Mahfud MD Sebut 660 WNI Jadi Teroris di Luar Negeri, Kepulangan Mereka Jadi Masalah Ilustrasi teroris. ANTARA/Ardika

MerahPutih.com - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada 660 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi teroris pelintas batas di luar negeri. Paling banyak berada di Suriah.

Mahfud menjelaskan, masih ada pro dan kontra terkait pemulangan mereka ke tanah air.

Baca Juga:

Jokowi Belum Putuskan Penanganan WNI yang Jadi Teroris Asing

"Ini kan sekarang persoalannya mereka ini ada yang minta pulang, ada yang menyuruh dipulangkan, " kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (21/1).

Mahfud menuturkan pemulangan foreign terrorist fighters (FTF) WNI bukan hal mudah. Meski berdasarkan konstitusi, seluruh WNI tersebut memiliki hak kewarganegaraan. Namun, dikhawatirkan akan timbul virus teroris baru ketika dipulangkan.

Menko Polhukam Mahfud MD (Zuhdiar Laeis)
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Antara/Zuhdiar Laeis)

"Problemnya kalau mereka dipulangkan ada yang khawatir bisa menjadi virus. Virus teroris-teroris baru di sini," tuturnya.

Saat ini, pemerintah masih terus mencari cara dan berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dengan melibatkan beberapa kementerian terkait. Dalam waktu dekat Mahfud akan menyampaikan sikap.

Baca Juga:

Selama 2019 Jumlah Laporan Pidana Korupsi Meningkat, Aksi Terorisme Menurun

Kemensos yang misalnya menampung akibat-akibat sosialnya, Kemenkumham menyangkut hukum dan kewarganegaraannya dan juga pariwisata dan investasi bisa terkena imbas kalau misalnya masih ada ancaman teroris dan sebagainya.

"Itu semua akan dipertimbangkan dan nanti akan disampaikan ke presiden dalam waktu yang tidak lama. Mungkin dalam paruh pertama tahun ini kita sudah punya sikap barang kali ya, barangkali sudah selesai. soal FTF sudah ya," ucapnya. (Knu)

Baca Juga:

Gereja Rawan Teror, Kapolda Jateng: Siapkan Sniper dan Larang Kendaraan Jemaat Parkir di Dalam


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH