalam pemulangan Habib Rizieq.

Bahkan, Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Alfianto menyampaikan hanya sebagian kecil masyarakat yang menolak kepulangan Habib Rizieq, jumlahnya cuma 2,6 persen responden.

"Sisanya tidak setuju itu ada 15,1 persen, yang berpikir biasa saja 24,2 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak mau menjawab," kata Eko dalam rilis temuan Cyrus Network.

Baca Juga: Janji Memulangkan Habib Rizieq Tinggal Kenangan?

Survei Cyrus Network mendapat sambutan baik dari Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Menurut dia, hasil survei itu menunjukkan aspirasi publik secara umum yang merindukan kehadiran kembali Rizieq di Tanah Air.

"Itu artinya aspirasi tersebut bukan cuma dari FPI. Kita tentu senang dengan adanya aspirasi tersebut," tegas sosok yang dikenal sebagai Jubir FPI itu.

Baca Juga: Nasib FPI dan PA 212 Kini: Oposisi di Ujung Tanduk

Munarman pun berharap kepulangan Habib Rizieq dapat cepat terlaksana. "Semoga Allah mudahkan segala urusan. Termasuk urusan kepulangan Habib Rizieq," tandas mantan Direktur YLBHI itu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH