Mahfud MD Menang Integritas, Lemah di Elektabilitas Mahfud MD saat acara Puncak Peringatan Sewindu Haul Gus Dur. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

MerahPutih.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dinilai memiliki kapasitas dan basis pemilih Islam yang luas jika dipilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo. Namun, pria asal Madura itu lemah di masalah popularitas.

"Tapi, popularitas Pak Mahfud masih harus dinaikkan. Pak Mahfud masih harus melakukan banyak pengenalan diri untuk naikkan popularitas. Popularitas ini terkait dengan elektabilitas," kata Pengamat politik dan peneliti senior dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Deny JA, Toto Izul Fatah, saat dikonfirmasi, Kamis (12/7)

Menurut Fatah, elektabilitas Mahfud MD saat ini masih di bawah 50 persen dan harus dinaikkan. Direktur Citra Komunikasi LSI Deny JA ini juga mengingatkan, dalam politik nasional ada hukum besi yang harus dilalui para calon, yakni pemilih akan memilih berdasarkan faktor popularitas.

Mahfud istana
Ketua Presidium KAHMI Mahfud MD (kedua kanan) memberi keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/11). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Namun, Fatah mengakui kapasitas dan integritas Mahfud sudah teruji selama memimpin MK. "Juga memiliki basis keagamaan yang kuat dan basis pemilih muslim yang luas di Indonesia," imbuh dia, dikutip Antara.

Fatah juga mengingatkan Jokowi agar sangat berhati-hati dan mempertimbangkan aspek dukungan partai politik mitra koalisi dan perkembagan situasi perekenomian nasional. Saat ini Jokowi didukung lima partai politik dan tentunya setiap partai politik memiliki keinginan dan kepentingan yang harus dapat dibaca dan diharmonisasi oleh Joko Widodo.

Pada aspek situasi perekonomian nasional, Jokowi sebagai capres incumbent harus dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional, salah satunya adalah fluktuasi nilai tukar rupiah yang saat ini sedang melemah. "Kalau elektabilitasnya sudah aman, maka dapat mengabaikan aspek-aspek lainnya," tandas peneliti senior LSI Denny JA itu. (*)

Baca Juga: Mahfud MD Undang Presiden Jokowi ke Medan


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH