Mahfud MD Minta Masyarakat Tidak Buru-buru Sebut Tsunami Azab Allah Suasana Pasar Sumur setelah diterjang Tsunami pada Sabtu (22/12/2018). Foto: MP/Rizki Fitirianto

MerahPutih.com - Mahfud MD berduka atas tragedi tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12). Ia menilai peristiwa itu sunnatullah yang bisa menimpa siapa saja. Oleh karena itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu meminta masyarkat tida sebut tsunami azab dari Allah.

"'Innaa lillaah wa innaa ilaihi raji'un', kita berduka atas musibah tsunami di Anyer. Kepada semua korban, tanpa membedakan asal-usulnya, kita doakan semoga mendapat tempat yang baik di sisi-Nya. Tsunami adalah sunnatullah bekerjanya alam yang bisa menimpa siapa saja," tulis Mahfud Md melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd

Dia menegaskan bahwa tidak etis jika tsunami disebut sebagai azab Allah karena masyarakat banyaj dosa. Pasalnya, tidak semua korban bencana alam tersebut berasal dari komunitas orang jahat.

Mahfud MD

"Jangan buru-buru bilang, bencana alam seperti tsunami itu azab Allah karena kita banyak dosa. Bilang begitu tidak tepat karena banyak orang baik dari berbagai komunitas yang tidak jahat yang juga jadi korban. Selain itu, kesimpulan tersebut menafikan sifat kasih sayang Allah. Tsunami adalah sunnatullah berkerjanya alam," paparnya.

Bekas Presidim KAHMI itu merujuk pada kejadian tsunami di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu. Bencana di dua wilayah itu dijadikan komoditas politik. Banyak pihak menyebut tragedi itu azab Allah dan sebagian bilang ujian.

"Saya sampaikan itu karena yang dulu (seperti bencana Palu, NTB) dikontroversikan secara politik. Yang satu bilang azab, yang lain bilang ujian. Padahal korbannya bercampur-campur aliran politiknya dan banyak orang baiknya. Allah Maha-pengasih, tak mungkin mengazab dengan membabi-buta. Itu sunnatullah," imbuhnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH