Majelis Hakim Beberkan Hal yang Memberatkan Munarman Sidang perdana kasus dugaan terorisme dengan terdakwa Munarman yang berjalan secara daring di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat/aww.

MerahPutih.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap Munarman selaku terdakwa kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim turut membeberkan hal-hal yang memberatkan.

Baca Juga:

Munarman Divonis 3 Tahun Penjara, Lebih rendah dari Tuntutan Jaksa

Pertama, eks Sekretaris Umum FPI itu tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan terorisme.

"Keadaan yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana terorisme," kata hakim.

Selain itu, ada satu faktor yang menjadi pemberat dalam vonis terhadap Munarman.

Majelis hakim menyatakan jika Munarman sudah pernah dihukum dalam kasus penganiyaan beberapa tahun silam

"Bahwa terdakwa sudah pernah dihukum," sambung majelis hakim.

Untuk hal yang meringankan, Munarman selaku terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Terkait vonis tersebut, pihak Munarman sepertinya agak keberatan.

“Setelah kami rapat dengan terdakwa, kami menyatakan banding atas putusan ini,” kata kuasa hukum Munarman, Ahmad Michdan.

Vonis hakim ini padahal jauh lebih rendang dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta Munarman dihukum 8 tahun penjara.

Densus 88 Antiteror Polri menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)
Densus 88 Antiteror Polri menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)

Hakim menilai Munarman terbukti telah melakukan pemufakatan jahat, persiapan, percobaan, atau pembantuan untuk melakukan aksi terorisme.

Dalam pembelaannya beberapa waktu lalu, Munarman mengatakan dia tak pernah menyuruh orang melakukan kekerasan.

"Tidak ada kata atau kalimat saya yang mengarah ke baiat, hijrah, dan menyuruh melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun. Menyuruh membunuh, menyuruh menculik, dan menyuruh menghancurkan benda-benda atau objek vital," kata Munarman, Senin, 21 Maret 2022.

Dalam pleidoi setebal 450 halaman itu Munarman menilai tuduhan Jaksa Penuntut Umum atau JPU dalam dakwaannya sama sekali tidak terbukti.

"Tidak ada satu pun atau kalimat saya yang mengandung tujuan untuk menggerakkan orang melakukan tindakan terorisme," ujar dia.

Munarman menyatakan jika ia dan FPI menolak kekerasan dan terorisme sebagai sarana perjuangan dakwah.

Munarman menyebut ada upaya pelabelan dan framing bahwa dirinya adalah teroris. (Knu)

Baca Juga:

Jelang Vonis Munarman dalam Perkara Terorisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wacana Amandemen UUD 1945 Terjebak di Isu PPHN, Pimpinan DPD: Saya Merasa Aneh
Indonesia
Wacana Amandemen UUD 1945 Terjebak di Isu PPHN, Pimpinan DPD: Saya Merasa Aneh

Mahyudin juga menyadari untuk terwujudnya amandemen khususnya Pasal 22D bukan perkara mudah

Kasus COVID-19 DKI Capai 7.680 Orang, 12 Persen Sasar Anak-anak
Indonesia
Kasus COVID-19 DKI Capai 7.680 Orang, 12 Persen Sasar Anak-anak

Dwi menyebut, jika sebanyak 12 persen dari 7.680 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian, yaitu 695 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 252 kasus adalah anak usia 0-5 tahun.

NasDem 'Melirik' Ganjar, Elite PDIP Singgung Beda Penumpang Sama Calo
Indonesia
Ancol Tidak Akan Gelar Acara Perayaan Tahun Baru 2022
Indonesia
Ancol Tidak Akan Gelar Acara Perayaan Tahun Baru 2022

Libur Natal, ada 18 ribu pengunjng yang masuk kawasan Ancol. Area pantai masih yang paling banyak dikunjungi.

Elite PKB Usulkan Koalisi Semut Merah Usung Cak Imin-Anies di Pilpres 2024
Indonesia
Elite PKB Usulkan Koalisi Semut Merah Usung Cak Imin-Anies di Pilpres 2024

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggagas koalisi bernama Semut Merah.

PT KAI Gandeng JakPro Kelola Kawasan TOD Stasiun LRT
Indonesia
PT KAI Gandeng JakPro Kelola Kawasan TOD Stasiun LRT

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani nota kesepahaman bersama (MOU) untuk merealisasikan kerjasama pembangunan dan pengelolaan Transit Oriented Development atau lebih dikenal dengan sebutan TOD di stasiun LRT Jabodebek yang ada di Jakarta.

Varian Delta Masuk Solo, Satgas COVID-19: Kasus Corona Melonjak
Indonesia
Varian Delta Masuk Solo, Satgas COVID-19: Kasus Corona Melonjak

"Ini jadi salah satu penyebab varian itu masuk ke sini (Solo). Akibat, kasus COVID-19 di Solo melonjak usai Lebaran sampai sekarang," kata dia.

Anies Gratiskan PBB Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar, DPRD DKI: Belum Tepat!
Indonesia
Anies Gratiskan PBB Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar, DPRD DKI: Belum Tepat!

Hasbiallah Ilyas menilai kebijakan Anies yang membebaskan PBB dengan NJOP di bawah Rp 2 miliar tidak tepat.

Gempa Landa Jember, Getaran Terasa Sampai Kuta Bali
Indonesia
Gempa Landa Jember, Getaran Terasa Sampai Kuta Bali

Gempa ini dirasakan di Denpasar, Kuta, Legian, Banyuwangi, Jimbaran, Puger, Karangkates, Lumajang dan Bondowoso. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

Resmi! Jokowi Tetapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali
Indonesia
Resmi! Jokowi Tetapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali

PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku.