Mahfud MD Ungkap Alasannya Tak Setuju Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang Presiden Jokowi saat berbicara di Forum KTT ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, Senin (13/11). (Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

MerahPutih.com - Isu perpanjangan massa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode kembali mencuat.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menilai, persoalan masa jabatan presiden sepenuhnya menjadi ranah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Termasuk partai politik yang ada.

Menurut Mahfud, mereka yang memiliki kekuatan untuk menentukan apakah jabatan presiden tetap dua periode seperti yang saat ini berlaku, atau diubah menjadi tiga periode atau lebih.

Baca Juga:

Manuver Presiden Jokowi 3 Periode, PKS: Perilaku Inkonstitusional

“Saya bukan anggota parpol atau MPR. Dua atau tiga periode arenanya ada di parpol dan MPR,” kata Mahfud dalam akun Twitter-nya, Senin (21/6).

Pun demikian secara pribadi, Mahfud menilai jabatan presiden tetap dibatasi maksimal dua periode saja.

“Tapi secara pribadi saya lebih setuju seperti sekarang, maksimal 2 periode saja,” ujarnya.

Menko Polhukam Mahfud MD. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud MD. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

Ia menilai bahwa batasan maksimal masa periode jabatan presiden ini adalah bagian dari upaya konstitusi di Indonesia melakukan regenerasi kepemimpinan.

Sekaligus membatasi masa kekuasaan sehingga kehidupan berbangsa bernegara bisa berjalan dengan baik.

“Adanya konstitusi itu, antara lain untuk membatasi kekuasaan baik lingkup maupun waktunya,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Baca Juga:

Golkar Bakal Tolak Presiden Jokowi 3 Periode

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menggelar syukuran terbentuknya Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro) untuk Pemilihan Presiden 2024.

Qodari berpendapat, ada sekelompok masyarakat yang menginginkan keduanya menjadi pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024. (Knu)

Baca Juga:

Mayoritas Yang Ingin Jokowi 3 Periode Hanya Pemilih PDIP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan NasDem Setuju Jadwal Pemilu 2024 Dimajukan
Indonesia
Alasan NasDem Setuju Jadwal Pemilu 2024 Dimajukan

KPU sudah mengajukan desain dan konsep penyelenggaraan Pemilu

Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni
Indonesia
Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni

Kementerian Kesehatan memperkirakan laporan puncak kasus COVID-19 usai Lebaran tidak akan setinggi pada agenda liburan sebelumnya.

Densus 88 Temukan Sejumlah Bahan Bom Aktif Siap Ledak di Jakarta dan Bekasi
Indonesia
Densus 88 Temukan Sejumlah Bahan Bom Aktif Siap Ledak di Jakarta dan Bekasi

Densus juga menemukan sejumlah barang bukti lain

Pengusaha Harry Van Sidabukke Didakwa Menyuap Eks Mensos Juliari Rp1,28 Miliar
Indonesia
Pengusaha Harry Van Sidabukke Didakwa Menyuap Eks Mensos Juliari Rp1,28 Miliar

Pengusaha Harry Van Sidabukke didakwa oleh jaksa penuntut umum pada KPK menyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebesar Rp1,28 miliar.

Skema Penyaluran Bansos Tunai di DKI Jakarta
Indonesia
Skema Penyaluran Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kepala Dinas Sosial DKI, Irmansyah menjelaskan, proses penyaluran tiga jenis Bansos yang bekerja sama dengan Pemerintah pusat.

Dua Anggota Anarcho Ditangkap Bawa Bom Molotov ke Arah Gedung DPR saat Pidato Jokowi
Indonesia
Dua Anggota Anarcho Ditangkap Bawa Bom Molotov ke Arah Gedung DPR saat Pidato Jokowi

Arsya menerangkan, kedua orang ini dari wilayah berbeda

Korban Tewas Bencana Alam di NTT Capai 124 Orang
Indonesia
Korban Tewas Bencana Alam di NTT Capai 124 Orang

Total rumah terdampak ada 1.962 rumah rusak berat

Komnas HAM Ingatkan Polri Segera Laksanakan Seluruh Rekomendasi Peristiwa KM 50
Indonesia
Komnas HAM Ingatkan Polri Segera Laksanakan Seluruh Rekomendasi Peristiwa KM 50

"Kami ingatkan kembali itu dalam pertemuan itu, supaya mereka benar-benar menjalankan rekomendasi," ujar Taufan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/4).

Rekonstruksi Penyerangan Pengawal Rizieq, Polisi Temukan Senjata Api dan Samurai
Indonesia
Rekonstruksi Penyerangan Pengawal Rizieq, Polisi Temukan Senjata Api dan Samurai

Polisi menggelar rekonstruksi di empat titik terkait dengan kasus penyerangan oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek.