Mahfud MD: Sudah Belasan Tahun MK Tangani Sengketa Pilpres Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD, di Jakarta, Rabu. (Antaranews/Rangga)

Merahputih.com - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menilai Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi sudah mengetahui arah gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sejak awal. Namun hakim tentu harus menahan diri.

"Tinggal pembuktiannya dan diperiksa benar-benar. Percaya pada saatnya MK akan memutus dengan jernih karena sebetulnya tidak sulit, hanya ini kan diributkan saja. Sudah belasan tahun MK menangani hal ini," ujar Mahfud disela acara halal bihalal Gerakan Suluh Kebangsaan dengan media di Jakarta, Rabu (19/6).

BACA JUGA: Keponakannya Jadi Saksi Ahli Prabowo-Sandi, Begini Kata Mahfud MD

Dia kembali menekankan pandangannya bahwa MK saat ini bersikap profesional, tidak ada tanda memihak dan tidak menyepelekan data yang masuk.

Mahfud yang juga Mantan Ketua MK mengatakan bahwa sejauh ini telah bersikap profesional, adil dan tegas dalam persidangan.

"Menurut saya Hakim MK sampai sidang ketiga hari ini sudah profesional dan tegas," ucap dia.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD dalam acara halal bihalal dengan media di Jakarta, Rabu (Antaranews/Rangga)

Mahfud mengatakan ketegasan Majelis Hakim MK sudah terlihat sejak hari pertama, yakni kala memberikan waktu kepada para pihak dalam perkara untuk menyampaikan dalil gugatan dan jawaban dengan durasi yang adil.

"Hari pertama memberi waktu tiga jam kepada Pemohon menyampaikan permohonan. Kemudian hari kedua memberi waktu tiga jam juga kepada Termohon dan Pihak Terkait untuk menjawab. Itu kan adil," kata Mahfud dikutip Antara.

BACA JUGA: Jadi Saksi Prabowo, Ahli IT Hermansyah: Saya Pernah Ditusuk di Tol

Kemudian Majelis Hakim MK, sebagaimana dikutip Antara, juga dengan tegas menetapkan membatasi saksi yang dihadirkan para pihak maksimum 15 saksi dan dua orang ahli.

"Tadi juga saya dengar hakim meminta pasangan calon 02 memverifikasi data-data yang diambil, kalau jam 12 belum tersusun dianggap tidak ada bukti. Dan ternyata pasangan calon 02 menarik semua dokumen C1, saya kira MK sudah benar," tutup Mahfud. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH