Mahfud MD Tagih Komitmen Malaysia Berantas Kelompok Abu Sayyaf Menko Polhukam Mahfud MD (Zuhdiar Laeis)

MerahPutih.Com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertolak ke Malaysia untuk membahas masalah penculikan WNI di Perairan Sabah, Malaysia oleh kelompok Abu Sayyaf.

Menurut dia, Indonesia dan Malaysia mesti punya komitmen yang sama terhadap penculikan yang dilakukan Abu Sayyaf.

Baca Juga:

Pembebaskan Sandera Dua WNI Tewaskan Gembong Teroris Abu Sayyaf

Sebab, kata Mahfud MD, penculikan terhadap WNI beberapa kali terjadi di perairan Malaysia atau Filipina.

"Kita harus punya pandangan yang sama tentang Abu Sayyaf. Menculik WNI di perairan Malaysia. WNI diculik selalu di perairan Malaysia atau Filipina. Tidak berani di perairan Indonesia," ujar dia kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1).

WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf berhasil dibebaskan
Sejumlah WNI berfoto bersama dengan tim KBRI dan Angkatan Bersenjata Filipina sebelum dievakuasi dari Marawi City, Filipina, Kamis (1/6). (ANTARA FOTO/Al Jazeera/Adiguno)

Mahfud MD mengatakan, hingga sejauh ini sudah ada 44 WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf. Ia menegaskan hal tersebut tak bisa dibiarkan.

"Sudah 44 orang kita diculik, semuanya berhasil dibebaskan, tetapi itu kan buang-buang biaya, waktu dan sebagainya," kata Mahfud.

Selain dengan Malaysia, penguatan kerja sama dengan Filipina juga perlu dilakukan.

Mahfud mengatakan ketiga negara harus kompak mengusir kelompok Abu Sayyaf.

"Lebih baik kita memperkuat kerja sama Mafindo (Malaysia-Filipina-Indonesia) sejak zaman Bung Karno (Sukarno) untuk mengusir perompak itu agar hubungan kerja sama antara Malaysia, Filipina, dan Indonesia makin kuat. Sekarang yang tertahan ada lima. Yang 39 sudah bebas," ujarnya.

Baca Juga:

Nelayan Indonesia Kerap Diculik Abu Sayyaf, DPR Soroti Lemahnya Pengawasan

Sebelumnya dilaporkan, penculikan WNI yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia, di perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, Sabah, Malaysia, kembali terjadi. Pada Kamis (16/1) sekira pukul 20.00 waktu setempat, delapan WNI menangkap ikan menggunakan kapal kayu dengan izin terdaftar Nomor SSK 00543/F.

Tiga WNI, Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20), dan Pian bin Janiru (36), ditemukan bersama kapal itu. Namun, lima rekannya, yakni Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53), dipastikan disandera.(Knu)

Baca Juga:

Nelayan Indonesia Kerap Diculik Kelompok Abu Sayyaf, Begini Strategi Pemerintah



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH