berita-singlepost-banner-1
 Mahfud MD: Korupsi Memotong Urat Nadi Kehidupan Bangsa Menko Polhukam Mahfud MD (MP/Ismail)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut korupsi seperti memotong urat nadi kehidupan bangsa.

Hal itu disampaikan Mahfud saat menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Penunjang KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Baca Juga:

Jokowi: Kalau Masyarakat Berkehendak Hukuman Mati Koruptor Bisa Diterapkan

"Sebenarnya korupsi itu memotong urat nadi kehidupan bangsa. Kekayaan negara itu kan nadi, tubuh bangsa Indonesia, tubuh negara Indonesia. Kalau korupsinya banyak berarti nadinya dipotong-potong," kata Mahfud.

Menko Polhukam Mahfud MD sebut korupsi bunuh urat nadi bangsa dan negara
Menko Polhukam Mahfud MD sebut korupsi potong urat nadi kehidupan bangsa (Foto: ANTARA)

Menurut Mahfud kejahatan korupsi membahayakan eksistensi sebuah bangsa. Mahfud berharap seluruh elemen bangsa bersatu padu memberantas korupsi.

Selain itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga berharap Hakordia 2019 dapat menjadi momentum penyadaran untuk mencegah perilaku koruptif.

"Mudah-mudahan ini momentum untuk menyadarkan kita semua untuk mencegah, kemudian dan menindak tentu saja setiap pelangggaran, atau setiap korupsi yang terjadi," ujarnya.

Baca Juga:

Firli: Saya Berharap Indonesia Tak Lagi Peringati Hari Antikorupsi

Selain pencegahan, menurut Mahfud, penindakan juga harus digalakan terhadap suatu pelanggaran.

"Mudah-mudahan kita sadar bahwa itu berbahaya," pungkas Mahfud.(Pon)

Baca Juga:

Pimpinan KPK Cerita Gagal Peluk Jokowi di Momen Hari Antikorupsi

Kredit : ponco

berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6