Mahfud MD soal PeduliLindungi: Indonesia Lebih Baik dari AS Terkait COVID-19 Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan. ANTARA/Natisha Andarningtyas.

MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) menyoroti aplikasi PeduliLindungi dalam laporan Praktik Hak Asasi Manusia (HAM) 2021.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menekankan, aplikasi PeduliLindungi diluncurkan justru untuk menangani pandemi COVID-19 dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga

Kasus Aktif COVID-19 Tersisa 60.475 Kasus

"Itulah sebabnya kami membuat program PeduliLindungi yang sangat efektif menurunkan penularan infeksi COVID-19 sampai ke Delta dan Omicron," tulis Mahfud MD di akun instagramnya, @mohmahfudmd, Sabtu (16/4).

Menurut Mahfud, penanganan COVID-19 di Indonesia justru lebih baik dari Amerika Serikat. Indonesia, kata Mahfud, menempati urutan pertama di Asia, dan bahkan dalam aspek tertentu, penanganan COVID-19 di Indonesia menempati urutan keempat di dunia.

"Nyatanya kita berhasil mengatasi COVID-19 lebih baik dari AS," sambungnya.

View this post on Instagram

A post shared by Mahfud MD (@mohmahfudmd)

|Sementara, kata Mahfud, berdasarkan laporan Institut Lowy, Australia, penanganan COVID-19 di Amerika Serikat berada di barisan paling bawah bersama Iran, Meksiko, Brasil dan lainnya.

"Pak Airlangga, Menko Perekonomian pernah menyampaikan presentasi, Indonesia dalam aspek tertentu penanganan COVID-19 itu ranking empat, jadi udah bagus lah. PeduliLindungi itu," katanya.

Mahfud menjelaskan, pemantauan kegiatan masyarakat melalui aplikasi PeduliLindungi merupakan konsekuensi untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kalau ada yang merasa terganggu karena kalau mau masuk mal harus di-scan, kemudian diketahui dan dibatasi gerakannya, itu satu konsekuensi," kata mantan Ketua Mahakamah Konstitusi ini.

Baca Juga

3.582 Warga Jakarta Tengah Berjuang untuk Sembuh dari COVID-19

Mahfud menambahkan, platform PeduliLindungi justru dibuat untuk menangani COVID-19 dengan baik. Namun demikian, ia memahami pendapat orang apabila ada pihak yang menganggap penggunaan aplikasi itu melanggar privaso.

"Mungkin dianggap melanggar HAM karena misalnya, orang yang terpantau COVID-19 melalui PeduliLindungi lalu diketahui bahwa dia kena, dilarang menuju suatu tempat, tidak akan berdekatan dengan orang lain dan sebagainya, lalu dianggap pelanggaran HAM," tuturnya.

Diketahui, Kemenlu AS mengeluarkan laporan berjudul '2021 Country Reports on Human Rights Practices: Indonesia'. Salah satu yang disorot dalam laporan itu terkait gangguan sewenang-wenang atau melanggar hukum terkait privasi.

Laporan itu membeberkan bahwa lembaga swadaya masyarakat (LSM) menyatakan petugas keamanan terkadang melakukan pengawasan tanpa surat perintah terhadap individu, tempat tinggal dan memantau panggilan telepon. Laporan itu menyoroti penggunaan PeduliLindungi.

"Aplikasi ini juga menyimpan informasi tentang status vaksinasi individu. LSM menyatakan keprihatinan tentang informasi apa yang dikumpulkan oleh aplikasi dan bagaimana data ini disimpan dan digunakan oleh pemerintah," tulis laporan itu. (Knu)

Baca Juga

Jumlah Testing Menurun, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Justru Bertambah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menag Yaqut: Jum'at Agung Jadi Momentum Persatuan Wujudkan Indonesia Maju
Indonesia
Menag Yaqut: Jum'at Agung Jadi Momentum Persatuan Wujudkan Indonesia Maju

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan ucapan untuk memperingati Jumat Agung yang jatuh pada Jumat, 15 April 2022. Jumat Agung merupakan hari peringatan atas kematian Yesus Kristus.

Gibran Berikan Klarifikasi soal Tudingan Rangkap Jabatan
Indonesia
Gibran Berikan Klarifikasi soal Tudingan Rangkap Jabatan

"Saya sudah tidak sempat mengurus perusahaan karena kesibukannya sebagai Wali Kota Solo," kata Gibran, Selasa (16/11).

Sistem Buka Tutup Situasional Mulai Diterapkan di Jalan Layang Tol MBZ
Indonesia
Sistem Buka Tutup Situasional Mulai Diterapkan di Jalan Layang Tol MBZ

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku pengelola ruas tol Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) melakukan buka tutup pada akses masuk menuju ruas layang MBZ secara situasional.

Hoaks Merajalela, Etika Kepantasan Publik Sangat Dibutuhkan di Era Digital
Indonesia
Hoaks Merajalela, Etika Kepantasan Publik Sangat Dibutuhkan di Era Digital

Proses menjadi keIndonesiaan ada karena masing masing budaya, adat istidat, keyakinan lokal menyatu

Pengerjaan Sirkuit Formula E Dimulai Januari 2022, Target Tiga Bulan Rampung
Indonesia
Pengerjaan Sirkuit Formula E Dimulai Januari 2022, Target Tiga Bulan Rampung

Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro, Widi Amanasto mengatakan, pengerjaan sirkuit Formula E akan dimulai pada bulan Januari 2022 dan ditargetkan tampung dalam waktu tiga bulan.

Arab Saudi Terima 1 Juta Jemaah Haji, Indonesia Dapat Jatah Berapa?
Indonesia
Arab Saudi Terima 1 Juta Jemaah Haji, Indonesia Dapat Jatah Berapa?

Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan 1 juta jemaah untuk ibadah Haji 1443 Hijriah atau tahun 2022.

KPU Didesak Siapkan Instrumen Hukum Sebelum Pemilu dan Pilkada 2024
Indonesia
KPU Didesak Siapkan Instrumen Hukum Sebelum Pemilu dan Pilkada 2024

Pengalaman 2019 lalu patut menjadi pertimbangan

Miliki Tingkat Penyebaran Lebih Cepat, Varian Anak Omicron Kini Jadi Ancaman Baru
Indonesia
Miliki Tingkat Penyebaran Lebih Cepat, Varian Anak Omicron Kini Jadi Ancaman Baru

Setelah varian Omicron, warga kini dihebohkan dengan varian baru disebut "anak Omicron".

Andi Widjajanto, Timses Jokowi Yang Bakal Jadi Gubernur Lemhannas
Indonesia
Andi Widjajanto, Timses Jokowi Yang Bakal Jadi Gubernur Lemhannas

Pada Pemilu 2014, Andi merupakan salah satu figur dan pemikir penting pada pemenangan Jokowi- Jusuf Kalla.

Kebijakan PTM 100 Persen, MPR: Jangan Sampai Anak Jadi Korban Ego Birokrat
Indonesia
Kebijakan PTM 100 Persen, MPR: Jangan Sampai Anak Jadi Korban Ego Birokrat

"Negara juga berkewajiban untuk melindungi seluruh Rakyat Indonesia, termasuk anak-anak Indonesia. Jangan sampai mereka menjadi korban karena kesembronoan atau ego birokrat semata,” kata Hidayat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (5/1).