Mahfud MD: Tidak Ada Masalah Perbedaan Agama di Masyarakat Mahfud MD (tengah). (Twitter/mohmahfudmd)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai tidak ada persoalan perbedaan agama di kalangan masyarakat. Hal itu disampaikan Mahfud saat menjadi pembicara dalam dialog bertajuk "Kepemimpinan Bangsa Yang Bermartabat dan Berkeadilan" yang diselenggarakan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Jakarta, Senin (17/4) malam.

"Saya melihat di tingkat rakyat tidak ada masalah perbedaan agama," kata Mahfud MD.

Mahfud mengatakan persoalan yang belakangan muncul sebenarnya adalah persoalan tentang penegakan hukum. Mahfud menilai, masyarakat Indonesia merasakan ketidakadilan dalam penegakan hukum di tanah air.

"Masyarakat merasakan ketidakadilan, korupsi tidak selesai-selesai, orang terindikasi kuat korupsi bisa bebas. Persoalan penegakan hukum ini menyebabkan letupan-letupan," jelas Mahfud.

Mahfud menekankan, saat ini tanpa disadari sejatinya proses penguatan ikatan kebangsaan di Indonesia semakin kuat seiring bergulirnya era memilih kepala daerah secara langsung.

Dengan kondisi seperti itu, maka tidak ada koalisi dan oposisi partai politik yang permanen di Indonesia.

"Itu adalah manfaat yang tidak kita sadari, sekarang Gerindra boleh musuhan dengan PDIP dan Golkar di Jakarta, tapi di Jawa Timur mereka bersatu, ini kan bagus. Kita juga memiliki pers yang memiliki kebebasan mengontrol dan mendidik," jelas Mahfud.

Mahfud menyampaikan kebebasan memilih kepala daerah ini sejalan dengan pernyataan Bung Karno kala menetapkan Indonesia sebagai negara Pancasila yang berketuhanan dan berkeadilan.

"Negara Pancasila itu berketuhanan, mengakui dan melindungi semua agama. Bung Karno bilang kalau orang Islam ingin Indonesia negara yang Islami ya pilih pemimpin Islam, begitu juga kalau ingin gedung-gedung 'ber-letter' Kristen ya pilih pemimpin nonmuslim. Itu semua aspirasi, tidak boleh ribut karena itu," kata Mahfud.

Sumber: ANTARA

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Tentara Indonesia, Malaysia, Brunei, Afghanistan dan Turki Bersatu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tentara Indonesia, Malaysia, Brunei, Afghanistan dan Turki Bersatu

Akun Facebook Aiman Farhan (fb.com/aidan.karlos) pada 14 Mei 2021 mengunggah beberapa video yang memperlihatkan pasukan tentara yang tengah berkumpul.

Cerita Anies Dijemput Tim RSUD Pasar Minggu di Rumahnya Akibat COVID-19
Indonesia
Cerita Anies Dijemput Tim RSUD Pasar Minggu di Rumahnya Akibat COVID-19

Penjemputan itu untuk pemeriksaan kesehatan awal di RSUD Pasar Minggu

Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat
Indonesia
Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat

Laporan disampaikan secara daring maupun luring

Kasus Suap Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Suap Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Dituntut 2,5 Tahun Penjara

JPU menuntut hukuman 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo.

[Hoaks atau Fakta]: Mahfud MD Sebut Pelaku Bom Katedral Makassar Pecatan Polisi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Mahfud MD Sebut Pelaku Bom Katedral Makassar Pecatan Polisi

Berdasarkan keterangan tanggal dan jam, tidak ditemukan artikel dengan tampilan sampul serta judul seperti demikian.

Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin
Indonesia
Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin

"Cairan di suntikannya ga dilihatin, saya lihat yang nyuntik saja ga boleh. Saya tanya kenapa, katanya prosedurnya, SOP-nya begitu, masih uji coba," kata Arif

Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,5
Indonesia
Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,5

Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Bengkulu tepatnya berpusat di laut 80 km barat daya Enggano, Bengkulu, Rabu pukul 19.52 WIB.

Mensos Risma Pastikan Jumlah Penerima Bansos COVID-19 Tidak Berubah
Indonesia
Mensos Risma Pastikan Jumlah Penerima Bansos COVID-19 Tidak Berubah

Menurut Risma, angka tersebut sesuai dengan jumlah penerima BST sebelumnya, yang disalurkan pada pada 2020 lalu.

KPAI Prihatin Siswi Pembuat Konten Tiktok Palestina Dikeluarkan dari Sekolah
Indonesia
KPAI Prihatin Siswi Pembuat Konten Tiktok Palestina Dikeluarkan dari Sekolah

Karena soal usia masih simpang siur, maka KPAI akan menelusuri kebenarannya

Pengurangan Vonis Koruptor Jiwasraya Menciderai Keadilan
Indonesia
Pengurangan Vonis Koruptor Jiwasraya Menciderai Keadilan

Pengurangan masa hukuman koruptor PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dari yang sebelumnya seumur hidup menjadi hanya 20 tahun dinilai menciderai keadilan dalam pemberantasan korupsi.