Mahfud MD Soroti Ancaman Komjen Listyo ke Polisi Terlibat Narkoba Minim Pujian Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menghadiri RDP dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj/aa.

MerahPutih.com - Komjen Listyo Sigit Prabowo telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sebagai calon tunggal Kapolri di Komisi III DPR, Rabu (20/1).

Pelaksanaan fit and proper test berlangsung lancar dan dinamis. Listyo Sigit berhasil menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan para anggota Komisi III dengan cukup baik.

Bahkan, ada sejumlah jawaban Listyo Sigit yang kemudian mendapatkan applause dari para anggota Komisi III.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPR Minta Komjen Listyo Perbaiki Pola Komunikasi Polri

Sebut saja ketika Listyo Sigit menyatakan janjinya siap untuk memfasilitasi anak lulusan pesantren atau madrasah untuk menjadi anggota Polri.

Termasuk ketika menyebutkan bahwa untuk menanggulangi terorisme, Listyo Sigit bahkan akan memerintahkan anggotanya untuk belajar kitab kuning, bacaan yang biasa dipelajari di pesantren.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut, ada satu lagi janji penting Listyo Sigit sebagai calon Kapolri yang mendapat sambutan meriah dari anggota DPR, namun tidak banyak mendapatkan atensi publik.

"Salah satu janji calon Kapolri Komjen Listyo Sigit yang tidak banyak diberitakan tapi mendapatkan tepukan meriah di Komisi III DPR adalah jika ada anggota atau pejabat Polri yg terlibat kejahatan seperti bandar atau pengedar narkoba maka akan dipecat atau dipidanakan. Ini penting," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu melalui akun Twitter @mohmahfudmd, dikutip Kamis (21/1).

Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberikan keterangan pers usai mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberikan keterangan pers usai mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Cuitan ini banyak mendapat perhatian warganet. Ada 566 komentar dalam waktu 58 menit.

Berbeda dengan Mahfud MD, sebagian besar warganet menilai janji Listyo justru biasa saja.

Netizen menilai, penegakan hukum memang seharusnya dilakukan tanpa pandang bulu karena semua orang sama di depan hukum.

"Berarti selama ini belum dong? Kok seperti kebijakan baru yang seharusnya sudah dilakukan dari dulu," cuit akun @Catatan_ali7.

"Standar banget sih pak.. Kalau tindakan kejahatan bagi rakyat sipil gimana pak.. apakah berlaku pecat dan dipidanakan.. gitu," cuit akun @AuliaFziyah2.

Baca Juga:

Harapan Partai Gelora kepada Komjen Listyo Sigit

Sekadar informasi, Komisi III DPR kompak menyetujui pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Keputusan ini diambil setelah penyampaian pandangan fraksi-fraksi selepas uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, kemarin.

Keputusan itu dibawa dalam rapat paripurna DPR, Kamis (21/1) ini.

Jika telah disahkan dalam sidang paripurna, maka Listyo Sigit bisa dilantik menjadi Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada Februari ini. (Knu)

Baca Juga:

Rencana Komjen Listyo Hapus Tilang Ibarat Mengayuh Kapal di Daratan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Ungkap Keprihatinan Hilangnya Kegembiraan dan Karnaval HUT RI
Indonesia
Jokowi Ungkap Keprihatinan Hilangnya Kegembiraan dan Karnaval HUT RI

"Semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total,” kata Presiden Joko Widodo di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM
Indonesia
Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM

Sejumlah wartawan dilaporkan mengalami pemukulan bahkan penangkapan oleh kepolisian saat meliput demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Bio Farma Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun Buat Produksi Vaksin COVID-19
Indonesia
Bio Farma Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun Buat Produksi Vaksin COVID-19

Meski hanya tersisa dua bulan lagi namun ia optimistis bahwa PMN untuk Bio Farma dapat ditambahkan ke dalam APBN 2020 sehingga dapat mendorong penanganan COVID-19.

KPK Selidiki Rekanan Kemensos Yang Hanya Pinjam Bendera
Indonesia
KPK Selidiki Rekanan Kemensos Yang Hanya Pinjam Bendera

Salah satu yang akan ditelusuri KPK, yakni mengenai asal usul dan rekam jejak vendor dalam pengadaan dan distribusi bansos.

Ancaman Berantai ke Polisi Diduga Terkait Pemindahan Teroris ke Jakarta
Indonesia
Ancaman Berantai ke Polisi Diduga Terkait Pemindahan Teroris ke Jakarta

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko menduga, ancaman tersebut terkait pemindahan puluhan terduga teroris dari Mapolda Jatim ke Mabes Polri di Jakarta.

WNA yang Datang ke Indonesia Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
WNA yang Datang ke Indonesia Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19

Terkait proses karantina tidak boleh ada yang lolos

BEM SI Desak Komjen Listyo Usut Kasus Dugaan Pelanggaran HAM dan Penembakan Laskar FPI
Indonesia
BEM SI Desak Komjen Listyo Usut Kasus Dugaan Pelanggaran HAM dan Penembakan Laskar FPI

"Ditambah lagi kasus penembakan enam anggota laskar FPI yang cukup menyita perhatian publik," tulis pernyataan sikap BEM SI

92 Rekening Milik FPI Diduga untuk Aksi Terorisme? Ini Jawaban Polri
Indonesia
92 Rekening Milik FPI Diduga untuk Aksi Terorisme? Ini Jawaban Polri

“Mengapa dilibatkan? Polri ingin melihat segala kemungkinan yang dikaitkan dengan transaksi dari rekening organisasi FPI,” kata Rusdi

Ibadah Haji 2021, Menag Gus Yaqut: Skenario Pembatasan Pemberangkatan Disiapkan
Indonesia
Ibadah Haji 2021, Menag Gus Yaqut: Skenario Pembatasan Pemberangkatan Disiapkan

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sejumlah sekenario dalam menyambut ibadah haji 2021.

Datangi Kantor DPP PDIP, Sekjen PKS: Bagi-Bagi Ilmunya Lah
Indonesia
Datangi Kantor DPP PDIP, Sekjen PKS: Bagi-Bagi Ilmunya Lah

Selain silahturahmi, PKS mengaku kunjungan juga untuk belajar mengurus negara dari partai besutan Megawati Soekarnoputri.