Mahkamah Agung AS Larang Aborsi, Biden Sebut Hari yang Menyedihkan Ilustrasi. (Foto: Pixabay/Cparks)

MerahPutih.com - Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan hak konstitusional perempuan untuk aborsi atau dikenal "Roe v Wade", Jumat (24/6) kemarin.

Presiden Joe Biden mengecam keputusan tersebut. Dia menyebut keputusan itu akan mengubah hidup jutaan perempuan di AS dan memperburuk ketegangan.

"Hari ini Mahkamah Agung mengambil hak konstitusional dari rakyat Amerika yang telah diakuinya," kata Biden.

Baca Juga:

Curhat Staf KBRI Kolombo Ikut Antre BBM dan Gas hingga 9 Jam

"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi negara dalam pandangan saya. Tapi itu tidak berarti pertarungan berakhir," kada Biden.

"Pemilih perlu membuat suara mereka didengar. Musim gugur ini (mereka) harus memilih lebih banyak senator dan perwakilan yang akan menyusun hak perempuan untuk memilih ke dalam undang-undang federal," lanjut Biden, seperti dikutip Reuters. (*)

Baca Juga:

Ada Lebih dari 3.200 Kasus Cacar Monyet di Dunia

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Indonesia
Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina

Dalam pidatonya itu, Putin mengklaim bahwa operasi militer itu dimaksudkan untuk melindungi warga sipil.

Komnas HAM Ungkap Hasil Penyelidikan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI
Indonesia
Komnas HAM Ungkap Hasil Penyelidikan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Setelah melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus sejak September 2021, Komnas HAM mengumumkan hasil temuannya terkait kasus tersebut.

Krisis Ekonomi dan Kerusuhan Sosial, Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat
Dunia
Krisis Ekonomi dan Kerusuhan Sosial, Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat

Situasi di Sri Lanka belum stabil meski sudah dipilih pengganti Presiden Sri Lanka yang terguling, Gotabaya Rajapaksa.

Polda NTT Berikan Teguran Terkait Acara Kumpul Kepala Daerah NTT di Pantai Otan
Indonesia
Polda NTT Berikan Teguran Terkait Acara Kumpul Kepala Daerah NTT di Pantai Otan

Polda NTT telah membentuk tim untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk dapatkan data dan informasi terkait kejadian di video yang viral di media sosial berkaitan dengan dugaan pelanggaran prokes.

Sebaran Elektabilitas Ganjar, Anies dan Prabowo di Pulau Jawa Versi Charta Politika
Indonesia
Sebaran Elektabilitas Ganjar, Anies dan Prabowo di Pulau Jawa Versi Charta Politika

Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo mendapatkan elektabilitas tertinggi.

Irjen Napoleon Diduga Suruh Orang Bikin Surat Palsu Permintaan Maaf M Kece
Indonesia
Irjen Napoleon Diduga Suruh Orang Bikin Surat Palsu Permintaan Maaf M Kece

Sebuah surat permintaan cabutan laporan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte dari tersangka Muhammad Kece beredar. Terungkap jika surat yang ditandatangani oleh M Kece itu adalah palsu.

Politisi Gerindra Sebut JIS Tidak Cocok untuk Acara May Day
Indonesia
Politisi Gerindra Sebut JIS Tidak Cocok untuk Acara May Day

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif menegaskan, stadion JIS tidak cocok sebagai tempat untuk menggelar aksi tersebut.

Pemekaran Daerah Otonomi Papua Dinilai Perlu Dilakukan meski Tuai Kontroversi
Indonesia
Pemekaran Daerah Otonomi Papua Dinilai Perlu Dilakukan meski Tuai Kontroversi

Pro dan kontra terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua terus bergulir di masyarakat.

BNPT Usulkan Standar Keadilan Internasional Bagi Anak Korban Terorisme
Indonesia
BNPT Usulkan Standar Keadilan Internasional Bagi Anak Korban Terorisme

Dalam sidang yang berlangsung di Wina, Austria tersebut, BNPT melakukan pertemuan bilateral dengan Amerika Serikat, Italia, Nigeria, dan Jepang.

Kalah dari Perserang, Dewa United Tertahan untuk Pastikan Tempat di Delapan Besar
Indonesia