Mahfud MD Ungkap Natuna dan Papua Masuk Dalam Wilayah Rawan Ancaman Kedaulatan Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: antaranews)

Merah Putih.Com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan Natuna dan Papua menjadi dua wilayah yang kedaulatan teritorilanya terancam.

Menurut Mahfud, dari hasil analisis yang dipaparkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, ancaman pertama berada di laut Natuna sebelah utara dan selatan.

Baca Juga:

Jadi Menteri Terpopuler, Prabowo Tak Besar Kepala

Dimana Tiongkok mengklaim perairan tersebut sebagai wilayah kekuasaannya.

"Karena di situ ada klaim dari China yang di dalam kode internasional tidak ada ya itu klaim hak sejarah dan hak tradisional yang katanya ribuan tahun lalu perairan China sudah tidak sah mencari ikan di laut China selatan. Meskipun hukum internasional tidak diakui wilayah perairan China," jelas Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/2).

Menko Polhukam Mahfud MD bersama Presiden Jokowi
Menkopolhukam Mahfud MD menerima ucapan selamat dari Presiden Joko Widodo seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10). ANTARA FOTO/desca Lidya Natalia.

Mahfud menuturkan, para nelayan Tiongkok itu dilindungi oleh pemerintahnya dan mencuri ikan di perairan Natuna. Aksi pencurian itu merupakan suatu ancaman teritori di wilayah Natuna.

"Nelayan-nelayan China yang terkadang dilindungi oleh pemrintah China itu mencuri ikan di sana (Natuna). Melanggar hak berdaulat kita. Itu ancaman terhadap integrasi teritori, kekuatan teritori kita," tuturnya.

"Tetapi kita punya hukum internasional, konstitusi, dan lebih dari itu Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga kita akan tetap mempertahankan wilayah itu sebagaimana amanat konstitusi, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah itu artinya melindungi teritori," sambungnya.

Sementatara, untuk Papua, Mahfud menuturkan jika upaya mengamankan Papua lewat operasi militer, maka akan muncul anggapan pelanggaran HAM.

"Tidak melakukan operasi militer, karena kalau sudah disebut operasi militer nanti pelanggaran HAM. Dunia internasional akan menyorot itu. Dua hal ini lah yang harus kita jaga dengan hati-hati," ujarnya.

Menurut Mahfud, ancaman di Papua tidak bisa dihadapi secara militer. Dia menyebut pemerintah harus menjaga HAM di Papua.

Baca Juga:

Omnibus Law Disinyalir Mempreteli Kebebasan Pers, Mahfud MD Bantah

"Saudara sekalian kita harus menjaga HAM sehingga kita harus berhati-hati menjalankan operasi di sana sehingga yang dilakukan itu adalah penegakan hukum dan keamanan," ucap Mahfud.

Pemerintah, menurut dia, tidak akan melakukan operasi militer di Papua.

"Karena kalau sudah disebut operasi militer nanti (merujuk ke) pelanggaran HAM dunia internasional akan menyorot itu. Dua hal inilah yang harus kita jaga dengan hati-hati," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Dalam Politik Tidak Ada Musuh Abadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eri-Armuji Unggul Telak di Putaran Kedua Debat Pilkada Surabaya
Indonesia
Eri-Armuji Unggul Telak di Putaran Kedua Debat Pilkada Surabaya

Ia mengatakan, debat kedua tadi malam, paslon Eri-Armuji unggul telak dengan skor 5-1.

Disentil Polri Lewat Penangkapan Djoko Tjandra, KPK Makin Nafsu Buru Harun Masiku
Indonesia
Disentil Polri Lewat Penangkapan Djoko Tjandra, KPK Makin Nafsu Buru Harun Masiku

Ghufron memastikan pihaknya masih terus memburu tersangka suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu

Pelajaran Pahit dari Singkatnya Pengabdian 2 Stafsus Milenial Jokowi
Indonesia
Pelajaran Pahit dari Singkatnya Pengabdian 2 Stafsus Milenial Jokowi

Pelajaran konflik kepentingan, kejelasan posisi dan tugas, serta gimmick politik.

Hakim Vonis Bupati Solok Selatan 4 Tahun Penjara, KPK Banding
Indonesia
Hakim Vonis Bupati Solok Selatan 4 Tahun Penjara, KPK Banding

Muzni terbukti bersalah melakukan korupsi secara berlanjut sebagaimana dakwaan alternatif pertama

Anies Gunakan Dana PEN untuk Proyek TIM dan JIS, PDIP: Sebaiknya UMKM Digalakkan
Indonesia
Anies Gunakan Dana PEN untuk Proyek TIM dan JIS, PDIP: Sebaiknya UMKM Digalakkan

Padahal terminologi yang digunakan adalah untuk pemulihan ekonomi

Perintah Terakhir Anak Buah John Kei: Nus Kei Cs Harus Mati!
Indonesia
Perintah Terakhir Anak Buah John Kei: Nus Kei Cs Harus Mati!

Kata anjing-anjing yang dimaksud tersangka Daniel adalah kelompok Nus Kei.

Bupati Klaim Warga Kepulauan Seribu Siap Menerima WNI Observasi Virus Corona
Indonesia
Bupati Klaim Warga Kepulauan Seribu Siap Menerima WNI Observasi Virus Corona

Bupati terus mengimbau agar warga kepulauan seribu untuk menerima mereka

Terjadi Kekerasan Anak di Bawah Umur, Ketua Sahabat Polisi Bandung Lapor ke Polsek
Indonesia
Terjadi Kekerasan Anak di Bawah Umur, Ketua Sahabat Polisi Bandung Lapor ke Polsek

Sebaiknya jangan menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang melawan hukum.

Polda Metro Ringkus Para Penyebar Hoaks Virus Corona
Indonesia
Polda Metro Ringkus Para Penyebar Hoaks Virus Corona

Para tersangka yang mengenakan penutup wajah dan baju tahanan ini hanya bisa terdiam saat ditampilkan ke awak media.

Anita Kolopaking Cabut Gugatan Praperadilan di PN Jaksel
Indonesia